Saturday, 24 October 2026
Y
Friday, 23 October 2026
Kapr3
Dan ternyata, drama Kapri ini berlanjut. Bahkan makin memuakkan😩😩
Ini kali kedua gue mendengar kabar dia masuk UGD. Yang mana selalu bertepatan after dia terlibat dengan gue.
YES EVERYBODY, SEKALI LAGI, GUE!
Yang pertama, setelah gue confronted dia saat itu, yang kemudian menimbulkan serentetan drama seperti ibunya chat gue dan lainnya. Itu terjadi di hari Jumat—Minggu. Kemudian, entah Senin atau Selasa, dia dikabarkan masuk UGD.
Yang kedua, baru terjadi kemarin Rabu. Tiba-tiba malam itu dia chat gue, ngebalas last chat gue yang dulu soal minta penjelasan. Paginya, gue ditanyain HR soal kebenaran dia masuk UGD.
Yang sangat menyedihkan, ini jadi berimbas ke mana-mana. Ke banyak orangðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Gue ternyata punya hati yang gak sebaik itu juga...💩💩
Entah dia terkapar atau tidak, gue malah nggak percaya dia sakit. Berpikir itu another drama yang dia rancang. Terlebih karena gue keinget soal chat ibu Kapri yang tetiba banget bilang anaknya sakit.
Gue juga jadi keinget cerita dulu.. dulu bangetðŸ˜ðŸ˜
Mungkin 2025?
Tahun lalu, i believe, saat itu kami masih berteman sangat baik. Kakaknya masih ada😠One day, dia bilang kecelakaan motor. Gak begitu inget detailnya sih gue, selain gak sengaja kebentur aspal pas naik gojek karena ditubruk bapak-bapak.
Katanya, bapak-bapak ini sangat baik. Karena khawatir kenapa-kenapa, Kapri diperiksain lengkap kepalanya (mungkin semacam CT Scan?). He also make sure to contacted him kalau Kapri masih merasa sakit.
Singkat cerita, mungkin sekitar semingguan? Gue waktu itu lagi WFC di Jogja sama temen kantor. Sekali lagi, ini yang gue inget, ya..
Entah gimana pokoknya di tengah ramainya suasana, HR gue ngajak ngomong gue. Katanya Kapri masuk UGD dan izin sakit. Gue ditunjukin chat-nya yang kira-kira begini inti bunyinya:
1. Dia izin sakit dan masuk RS, minta gamasuk sampe Senin (?) Waktu itu udah menjelang weekend btw. Gue yakin antara Kamis atau Jumat.
2. Dia minta untuk ga dibilang ke siapapun, kecuali gue (dan kayaknya orang lain tapi lupa siapa yang dia sebutin). I mean, gue kan saat itu gapunya clue bakal ada kejadian seperti saat ini, jadi detail cerita dia sakit saat itu, gue gak begitu menggubris gitu loh.
Gue inget saat itu panik. Kayak loh orang ini sakit apa? Dan ngeselinnya, hape gue waktu itu batrenya abis jadi modar.
Hape gue baru bisa nyala pas sampe stasiun karena ada sakelar. Gue lupa (lagi), tapi intinya gue mendapatkan kabar (atau malah Kapri yang ngasi tau?) dia tuh masuk RS karena efek kecelakaannya yang tempo lalu itu.
DAN DIA HARUS OPERASI OTAK MESKIPUN KATANYA MASIH OPERASI KECIL😖😖😖
Singkat cerita lagi, kalau dipikir-pikir inilah kejanggalan yang gue lewati begitu aja saat itu:
1. Dia bilang gak ada yang tahu dia dioperasi, bahkan kakaknya yang satu kota sama dia sekalipun. Malah dia tahu kabarnya dari kita yang anak kantor anjrotiiii dan dia kaget setengah mamposss adeknya terkapar operasi otak di RSðŸ˜
2. Yang gue inget dan yakin, dia tidak dicukur rambutnya. Padahal, prosedural harusnya dicukur ga sih rambutnya biar ga mengganggu jalannya operasi? Atau gue sotoy aja kali yah. Mungkin bisa jadi, jaman sekarang canggih banget jadi gaperlu gituan😩
3. Dia masih suka pake masker setelah itu, yang talinya kemungkinan bisa menekan bagian belakang kepalanya dia (?)
4. Gue inget reaksi Kapri (after siuman dan aktifkan HP seperti keterangannya), pertanyaannya saat itu kedengaran janggal buat gue yang kala itu bahkan belum tau true color-nya. Dia heboh banget nanya siapa yang ngasih tau atau ngember soal dia masuk RS dsb, termasuk soal ngabarin kakaknya.
Masut gueh, oke lu udah pesen sih ke temen-temen yang tahu untuk jangan bocor, tapi anjirrr ini ke kakak lu sendiri kocak! Gue sampe megap-megap jelasin kalau gue bukan oknum yang menyebarkan berita dia sakit (Karena emang gue ga ngember kocak! Malah orang-orang yang tahu duluan, ngiranya gue belom tahu, jadi gue dikasih tauu. Padahal gue mah udah tahu dari HR).
Tapi, gue tetap merasa aneh kenapa reaksinya sepanik itu?
Gue tuh juga ada sedikitnya dua kali ranap dan merahasiakan diri kalau gue sakit kecuali sama tim atau temen deket. CUMA, kalaupun udah kesebar juga kayak.. yaudah nggak sih? Tinggal minta doa aja biar sembuh. Bukan malah ngabsen siapa ngebocorin rahasia ke siapa dengan nada kayak gitu😩😩
5. Dia pemulihannya cepet banget. Kan abis tu bisa kerja lagi karena izin gak sampe 3 hari (?) But, bisa jadi sekali lagi... mungkin aja emang udah canggih jaman sekarang tuh. Jadi cepet pulih😑😑
Dan hari ini....
Thursday, 22 October 2026
Di Sudut Terkecil
Sunday, 18 October 2026
Pujian Pick Me Hari Ini
Ada beberapa ingatan bahagia yang mau gue kenang malam ini sebelum hari Senin. Semoga membuat gue bersyukur dan makin semangat untuk menjadi baik (meskipun belakangan gue lebih banyak pura-pura senang)...
- Anak freelance divisi sebelah, Audi, dia bilang gini ke gue, "Kak, dulu pas aku keterima di sini, Ripan bilang sama aku kalau aku harus ketemu sama yang namanya kak Dugong (nyebut nama gue). Sekarang aku tau kenapa!" Gue sumringah dan berbinar-binarðŸ˜ðŸ˜
- Keinget setahun lalu, Ali, anak magang divisi gue, pernah bilang hal yang sama ke gue pas dia pertama kali gabung, "Pier bilang waktu aku mau ikut wfc ini, aku harus ketemu kamu Kak!"
- 2 minggu lalu, HR gue yang tinggal di Jakarta nelpon gue dan ngomong, "Dugong, kamu banyak dicintai orang karena kepribadianmu. Senang banget ya, makasih.."
- Di tempat les gitar, ada 2 orang yang selama ini menurut gue mereka cantik banget, malah bilang, "Kamu tu cantik banget. Aku suka lihatin kamu, kalau diliat tuh menyenangkan terus."
- HR gue yang di Jogja, bilang ke gue lusa kemarin, "Kalau dia ngomongin kamu lagi, next time akan aku confront. Tenang aja, aku yakin status kerjamu gak akan diotak-atik kok. Kalau kamu pergi, aku juga pergi. Kita keluar bareng."
- Miyamiyu sering bilang, "How beautiful mind you are. Makasih ya!"
Hari Ini..
Sore ini gue habiskan dengan menangis-nangis. Berasa semuanya tuh jahat dan nggak pengertian. Well, ini memang berdekatan juga sama kalender merah gue. Jadi, dalam beberapa waktu ke depan, dipastikan naga api keluar dalam diri gue😡
Setelah puas ngadu ke Tuhan, gue menghibur diri dengan baca buku. Lucunya, kayak resonate aja gitu sama jeritan diri, gue menemukan satu puisi dari Jalaluddin Rumi yang bunyinya: "Berhentilah bertingkah kecil. Kamu adalah alam semesta dalam kegembiraan."
Kemudian, tulisan selanjutnya adalah "Kamu sudah memiliki semua yang kamu butuhkan," yang mana penulisnya juga ngutip puisi jaman old dari India kayak gini: "Aku tertawa saat aku mendengar bahwa ikan di air sedang kehausan."
Terhibur banget gue asli dengan kalimat-kalimat ini. Jadi gue yakin kalau nanti bakal tidur dengan hati bahagia awokwokwok😂😂
Beberapa hari lalu, gue merasa patah semangat. Kayak, quartal 3 ini berat kali ya? Gue berantem sama orang penting kantor (dan kemarin HR gue nih nelpon gue untuk bilang kalau si doski masih nyindirin gue kalau meeting bahas intern) , berantem sama temen gue pulak, dan lain-lain.
Gue setengah yakin quartal 4 gak akan ada gebrakan seru apa-apa... tadinya. Karena gue makin tertutup, makin tebel topengnya biar keliatan senang terus, si paling merasa harus menjaga keseimbangan di rumah (terutama menjelang adek gue lamaran bulan depan, udah mulai ada perdebatan kecil sama ortu kalau udah bahas persiapannya), dan lainnya.
Gue ni setengah mempertanyakan diri, apakah masih capable untuk level up atau udah cukup segini dulu? Gue juga makin jarang keluar rumah. Malas sama semua hal, bahkan mau ke Indomaret deket rumah sekalipun.
Tapi, setelah kemarin Sabtu, rasanya semua berubah. Ada harapan rasanya.
Kemarin Sabtu....
Hari ini hari Minggu, sayangnya....
Malam ini...
Anak Berharga
Friday, 16 October 2026
Langit Kita
Thursday, 15 October 2026
Tuesday, 13 October 2026
Dugong Berubah
Sunday, 11 October 2026
Kap 2
Oke, seperti yang udah gue tulis di pos sebelumnya, gue mau ngelanjutin cerita gue soal konflik gue dengan Kapri.
Terakhir, gue nulis soal gue minta 2nd opinion dari 2 sahabat terdekat gue lainnya, tapi yang jauh banget secara sirkel. Harapan gue, biar mereka lebih netral penilaiannya.
Seperti biasa, gue bicara sedikit, kemudian gue kasih skrinsyut chat gue dengan Kapri. Lucunya, jawaban Ordal Surga sama Warda serempak (padahal gue ceritanya selisih beberapa jam, bukan jadi satu).
Bunyinya kira-kira gini: "Beb, ini di bagian mana ya, temen kamu clearly says enggak buka privacy-mu?"
Barulah, gueh ber- Oooo dan mulai merasa percaya kalau emang ini nggak beres.
Terutama Warda, dia seperti biasa, ngamuk ke gue. Kurang lebih kayak: kenapa gue terlalu percaya orang tuh bisa baik terus? Baik Warda, Ordal Surga, maupun Y juga berkali-kali ingetin gue kalau orang tuh bisa tetep baik, tetapi juga melakukan hal buruk ke kita.
"Lu boleh inget kebaikan dia ke elu. Tapi inget, dia ini lagi ngejahatin elu dan itu adalah dua hal yang berbeda."
Gue meringis. Deymn.. oke.. mereka benar. Bahkan, kalaupun hati gue masih sangat lambat mencerna atau tetap denial karena kebaikannya selama ini, gue memutuskan tetap mempercayai orang-orang di sekitar gue.
Radar mereka lebih bagus saat ini dibandingkan gue yang masih plenger.