Kalimat ini keluar dari sahabat terdekat gue malam itu.
Gue terhenyak. Sejenak menyetujui ucapannya. Tapi, ada part of diri gue yang memberontak dan pengen bilang enggak.
Gue stuck, tapi gue gak diem. Cuma laju gue lagi pelan banget.
Pada akhirnya 1 dari 100 alasan gue lontarkan. Entah untuk apa. Membela diri?
Mungkin, sebenarnya gue cuma lagi berusaha ngasi tau bahwa gue gak diam. Gue kan enggak mati?
Hanya itu aja. Selebihnya gue biarkan sahabat gue bertanya-tanya.
Ada banget, banyak sedikit orang yang bebannya gak cuma yang keliatan, tapi juga yang di dalem.
Tapi, dia berusaha kuat mati-matian, biar seenggaknya, dia gak mati sia-sia.
Gue gakmau berisik dengan cerita apa kesulitan gue. Oh, nggak perlu juga sebetulnya kan?
Tidak perlu juga dipahami, meskipun kalau dipahami, gue bersyukur..makasih.
Gue stuck, but i dare to say gue gak berhenti.
Perjalanan gue masih panjang, tapi gue yakin sebentar lagi.
Dan sekarang, gue cuma lagi parkirin kendaraan gue menuju goals itu.
Gue ganti kendaraan baru dan cari jalan lain karena banyak yg butuh gue.
Sebelum nantinya kelak gue akan balik ke kendaraan lama gue, dan nyusuri lagi jalan menuju ke sana.
0 comments:
Post a Comment