Friday, 14 October 2016
i miss my past time
Saturday, 24 September 2016
Brad Pitt about His Wife ♥
My wife got sick. She was constantly nervous because of problems at work, personal life, her failures and problems with children. She has lost30 pounds and weighted about90 pounds in her35 years. She got very skinny, and was constantly crying. She was not a happy woman. She had suffered from continuing headaches, heart pain and jammed nerves in her back and ribs. She did not sleep well, falling asleep only in the morning and got tired very quickly during the day. Our relationship was on the verge of break up. Her beauty was leaving her somewhere, she had bags under her eyes, she was poking her head, and stopped taking care of herself. She refused to shoot the films and rejected any role. I lost hope and thought that we’ll get divorced soon ... But then I decided to act on it. After all I’ve got the most beautiful woman on the earth. She is the ideal of more than half of men and women on earth, and I was the one allowed to fall asleep next to her and to hug her shoulders. I began to pepper her with flowers, kisses and complements. I surprised her and pleased every minute. I gave her lots of gifts and lived just for her. I spoke in public only about her. I incorporated all themes in her direction. I praised her in front of her own and our mutual friends. You won’t believe, but she has blossomed. She became even better than before. She gained weight, was no longer nervous and she loved me even more than ever. I had no clue that she CAN love that much.
And then I realized one thing: "The woman is the reflection of her man"
Brad Pitt
BDAAAYYY YAYYY
Wednesday, 21 September 2016
September
Hujan baru di Bulan September
Mengucapkan selamat datang pada hari dekat kelahiranku
Bau tanah kesukaanku di Bulan September
Menggantikan aroma Lavender yang membuatku terbuai mimpi
Segalanya tentang September....
Langkahku rupanya tak kunjung berhenti meskipun aku merasa lelah berkali-kali
Setiap September menjadi penanda siapa aku ini
Jodohku menanti lahirnya aku ke dunia
Ayah Ibu menyambut kunci surganya ke dunia
Temanku bersiap kembali menambah rekan di dunia
Hujan baru di Bulan September
Mengajakku bersenandung untuk waktu yang lalu
Di Bulan September manakah aku akan berhenti?
aku sekarang
Hai kamu!
Bagaimana kabarmu? tentu saja aku baik disini
Butuh waktu yang lama bagiku untuk mencerna setiap rencana Tuhan untukku
Tak semudah semudah mimpimu, memang
Aku harus selalu berlari lebih jauh dari kamu berjalan
Kadang aku mencacimu, bagaimana bisa semudah itu kau dapat mimpimu?
Aku benci mengakui aku masih saja mencintaimu meskipun aku benci kehidupanmu sekarang
Aku benci memutuskan untuk tetap menunggumu meskipun ingin rasanya pergi
Seperti daun terbang dibawa pasrah oleh angin
Tak lagi peduli bahkan bila dihempaskan di tepi kali
Aku menunggu kamu menjemputku
Mungkin... jalanmu sekarang yang akan membawaku bahagia
Mungkin... Tuhan mau kaulah yang menarik ku dari gelap
Mungkin... aku hanya diijinkan sebatas ini
Mungkin... Tuhan tahu kamu bisa jadi membenci aku bila aku meniti langkah lebih pasti dari dirimu
Aku ingin bercerita padamu, tapi kamu sibuk
Aku sama sekali tidak mau menjadikanmu sampah pembuanganku
Yang aku mau hanyalah menangis di depanmu, entah menangis atas dasar apa itu
Kecewakah? marah terhadap diriku sendiri? Atau sekadar.. patah hati yang sangat rindu?
Aku mencintaimu... bolehkah aku terus menyebutnya begitu?
Monday, 8 August 2016
Perahu dan kita
Saat kamu menjadi aku dan aku menjadi kamu
Saling menyalahkan dan melupakan kenangan
Pada bayang rembulan, dikuatkan perlahan lahan
Tidak peduli kita berontak, lagi lagi disatukan
Merasa segalanya tenang tanpa batasnya
Air begitu jernih memantulkan langit begitu biru
Kaca berkilau sebegitu indahnya, siapa yang ingin tahu sejatinya mulai retak dari dalam?
Sia sia saja mendefinisikan luka, kamu dan aku hidup dalam dunia tanpa cela
Aku membentuk danau dan kamu mulai mengisinya
Begitu tenang tanpa tahu apa yang tersembunyi di dalam
Kemudian sesak dengan perahu perahu berwarna
Maaf kita, sesal kita, cerita untuk berusaha kembali semula
Kamu dan aku terlalu kuat mempertahankan semuanya
Tapi luka begitu luas, dengan upaya begitu sesak
Semakin luas danau, semakin sesak perahu
Aku dan kamu mencoba tidak lagi menggali danau baru
Aku dan kamu belajar membuat perahu
Agar bayangan cukup menjadi satu
Kita saling menyalahkan siapa yang rela dileburkan
Ada pengorbanan
Ada hujan
Ada api
Ada air
Kamu perlu memilih mana yang paling banyak diciptakan
Aku perlu paham apa yang seharusnya dipadamkan
Friday, 29 April 2016
Gadis dugong berbicara cinta #tsahh
Sunday, 3 January 2016
Jemari satu
diantara jutaan titik yang membuatku basah aku terpaku
Melihat dua kepala berlindung di pinggir kota
Bajunya nampak kebasahan
Tangan yang satu meraih yang kedua, berusaha berbagi hangat yang tak seberapa..
Ia tersenyum senang, menggenggam keriput jemari satu semakin erat
Mata yang beradu pandang seakan bicara
" betapa beruntung aku hidup sampai tua denganmu.."
Di sudut lain aku kembali diam
Melihat dua tangan lain menjadi aktornya
Tidak lagi terpaut, kali ini terpisah tak seberapa jauh
Tapi keduanya tertawa di bawah rintik hujan
Berkejaran bergurau seolah dunia hanya dihuni batu bisu
Tangan dua terjatuh, tangan satu merengkuh
Bermain hujan seolah keasyikan yang terbesar
Suatu waktu ia berhenti
Memeluk tangan dua seolah berkata
" aku ingin selalu merasa muda saat bersamamu apapun waktunya.."
Menatap kedua jemariku yang kosong
Rindu sudah hatiku menanti jemari 'satu' ku
Mungkinkah dia sedekat ini atau sejauh itu?
Berharap suatu saat aku pun digapai jemari 'satu' ku
Aku dengan mantab menjawab,
Thursday, 26 November 2015
Saat pilihan menjadi rintihan -_-
Idud : "aku udah memutuskan pup...." dia sengaja menggantung kalimat dgn mata menerawang ke arah kuah soto orang disebelahnya.
Gue ga sabaran..
Idud: "aku ke apotek sebelah aja lah pup beli vitamin."
Ibuk: "12 ribu mbak.."
Resa: "kalo pecer telor?"
Ibuk: 10 ribu mbak.."
Resa: "hmmm... aduh apa ya.."
Ibuk: "jadinya pesen apa mbak? " *si ibuk mulai ngelus dada
Resa: "yaudah deh buk saya pesen pecel tempe aja."
Si ibuk udh ngelus lehernya Resa mao dikurbanin jadi rawon @_@
Suer semenjak hari itu, tiap kita ke kantin dan resa mulai pesen menu, gue yg udh trauma bgt gegara malu milih duduk manis aja di meja. Purapura g kenal tu org siapa -_-
Adek: "wahh mau mau. Ak mau magnum ya mbak."
Gue: "boleh. Mau magnum apa dek?"
Adek: "aku pengen magnum yg infinity D."
Gue: "oke yok.." gue siap siap. Dia trnyata masih kyk mikir.
Adek: "eh sebenrar mbak. Ehmm tapi ak jg pengen magnum yg gold ak belum pernah ngerasain juga."
Gue: "yaudah satu satu dong belinya. Ini mau magnum mana dlu bsok lg beli magnum yg satu lagi."
Adek: "yaudah mbak.."
Gue: "loh jadinya mau beli yg mana dulu ini?" Adek gue diem lg mikir.
....
.........
.............
Setelah agak lama sbntar (ini serius nih dia mikir selama itu.)
Akhirnya adek gue berhasil mematahkan dugaan charles darwin ttg teori evolusinya dgn mengatakan..
Monday, 23 November 2015
Gue dan dewasa
Paling takut kalo ngomongin masalah dewasa. Gue dari kecil paling takut yg namanya nambah usia, i dont know why. Suatu saat gue nonton opera Bobo, gue lupa judulnya apa. (Iya dulu gue anak Bobo, temen bermain dan belajar gue -_-V ). Intinya di opera itu ada seorang kepompong yg takut bgt jadi dewasa krn yah.. orang dewasa banyak galaunya dll. Krn itu dia gamau jadi kupu kupu. Eh wait... kepompong? Weh bego, masut gue ada ulet yg takut dewasa makanya gamau jd kupu kupu.
Okelah itu yg diatas ga penting. Gue jg bingung gmn ngelantur. Intinya gue sama kyk aktor utamanya, gue takut jadi dewasa. Ulang taun bukan bkin gue seneng, gue sedih. Ngeri. Pas SD gue takut jadi SMP. SMP takut SMA dsb. Tau tau udah kuliah aja gue skrg. Anehnya, gue takut dewasa tp gue bakalan sedih kalo g naik kelas, kan capcay -_-
Jadi makin kesini ketakutan gue makin besar. Nanti apa lagi yg bakal gue hadapi? Ortu gue udh mulai pake kata kata "kamu udah dewasa. Putuskan sndiri. Ambil apa yg menurutmu benar, tinggalkan yg meragukan." Gue entah kenapa sakit tiap denger itu. Gue merasa belom siap aja. Kata orang muka gue baby face, kelakuan gue? Yap, childish. Bukan lagi krn org blg "ah dia masih kecil maklumin aja.." tapi "ih kamu imut bgt ya kuliah tp masih kyk anak kecil." Perbedaan ini bkin gue sedih kadang. I wanna be like Peter Pan sometimes.. tinggal di neverand that i wont never grow old. Gue rindu masa kecil. Gue kadang kyk paranoia ngeliat satu persaru org yg dulu masih hampir seumuran satu persatu diambil orang. Tau tau udah jadi mamah aja. Ngeri gue bayangin lantas bentar lg kesempatan gue jadi unyu unyu gabisa lagi, justru gue yg akan ngelahirin dan nge-didik unyu unyu. Gue kadang suka mandang cermin, nanya apa yg sebenernya gue takutin kalo jadi dewaasa, sampai detik ini.
Lalu muncul lagi ketika gue mulai tertarik sama orang. Masa masa dimana gue lagi cabe cabenya. Ini perasaan dewasa bgt. Gue suka tepis itu kadang. But if we're talkin about love, its always complicated to explain.. always. Kenapa gue gabisa menghindar ato kenapa gue lari ketakutan, i dont know what exactly the answer. Gue cuma tau ini perasaan dimana gue mulai bertumbuh. And im afraid.
Harihari ini gue pake lebih useless. Cuma guling guling galau di kasur, toilet, dapur, kampus. Meskipun gue mencapai salah satu target gue, jadi AIESECer, tapi gue entah kenapa masih hening rasanya.
Gue masih inget gimana suatu hari gue stress berat entah kenapa. Yang jelas itu bukan krn org lain, melainkan diri gue sendiri. Gue sibuk salahin diri gue yg kenapa wasted so many times buat hal yg g berguna. Ngehilangin banyak chance dan anehnya, tenang tenang aja. Di sela nangis gue, gue tulis satu satu planning gue. Hari itu gue kyk org kesetanan. Maksa diri gue utk ngikuti apa yg ketulis di kertas hari itu. Dan kun fayakun, Allah menunjuk jarinya..
Dari sekian huruf. Satu persatu mulai jadi penunjuk gue. Dimulai dari gue diminta untuk ngebantuin project dosen gue. Dia neliti tentang konseling remaja. Project itu disupport byk pihak termasuk dikti, dikukuhkan jadi semi UKM di kampus, gue ditunjuk jadi wakil ketua. Ngga ngerti gmn perasaan gue. Cemas pasti ada, krn phobia terhadap apa yg bakal terjadi ketika lu dewasa selalu muncul ngehampiri gue.
Gue jg inget gmn mupeng nya gue buat jadi member AIESEC. Gue tegang bgt pas interview dan begitu lolos, cess.... lega lega dan lega yg ada di hati gue. Gue panitia winter fair-nya, perang batin mulai lagi. Gue merasa g byk kontribusi yg gue lakuin disitu. Gue se team 9 org, dan gue yg paling bego rasanya. Disitu gue sempet drop 2 minggu, ngelantur ga jelas. Saking parahnya, gue pernah class presentation ngejelasin fatal bgt. Untung itu grup, langsung pembicaraan diambil alih tmen se grup gue. Tapi anehnya, tmen tmen gue ngeliat gue kerja keras. Oh my... gue sampe ngakak krn tadinya gue udh tutup mata siap siap di kritik pas middle audit nya AIESEC. gelinya lagi, tibatiba vice president salah satu department disitu nawarin gue high role jd manager. Gue meringis, ini beneran kan? Gue kyknya baru kmren deh kesetanan nulis pengen lolos member AIESEC, just it. Gue ga muluk minta mau jadi itu ini, gue jadi staff, thats enough. Tau tau skrg...? Gue cuma geleng geleng kepala saking bingungnya.
Dan masih ada ada dan ada lagi huruf yg beterbangan di wajah gue. Belum apa apa bgt dibanding tmen tmen gue yg lain. Nuha yg skrg bisnis, coki yg ngelanglang buana jadi fotografer, mein exchange ke malay. Ato dnger tmen gue yg mskipun g dket, ya ttp aja tmen gue such as Hafidz yg jadi koting di kampusnya, khalid yg katanya jd artis itb, jigong sama rahma yg anak STAN, azzam yg lagi nyalon jadi apadeh ketua BEM ato gmn gtu. Dan faiz.... sobat gue yg paaaling deket, dia lolos beasiswa malay nya.
Gue inget hari itu. Dia pagi pagi triak di wasap mecah layar hape gue -_- blg lolos scholarship nya. Gue ikutan heboh malah nangis. "Akhirnyaaa eluuu dapett jugaa moom..." triak gue dalem hati. Sohib gue bgt, yg paling deket, paling aneh tp telaten ngajari gue bahasa inggris, yg gue sering bgt bertengkar krn hal sepele sampe diem dieman tp gapernah lebih dr sehari, yg kadang bisa galak bgt ato malah jadi jahil bgt, tau tau udh terbang aja ke malay. Dengerin cerita dia gmn kuliah dsb.
Gue jadi inget dlu pas SMA, gue ngmong ke dia,
Gue: "mom lu kalo nanti ke luar negri beneran, jgn lupain ane ya." Dia: "ane gabakal lah lupain lu. Lu kan gila bgt :p "
Gue: " dih jahat lu ngatain gila. Tp janji ya bener."
Dia: "iya ane janji."
Itu seinget gue sih obrolan 2-3 thn yg lalu wkwk. At last, dia beneran nepatin janji nya haha. Boro boro lupa, tiap hari ampe pengen banting hp gue liat notifnya nongol haha (canda mom =V )
Yap.. bisa jadi.. bisa jadi mereka mereka yg bkin gue terpecut buat lebih dan lebih. Especially tmen gue yg terakhir diatas. Krn dia yg ngerti kurus gendut nya badan gue dalam menjalani kehidupan # lah apa terus masutnya -_-
Cuma yah itu tadi, males gue segede badan gue. Gue kadang bisa kyk org gila dgn belajar sampe pagi ato nggak belajar sama sekali. Tp jujir bgt gue gapernah namanya nggak makan sama sekali :V nggabisa dipungkiri gue seakan terlahir dgn talenta tidur dan makan. Alergi belajar padahal demen bgt sama cowo pinter (buat perbaikan keturunan). Dan hal hal yg terus mengusik, takut buat dewasa, takut ngeliat beban dan tanggung jawab. Itu buruknya gue. Buruk bgt mgkin malah. Gue pernah saking takutnya ngeliat dunia, gue protes ke ortu. Minta di les in ini itu, gue memaksa otak dan diri gue utk ngejar target yg gue mau. Gue stress dan panik masa itu. Tapi babe gue dgn calm ngomong
"tempatkan dirimu seakan kamu tidak mempunyai apa apa tapi kamu tahu kamu harus berjuang. Orang pinter dan kaya, itu wajar. Tapi orang pintar meskipun keadaan nya sulit, itu baru luar biasa."
Disitu gue diem. Babe gue jarang ngomong, atopun ngomong keras bgt biasanya. Tapi gue serasa kyk digampar keras bgt. Iya bener itu. Gue baru sadar kalo ternyata fasilitas bikin gue terlena. Itu adalah hari terakhir dimana gue ngga lagi minta diceburin ke kolam surgawi haha. Sebaliknya gue beli pelampung, ngebiarin diri gue separuh ngambang di surgawi tapi pelan pelan mulai belajar ngehirup dunia luar, dunia yg sebenernya. Sebelom gue bener bener harus naik keluar dari kolam utk hidup di dunia yg sebenernya. Get it?
Okay well ini kebiasaan gue bgt utk g pinter closing cerita. Iye gue ngertiii gue hobi ngegantungin cerita, cuma bener gue kaku masalah ginian. Asal gue ngga ngegantungin cinta lu aja kan gadosa #apasih -_-
Okelah ngomongin masalah ngegantung. Nambahin aja biar jd closing..
Gantungin harapan lo setinggi sajadah lo. Kenapa? Biar lo bisa baca setiap hari ala yg elu gantung setiap kali elu berdoa. Gosah lu gantung ampe langit. Kejauhan. Belom tentu elu ada duit buat nyewa roket NASA. Tapi biarij Allah yg satu persatu ngambil to di list kita yg udh digantung di sajadah. Harapan akan terbang ke langit seiring dengan kun fayakun Tuhan. Kelak disitu elu bakal bangga karena ukiran kertas kita di langit adalah pencapaian yang sudah kita tepaki. Kan lumayan tuh org lain bisa ikutan baca, kalo elu udh gantungin di langit duluan pas masi rencana, ngga kesampaian, kan malu :p
Yok gue dugong. Salam gantungan :V
Sunday, 8 November 2015
Bulanhujan penuhkejutan
Gue barusan nemuin hape lama gue yg udah ilang setaun. Tibatiba aja ketemu. Gue buka, dan semua isinya aroma galau wkwk =D
Entah deh ya, gue cuma ngerasa dulu kok kyknya complicated bgt idup gue. Kalo dipakein rumus fisika udah ga mempan saking ruwetnya. Cuma yg gue bersyukur sih, gue berhasil nglewati fase pencarian jati diri gue dgn baik #tsahhhh..ngeri.
Yah masut gue baik bukan terus perfect sih. Masih banyak yg harus ditambal sana sini.. setidaknya gue dulu kaga yg makan beling panas ato makan mie ayam herbal lewat hidung. Tenang aja gue masih normal kok, liat cowo cakep langsung jaid bego (itukan normal) -_-. No no.. sebenernya ada nyesel jg sih. nyesel kemana aja umur gue dibuang kok kyknya gue gada mahakarya yg topcer dan bisa gue banggain gitu. Apalagi gue skrg makin tua makin ga ngerti gue harus gimana menghadapi penuaan ini. #tanya pada pond's.
But afterall gue ttp bersyukur lah dgn apa yg gue lewati dan skrg yg gue miliki. Ngliat nelangsanya kata kata gue di diary hp. Serasa gue balik ke masa lalu dimana gue kyk lonely bgt. Org di luar ngeliat gue ceria dll, tp dalem hati, gue mah cuma roti keju yg atasnya dikasih topping toblerone. Masutnya? Gue jg gatau :V
Sekarang gue punya tempat yg bisa gue andalkan utk jd diary kedua gue. Diary hidup. Only one. Yg gue berharapnya sih, ttp bakal jd diary gue sampe gue ga sanggup lagi nulis (alias mati guenya hehe).
Ngobrol masalalu lagi... yah gue jadi speechless juga sih dgn tulisan gue yg begitu ajaib. Ahh gue beneran pernah mengalami hal hal itu? Wow dsb.
Yup inilah salah satu benefit yg gue dpet krn terbiasa nulis diary wahahah.. gue jd inget apa yg gue lupa. Seharusnya semua buku kuliah gue gue bkin diary ya biar diinget -_-
Anyway mgkin cuma sgini dulu sih yg mau gue tulis. Gue merasa malem ini sepi gue jg gabisa tidur krn suatu problem. Cuma gue pegel juga kalo ngetik -_-







