Showing posts with label oldlady. Show all posts
Showing posts with label oldlady. Show all posts

Friday, 5 June 2026

Menghitung Minggu Menjelang PJF

 Menghitung hari dan minggu di mana si Ikan dan rombongan dateng ke rumah.

Yatuhan!! Gue sumpah gak percaya ini bakal terjadi?


Gue merinding keinget mas S pernah bilang ke gue (meski konteksnya bercanda), " Nanti someday dia ke rumahmu, ngetuk pagermu."

And it will happened for less than a month😭😭😭😭 Thanks for PJF you made it happenssss!!!


Tahan Dugong!

Lu gaboleh keliatan terlalu eksaitit nanti kalo lu plenger dan kecintaan, dia jadi ilfeel gimana anjay😩


Gue harus demure... gaboleh tantrum!


Thursday, 31 July 2025

My Self Reflection Today (2)

 Hello!

Semalem gue nangis sesenggukan karena terharu bejir😂 Terus, gue sibuk wasapin orang-orang yang menurut gue harus gue ucapin terima kasih.

Karena itu, gue gak bisa lanjutin ngeblog dan memutuskan untuk hari ini aja ngelanjutin part 2 dari postingan sebelumnya.

Well, cuti dua hari ini sangat bermakna. Gue lama banget gak nanya diri gue sendiri karena selalu sibuk mencukupi diri di hal lainnya, terutama di masalah keuangan.

Let me tell you about my story...

Setiap Orang dan Masanya

Di usia menjelang 30, gue baru belajar kalau ada loh, namanya arti kehilangan karena udah abis masanya—dan bukan karena alasan-alasan logis terkadang—tapi yaudah. Gak deket lagi dan kayak gabisa lagi.

Ini sebenernya udah sering terjadi di hidup kita, termasuk gue. Kayak dulu punya sahabat dari SD, pas beda SMP.. lost contact. Punya sahabat cowok yang dia nangis-nangis patah hati aja ke gue. Begitu udah punya cewek dan ada juga yang udah balikan, lost contact. Dan masih banyak lagi.

Dan berhentinya kita dekat, rata-rata juga bukan karena pertikaian. Tiba-tiba udahan ajah. Diem, hidup dan sibuk sendiri-sendiri. Tapi kalau disapa, ya ngobrol lagi sebelum pergi lagi.

Salah satu kehilangan yang paling signifikan dampaknya, of course waktu gue putus. Patah hati pertama dari pacar pertama. Back to my ex story, di mana gue ngerasa kami udah mengupayakan banyak hal dengan versi terbaik yang kami bisa, hanya untuk bertahan.

Pada akhirnya, mau sebaik apapun kita usahakan, kalau udah waktunya abis, yaudah.. abis.

Bahkan, dulu... beberapa saat setelah kami putus gue masih berkeyakinan gue akan bersama dia lagi. Tapi, kalau ditanya lagi sekarang. "What if someday he ask you for one more time?" I definitely say no.

Pada akhirnya... semakin lama kita hidup di dunia ini, maka akan semakin banyak kita belajar soal pertemuan dan kepergian.

Gue belajar bahwa setiap orang bisa menjanjikan akan mengupayakan untuk menyayangi seseorang yang berarti untuk hidup mereka. Ke orang tua, ke adik, kakak, sahabat, your lover, temen kerja, and more.

Tapi yang gak pernah bener-bener bisa kita pegang adalah, "FOR HOW LONG?" Karena cuma Tuhan yang megang kendali.

Ternyata.. kata "Aku akan menyayangimu sepanjang hidupku." bukan berarti sampai kita mati.. tapi soal sepanjang masa kita dengan orang tersebut.

Karena itu ada istilah people come and go. Dan meskipun ini pahit, kita harus terus belajar di salah satu life lesson kampret ini😖

That is why... sepertinya, gue akan belajar menikmati dan menghargai setiap detik masa-masa ini bersama orang-orang. Sebelum nanti akhirnya gue atau orang lain yang diputuskan Tuhan untuk udahan.

I will treat them better, love them bigger, hug them tigher, smiling together.. greeting them with my clingy morning.

I will enjoy every single time that God gives to me.

And it's not only for them, but also me.

Karena kebaikan akan tinggal, meskipun hidup lu gak bertahan lama.

Satu hal lagi.

Jangan minta orang pergi dari lu ketika mereka lagi berjuang buat lu, tapi jangan pernah memaksa mereka tinggal kalau mereka mau pergi.

I will respect them and myself as much as i can. Until its end.

Berani Hidup Sendiri dan Terbiasa Merasa Sendiri

Dulu, selama gue pacaran (anjir sori bukannya gue gamon, tapi emang ini yang paling relate woi😂😂), chat gue jarang sepi. Tiap pagi minimal ada ex gue yang nyapa pagi gue sampai sebelum tidur. Kalau ada apa-apa, gue ada orang yang bisa ditanyain pendapat.

Atau karena gue masih punya orang tua lengkap dan mereka mampu, gue merasa kalau ada apa-apa, ada yang siap 'ngebackup' gue (meskipun gue lebih banyak tidak menggunakan privilege mereka).

Sampai akhirnya ada di titik di mana gue ngerasa dunia tetap rame banget, makin rame kadang. Tapi gue ngerasa sendirian.

I mean, gue sebetulnya dari sononya udah diciptakan Tuhan lebih suka kemana-mana sendiri. Selama kuliah misalnya, gue sering jalan sendiri, nonton sendiri, makan sendiri dkk. Tapi, ketika gue dihadapkan situasi di mana "Ini beneran lu harus sendiri lagi. Elu udah dewasa pulak, harus lebih mandiri."

I swear but it was so scary.

Sampai akhirnya, gue belajar lebih berani dan punya mindset, "Oh, ternyata, kesendirian itu gak semenakutkan itu. Masih bisa dijalani. Tenang aja."

Pada akhirnya, sekarang gue menyikapi kesendirian dengan cara wajar. Peluk diri secukupnya, hibur diri semampunya, dan kembali ke reality.

Emang bener kata Babab, "Makin gede kita, makin banyak kita ngomong yaudahlah gimana lagi?"

Bahwa Setiap Orang akan Berubah, dan Itu Nggak Papa..

Ini adalah life lesson yang gue temukan pagi ini banget. Ada seorang konten kreator yang cerita dia menikahi istrinya karena sifat idaman yang dia temukan di diri wanita ini.

Tapi dia kaget, karena setelah 4 tahun pernikahan, dia merasa kayak 'telah menikahi 6 orang yang berbeda, padahal tetap satu.' Mulai mempertanyakan, "Kok dia yang dulu beda ama sekarang?"

Di tahun pertama, istrinya pendiem dan lebih suka di rumah. Sosok yang penurut.
Di tahun kedua (mereka udah menikah ceritanya), ternyata istrinya mulai jadi orang yang bawel dan baru keliatan cerewetnya.
Di tahun ketiga dan keempat, mereka udah punya anak. Istrinya jadi agak resek dan gampang marah. Mungkin karena penyesuaian diri menjadi ibu.
Di tahun kelima, istrinya lagi mode bucin ke si konten kreator. Mereka jadi ngerasa makin deket dan di fase honeymoon phase.
Kemudian di tahun keenam, istrinya yang udah bucin tetiba jadi rada avoidant. Lebih diem, gak suka ngegombal lagi, dsb.

And you know what? Di akhir video, si konten kreator masih bilang, "Gue masih cinta banget ama istri gue. Meskipun gue udah ngeliat 6 sisi dia yang sangat berbeda."

That's it. Kita adalah satu orang, tetapi terbentuk dari berbagai situasi dan bertemu juga dengan banyak orang. Jadi, perubahan adalah hal yang wajar.

(Biarpun menurut gue, tidak semua perubahan harus dinormalisasi ya. Kalau lu tadinya jadi sahabat yang baik terus tetiba berkhianat, ya jangan. Tinggal kita ngukurnya aja gimana perubahan ini bisa diterima).

Dan, kita perlu lebih peka untuk tahu, siapa aja yang udah melihat berbagai sisi kita ini (bahkan jikalau belum semua keliatan), tetapi mereka enggak pergi. Mereka menyayangi kita apa adanya.

Selain papa mama lu, adik kakak lu, nenek lu, siapa lagi?
Hargai mereka, ya...

Berpikir Luas, Bukan Cuma Soal yang Umum

Ini adalah bahan diskusi gue sama emak gue kemarin. Ceritanya, ada temennya yang bingung karena anaknya dia baby blues. Padahal ini anak keempat dan semua kelahiran dia ngalami baby blues yang katanya cukup parah.

Yang bikin lebih 'bingung' mereka, si mbak ini dari keluarga yang kaya raya. Masing-masing satu anaknya dipegang satu baby sitter. Suaminya setia juga. Intinya si embak tinggal bernapas, cantik, dan berkarier (menurut keterangan yang bersangkutan).

Jadi, kenapa tetep bebiblus? Padahal fasilitas lengkap, duit ada.. masa gak bersyukur? gitulah intinya.

Gue yang denger cuma manggut-manggut dan bilang, "Yah, Tuhan kan adil bagi jatah masalah. Kalau bebiblus cuma berlaku di orang kekurangan, kasian dong. Bebiblus itu kan faktornya banyak dan gak semua bisa dijelaskan. Kita kadang gapaham."

Berpikir luas... banyak disalahartikan dengan berpikir secara umum.

Menurut gue, yang berlaku di umum belum tentu bener atau salah, karena biasanya diambil dari yang rata-rata terjadi.

"Ah lu mah enak. Udah pinter, pasti sukses gedenya."

"Lu kaya, beli apa aja bisa."

"Lu cantik, jodo mah bisa dicari."

"Lu udah kerja, belom nikah, duit buat elu sendiri."

Dan masih banyak lagi.

Padahal, balik lagi, Tuhan nyiptain kondisi tiap orang beda-beda. Ada yang diuji dari A, B, C, sampe X. Udah kita disuruh kuat ngehadapi masalah masing-masing, lah ada orang petantang-petenteng mempertanyakan elu kenapa ini itu, kan gak enak wkwkwk.

Gak ada yang menuntut kita untuk memahami orang lain. Dan jangan menuntut orang memahami kita. Secukupnya aja pokoknya. Kalau ada yang paham, ya syukur. Kalau kita paham, ya bagus juga. Yaudah gitu aja.

Berpikir luas menciptakan kelegaan karena keluasan hati dan pikiran. Menerima bahwa apa yang kita ketahui baru sekecil itu, jadi sebisa mungkin ngerem untuk pengen tahu kecuali dikasih akses.

That's all!

Monday, 23 June 2025

Blue with Skyline :)

Hari ini gue cengeng banget, padahal masa PMS udah berlalu. Nggak tahu berapa kali gue memutar lagu Skyline yang 'Love Lesson No.1.'

Bahkan, gue nulis blog ini, sambil puter lagu itu untuk kesekian kalinya.

Hati gue rasanya sakit banget hari ini. Tiba-tiba hancur. Tiba-tiba mudah sakit dengan semua orang di sekitar gue hari ini. Kayak banyak emosi sedih ngumpul jadi satu di kepala, di hati..

Gue berusaha tidur dua kali sepanjang siang dan sore. Tapi itu pun sia-sia... Nggak ada yang tidur di dalam diri gue.

Hal yang berhasil mengalihkan rasa sedih gue cuma belajar bahasa Jepang di Duolingo sampai jatah nyawanya abis. Sesakit itu sampai gue nggak bisa apa-apa selain ngalihin perasaan.

Bahkan, sharing meme di Instagram, yang mana selalu gue lakukan setiap gue sedih untuk ngehibur diri, nggak sanggup gue lakukan.

Gue cuma posting lagunya Superman Is Dead yang menguatkan gue.

Begitu beratnya jadi Joker. Punya dua muka yang berseberangan. Punya penyampaian emosi yang berseberangan.

Si makin kenceng ketawa, makin sedih hatinya.

Gue sapa manusia di sekitar gue tanpa dirasa-rasa. Padahal dalem hati emang today lagi ambruk.

Lagi pula, siapa yang suruh nggak bisa nangis? Siapa yang suruh nggak bisa cerita?


Nggak ada.


Entah, ini lagu Skyline yang 'Love Lesson No.1.' yang ke berapa selama gue nulis diary ini...


Jam 10 pagi, temen sekantor gue tiba-tiba chat. She doesn't even know that i'm devastated. I'm ugly crying when she texted me, "Semoga kamu dalam keadaan baik dan bahagia."

That's how God lend me His hand from this yasashi girl.


Jari gue mandeg cuma buat sekadar curhat ke Babab. But i knew, she knews something is wrong with me. I love her for my last breath of my life.


Well Dugong, remember this.

You're walk in adult life now.

I know, it's so much painful just to think about.

U sometimes feel so deeply lonely.

U will crying sometimes for something that might hurt u about yesterday, last week, a year ago, 7 years ago, or so.

U will find yourself trying your best to be a strong one. Eventhou u are always says to people around you that never ever to feel being alone.

U may needs to put your mask on to pretending that everything is fine.

And that is okay.


U can't put your 100% trust to people. Them also have their own bussiness.

But, still, please be kind. Be a good one.

You will never regret that, i promise.

U need to believe that day by day, u deserve to be happy and happier.


You are the first child. They are watching you.

Don't be cry. Wipe your tears. U don't need that now.

Don't be weak.


Entah, ini lagu Skyline yang 'Love Lesson No.1.' yang ke berapa selama gue nulis diary ini...


Gue berencana minum americano abis ini sebelum persiapan nge-gym. Semoga akan membaik.

Monday, 29 January 2024

I Reborn

Unsplash by Adrianna Geo


Today and so...

I reborn to be someone new and better (hopefully)

I will not afraid to face the world, this amazing world


I always seing myself, to be someone that..

So, then i will be that person


I will love myself more

I will protect myself more


I always imagine when i play my guitar, playing my favorite song

I play "Romance de amor"

I sit near the window

Seeing my favorite rain and how beautiful the tears


I will be that girl, bringing my "Romantic de amor" in the middle of rain

With my rustic things

With my curly short thing


I sometimes seeing myself

Build my own castil with snow

A thousands snow

I see myself smiling


I see myself reading my favorite book in the middle of cafe

In the corner of that Europe things


I see myself praying to the God with crying

In the middle of night

Begging whatever i want

Only He knows i can crying

While people dont


I reborn

None can dictate who i am


I reborn

Myself first and more

Friday, 26 January 2024

Januari Hujan

Izinkan aku mencintaimu, setelah sekian lama tidak lagi

Izinkan aku mencintaimu, setelah sekian lama hanya doa yang bisa kupanjatkan


Cintaku mungkin memudar, tapi keyakinanku masih di depan


Tidak perlu kamu ajarkan bagaimana aku hidup tanpa kamu

Karena Tuhan yang mengajarkan aku bagaimana aku akan hidup dengan kamu


Bila bukan sekarang, aku tahu itu akan menjadi nanti

Nanti yang selamanya

Monday, 11 September 2023

Senin Slump

 Hari Senin dan huru hara masih berlanjut seputar pekerjaan dan freelance. Tapi, mau gue syukuri aja selagi badan dan pikiran masih mampu melakukan itu.

Gue udah ada di titik pengen liburan banget, wkwkwk. Tapi dompet belum cukup pulih setelah dihajar beli mekbuk awal akhir bulan lalu. Jadi gue harus pikir otak mau nyari tambahan apa lagi?

So far udah ada dua freelance dan rasanya gak sanggup nambah lagi tolong.

Agenda hari ini selain kerja, pengen sedikit tidur setelah ashar meskipun tidur sore kurang baik, dan gym nanti abis isya.

Yes, tidur sore emang gak oke, tapi mata gue udah ga kuat. Gue berencana mau nyuci tas, tapi kepala gue berat banget karena obat. Yaudahlah ya, dilonggarkan dulu wkwk.

Nanti malam mau nonton The Big Bang Theory setelah 3 hari bolos nonton akibat adik pulang ke rumah.

Itu aja dulu karena mau rebahan!

Monday, 8 May 2023

another sambat in monday

 Mumpung lagi mood ngeblog, hajar lagi untuk nulis yang kedua.

Apa kabar dugong?

Baik, selain lagi gila karena nafsu makan begitu meningkat (gue udah skip intermitten fasting brapa hari ini sejak lebaran tolooong -_-), gue dalam keadaan baik.

Kesibukan gue sekarang selain jadi pejuang emas antam di sebuah media online besar di Indonesia (cieee) adalah jadi anak gym (motivasi untuk kurus dan ada mas ganteng), les bhs thailand, player nana skin gajah di mobel lejen (eh gue beneran canggih tau!), dan pegiat intermitten fasting dan sgala tetek bengeknya. Yah, alhamdulillah so far bikin gue jadi lebih bagus mood-nya dan merasa (Sedikit) lebih cantik karena kulit jadi bercahaya NGAHAHAHA.

Btw, menemukan rasanya menang karena bisa beli sesuatu dengan jerih payah sendiri itu so trur as fuck. tapi, di sisi lain, gue juga jadi ngerti cara ngehargai duit jadi gamau main-main with that.

Gatau kenapa tetiba gue kangen sama temen-temen SMA gue. ini dikarenakan gak sengaja baca postingan adik kelas di smp yang cerita kalau ketemu jodohnya di smp (jadi si cewek adik kelas gue, si cowo temen sekelas gue). tapi romantisnya adalah ternyata si cowo udah naksir dia dari smp.

ahh, ngebayangin yang indah-indah begitu gue kerasa ngeganjel aja. hahaha.

dan sampe sini, gue udah buntu dong mau nulis apa.

Oke, drama yang lagi ditonton so far adalah mr queen dan bad romeo. btw, gegara bad romeo, gue jadi tergila gila lagi ama mario maurer, dahal ni anack udah tua banget kan ya? tapi mario emg my very first love aktor thai. yang meskipun kemudian dia tergempur oleh aktor aktor tampan lain seperti gun atp, bright vachirawit, dan mile phakphum😋

Makanan favorit so far masih cheese, tapi mulai geser ke healthy food demi masa depan yang lebih baik (dan tidak dihajar personal trainer dengan kardio berat).

minuman favorit masihlah lemon tea, bedanya (lagi-lagi) tanpa gula. gue ganti stevia (ceilah sombong).

well, blog ini emang jadi nggak penting haha. tapi biar deh, kali aja habis ini gue jadi agak rajin nulis hahaha

Saturday, 16 April 2022

Embraces me!

 Embrace....


Pada malam ramadhan ke-14 hari ini, gue entah kenapa pengen banget ngegalau di sini sambil dengerin lagu 'Embrace' dari Yoon Hyun Sang.

Yeah, this anxiety feeling embraces me. Btw, lagu ini enak buat didengerin, especially for people like me, who really is into ballad k-drama song.

Apa kabar Dugong?

Well, i'm fine. It's a very good time for me to do anything i want, with this knowledge, work place, position, financial, my freedom, my own condition, everything..


Tapi kenapa? Kenapa gue merasa hampa banget? Kayak ada sesuatu yang mungkin di lubuk hati sana pengen banget dicapai, atau diselesaikan, atau disentil, sesuatu yang kosong. I have no idea.

What's wrong Dugong?


I know, perjalanan menjadi dewasa, even baru beberapa tahun napaknya, ternyata emang berat kan? Ternyata emang ga semudah atau sebebas yang dipikir dulu.

And you know, me as a feeling person, entah kenapa ngerasa pilu banget hari ini. I try my best to do anything good today. Beberes meja belajar, kamar, semprot wewangian udah kek kemenyan, ngecek portofolio saham, ngecek essential oil yang ternyata varian flu udah abis, everything... 

Rasanya malam ini pengen terjaga, entah dengan pemikiran apa. Gue cuma pengen dengerin lagu 'Embrace' berulang-ulang. Meresapi entah apa arti liriknya, meresapi kesenduannya, dan suasana malam ini yang tenang banget.


Kapan lu nangis buat diri lu, Dugong?

Lupa.

Meskipun keliatan rame di luar, gue dididik sama bapak yang tampak kurang empati dan jarang punya ekspresi. gue besar sama ibu yang berusaha jadi ibu yang baik, tapi juga strict at the same time, memperlakukan gue sebagai "anak pertama yang harus kuat dan gaboleh nangis."


Dan milestone usia 20-an ini, membuat gue sadar, gue pun tumbuh jadi orang yang nirempati, cuma ramah di luar, tp yah seperti film-film, rapuh dan dingin di dalam. Cuma buku diary atau blog yang jadi pelarian. Ada sebagian dari diri gue yang menghibur diri dengan tertawa sekeras mungkin, bikin orang ketawa, dan sebagian lainnya cuma meringkuk di sofa, seolah menunggu seseorang mampu meredam marah dan sedih gue tanpa kata-kata.

Blog ini memang menjadi membosankan sejak berdirinya gue di usia yang uzur. Kehilangan sense humor, lebih penyendiri, berusaha menyenangkan semua orang, berlaku kurang adil sama diri sendiri, dan begitulah.


Kalau pas jaman remaja, gue sering dinilai sebagai anak abege yang ga takut apapun, unplanned, semua dibawa haha hihi, sekarang gue beda. Orang sekitar akhir-akhir ini  bilang ke gue dengan gambaran yang opposite banget,

"Lu kerja sampe kayak gini biar apa?"

"U okay, Pul?"

"Lu terlalu keras sama diri sendiri."

"Adik-adik lu dah gede, pikirin dulu aja diri elu."


Blog ini memang bener-bener jadi sampah sekarang. Sampah untuk siapapun yang masih ingin mampir, membaca, atau memastikan kabar Dugong terkini.

Blog ini udah dewasa, semakin dewasa dengan segala permasalahan yang ada

Entah masalah yang dibuat, diciptakan, atau memang ada...


Blog ini telah melalui banyak hal, menjadi saksi atas segala hal.

Blog ini saksi bisu dan sejarah gue bertumbuh.

Blog ini harapan gue, doa, tangis, bahagia, kemarahan, jatuh cinta, patah hati, kekecewaan, dan apapun perasaan yang mungkin enggak tersampaikan secara spesifik, selain dalam untaian kata.


Dan... blog ini tidak akan pernah berhenti berjuang, mendengarkan dengan setia si empunya.

Meski Dugong telah bertransformasi..


Gue ingin tutup tulisan ini dengan perubahan mood yang lebih happy. Sambil dengerin "With" dari k-drama terbaru, "Twenty Five Twenty One".


Apa kabar?

Baik.

Domisili?

Masih di rumah, gue kerja semua WFH.

Kerja di mana?

Gue kerja di dua tempat, satu content writer dan internship coordinator di kantor M***ill dan Community Editor di GN**.

Kerja dua, kok bisa? Bagi Waktunya gimana?

Bisa, gue butuh cuan biar stabil. Dont ask me how to do, gue jg bingung bisa kuat dari mana.

Kegiatan yang berguna?

Well, gue berusaha bikin konten yang isinya poems gitu di tiktok, meskipun lagi mandeg. Kemarin ditawari temen jadi penulis skrip buat YouTube dia.

Hobi baru?

Belajar investasi hahaha. Gue mulai main saham, reksa dana, sama investasi emas, diajarin sepupu, temen, medsos.

Nikah?

Belum tahu, masih orientasi karier.

Single?

I am single, but my heart is into someone now (Cha Eun Woo, Hyun Bin, Song Joong Ki, u can count them too!)

Target tahun ini?

Langsing (again?), tabungan dengan nominal tertentu, move out from home to be independent.

Target terdekat?

Beli hape baru hahahaha!

Sunday, 6 June 2021

Surat Perpisahan III

 Hahaha butuh tambahan waktu beberapa hari untuk gue memutuskan dan menyelesaikan tulisan ini, mempertanyakan apakah this is the right decision to share this story here. It' onoe of my deepest secret, my precious book...

Tapi gue akan tetap nulis, karena sepertinya ini akan membuat gue lebih lega dan plong untuk melepaskan sesuatu yang udah bertahun-tahun melekat dengan gue. It takes time and it has to be cut off from now... even if its really hard and hurt me...

So, here is the story...

As i said before, gue udah lost contact dan hampir nggak pernah ada kesempatan ngobrol lagi setelah lulus SMA dan kami beda kampus. Oke, pernah sih ketemu 2-3 kali. Pas itu gue ke Bandung dan dia ikutan makan malam sama keluarga gue bareng Lupong. Yang kedua kami ada meeting buat acara alumni di Solo dan gue sempet cuma berdua sama dia karena pada ngaret (emang pada kampret -_-) Tapi ya yaudah selain itu beneran enggak ada. 

So, this is how the complicated things started happened to me...

Sejak kami lulus SMA, gue mulai bermimpi tentang dia, padahal pas masih satu sekolah malah hampir nggak pernah. Awalnya tuh gue pikir ah karena gue terlalu kangen sama dia, kan 12 tahun satu sekolah jadi kayak belum terbiasa. Tapi lama kelamaan mimpi itu kerasa punya cerita, momen, dan situasi yang janggal.

Gue urutin kronologinya ya.

Gue sebut fase pertama mimpi ini "recalling a memory'. Karena di mimpi itu kami kayak malu-malu banget dan faktanya pas masa sekolah kami emang kayak gitu.  Ada temen-teman yang cie-ciein, kalo ketemu suka merah mukanya dsb. What i felt in that phase? Gue kadang suka kangen sama dia. Rasanya kayak semalem gue visit ke masa lampau dan merasakan bahagianya seperti apa.

Kalau gue lagi ulang tahun, dia akan datang ke mimpi gue untuk ucapin happy birthday. Pas gue lagi sedih, dia bakal datang hibur gue. Kalau gue lagi butuh semangat, dia datang buat gue. Dan ini terus berlangsung sampai beberapa tahun setelahnya (even last night), saat gue udah punya kehidupan baru dan aktifitas baru tanpa dia.

Hingga tahun ketiga selepas kami lulus, gue selalu mimpi dia kayak recalling masa lalu kami. Ketemu di SMA, ketemu di SD kami, ketemu pas SMP, dsb. Pokoknya tuh kayak gue balik lagi ke masa dulu.

Fase kedua gue namain "Why Me?" dimulai saat udah tahun ke empat. Mimpi gue juga mulai berubah cerita, kalau tadinya recalling, ini lebih banyak sedihnya. Ada salah satu satu mimpi yang sangat gue ingat dengan jelas hingga hari ini.

Waktu itu kami nggak sengaja ketemu di daerah tempat gue tinggal. Dalam mimpi, gue memutuskan untuk ninggalin dia. Kemudian dia datang dengan wajah sedih dan nanya ke gue, "Kamu masih ingat janji kita?" dan itu terus dia uang-ulang. Bangun tidur badan gue penuh keringat dan butuh waktu beberapa saat untuk fokus lagi kalo it wasn't real.

Pernah suatu hari gue deket sama seorang cowo. Pas gue berusaha mulai buka hati, dia akan datang ke mimpi gue dan berusaha mengacaukan niat gue untuk melupakan dia dan bikin nggak bisa move on. Selalu kayak gitu. Di titik ini gue mulai menyadari, ada yang salah dengan diri gue atau kami punya koneksi aneh yang enggak bisa dijelaskan hingga hari ini (entah kalo dia gimana).

Btw, i am so sorry for this. Aku terpaksa bohong sama kamu kalau aku depresi, padahal aku enggak. Aku enggak siap ketemu kamu setelah bertahun-tahun dengan semua mimpimu. Aku enggak siap ngomong dengan kamu seolah nothing was happened to us, to me... Aku takut aku akan berharap lagi sama kamu, mulai sayang kamu lagi, dan ketakutan-ketakutan itu membunuhku suatu saat nanti.

Gue jujur agak tersiksa di periode ini. Di saat kuliah gue sedang sangat menggila tugasnya, organisasi banyak duty, engga sempet main, dan asdos yang bikin gue kadang harus transkrip banyak data, pokoknya gue jadi gampang badmood dan nyalahin dia setiap mimpi itu datang.

Gue pernah nangis dan teriak, "Kamu maunya apasih?!!!" saking frustasinya. Seolah lu banyak pertanyaan tapi kayak enggak ngerti apa, enggak ngerti cara nyari jawabannya, dan semua jadi serba salah. Gue cuma bisa stalking dia dari medsos, curi dengar sana-sini tentang kabar dia yang makin keren di Bandung sana. Gue stuck untuk mencintai seseorang karena dia kan datang memperingatkan gue dengan wajah sedih dan di sisi lain gue nggak juga berhenti membandingkan dia dengan orang lain. Like he is so perfect why i need another man? I dont have any friend to share with..

Di part kedua ini gue merasa dia mulai menyakiti gue secara mental. Semua mimpi yang enggak gua inginkan, menimbulkan angan yang menyebalkan, dan praduga-praduga. Belum kalau ketemu teman-teman dari SD-SMA, gue akan terus disandingkan sama dia.

Mimpi part ketiga dimulai saat gue beneran move on, gue namain "Halucination". Why? Karena di sini adalah waktu dimana Gue mulai benar-benar terbiasa tanpa dia dan jarang mikirin lagi. Meskipun begitu, dia akan tetap selalu datang di mimpi gue. Kadang seminggu tiga kali, setiap hari, sebulan sekali, sampai tiga bulan sekali. Intinya enggak menentu.

Btw, di postingan sebelumnya gue pernah cerita tentang mimpi ajaib gue. Dan cowok yang gue maksud gendong bayi itu adalah dia hahaha...

Dia datang dengan cerita yang berbeda. Enggak recalling, enggak sedih, tapi justru hal yang kayaknya nggak akan mungkin terjadi, yaitu akhir yang bahagia bersama. Kadang gue mimpi kami kayak udah nikah dan orang-orang berbahagia buat kita. Kadang dia genggam tangan gue, berpelukan seolah pasangan sejati.

Gue pernah mimpi dia datang ke gue dan tanya, "Gimana caranya minta kamu ke bapakmu?"

Sebelum gue menginjak ke mimpi fase keempat dan kelima, sampe disini elo pasti bingung, like seriously gue mengalami itu bertahun-tahun? Yes, i swear. Gue cuma cerita ke orang-orang yang paling terdekat. Pernah pas gue frustasi, gue sampai marah dan teriak, "Kenapa sih kamu enggak berhenti jadi bayanganku? Kalau masih ada yang belum selesai, bilang, jangan giniin aku!"

Dan inilah part terberat... maybe it started from 2 years ago? Mimpi fase keempat, "His message." Jujur, gue nggak tahu apa yang terjadi. Mungkin di kehidupan nyata, dia udah mikirin nikah? 2019 atau 2020 kira-kira.

Waktu itu gue kayak lagi main bertiga sama dia dan Faiz (sobat gue dan temen satu SMA juga). Disitu tiba-tiba dia bilang gini, "Kamu kalau cari suami harus orang baik, biar kamu ikutan jadi baik. Kamu harus bahagia."

Disitu gue sedih dan tanya, "Kamu udah ketemu (sama jodohmu?)", dia bilang udah. Gue tanya lagi apakah dia udah kenal sebelumnya? Apakah itu teman satu kampus? Dia jawab "Iya."

Kemudian setelah sekian lama gue mimpi lagi, bulan Desember 2020 kalo gak salah. Intinya gue lagi-lagi mimpi dia mau nikah.

Suatu malam lain, gue mimpi dia datang ke acara lamaran gue (lah gue lamaran?). Disitu dia ada karena kebetulan calon suami gue orang sekampus dia juga gitulah. Disitu wajah dia bahagia banget, padahal gue sedih. Terus pas acara lamaran selesai, gue panggil dia untuk melipir ke suatu tempat and he said okay. Ketika udah di tempat yang sepi, gue tiba-tiba nangis dan tanya lirih, "Kamu dulu mencintai akukah?" Dia agak terdiam sebelum bilang dengan suara yang sangat pelan, "Iya.." Kami berdua sekarang menangis dan saling pegangan tangan. Dahi gue, gue tempelin di tangan kami berdua sampai air mata gue netes di kulit dia. Gue tanya lagi, "Sekarang (masih cinta?).." Dia jawab lagi, "Masih.."

Wah mampus sih gue bangun langsung kaget lagi ini apaan sih gitu yampun -_-

Di lain hari, gue mimpi ngobrol lagi sama dia. Dia bilang mau menikah sama orang yang daerahnya asal Sunda, intinya di Jawa Barat kali yah? Dan dia bilang satu kampus. Asli, kalau inget itu gue bergidik sendiri😐😐

Why? Karena tiga hari kemudian sejak mimpi itu, temen baik gue ngabarin dia mau nikah😂😂😂 Dan lucunya, dia tadinya basa-basi, eh tiba-tiba gue nyeletuk, "Nes, dia mau nikah ya?" Jujur gue kaget dengan pertanyaan gue dan of course temen gue jauh lebih kaget wkwkwk. Karena ternyata sebetulnya temen gue mau ngabari itu ke gue tapi masih ragu-ragu.

Seketika rasanya gue dipaksa melepaskan sesuatu yang selalu gue peluk selama ini. Sakit gak? Gue toyor yang pada bilang kaga wkwkwk! Gue langsung badmood di kantor, nggak konsen ngerjain deadline, tapi anehnya mata gue gak mau nangis. Dulu ada temen sekantor gue yang minta ijin nenangin diri karena terus menerus nangis pas gebetan dia ternyata nikah.

And i didnt cry...

Gue pikir saat gue pulang dari kantor, di motor gue bakal nangis. Gue senandungkan lagu Cinta Sejati nya BCL, lagu yang gue rasa itu cerita gue banget.. Tapi ya tetep aja air mata cuma di pelupuk tapi gak sampai netes.

Yah.... gue gagal nangis hingga hari ini. Gue gagal berduka atau merasa pedih. Sakit sih, tapi kayak yaudahlah.

Plot twist, dia menikah, of course dengan teman sekampusnya, orang Jawa Barat. Katanya mulai proses bulan Desember 2020. Now you can feel the creepiest thing of my long dream, right?

Mimpi fase kelima, mungkin gue bisa bilang "A good bye!" karena sejak gue tahu dia mau menikah, gue semakin sering mimpi dia tapi dengan cerita yang gajelas alias random. Kayak yaudah kami cuma ketemu karena aktifitas bareng tapi gada apapun diantara kami. Dalam seminggu, gue sampai 4 malam mimpinya, serem ya -_-

So, here it is...

Today is your happy day, man... 

Start from today you will always remember this 6 June for your whole life

Because today you start to life happily after with someone you choose

Today will be your special moment every year, that you will celebrate it as 'Anniversary'


But for me, today it should be the last day i am thinking about you

I should stop dreaming to have you


I knew.. life is so funny huh?

When you are happy (i can see your smile on your wedding video)

And here i am, alone and thinking about my next patch

Of course without you on my plan...

And here i am, have to keep my voice telling 'im okay'

For everyone who saw me as 'the abandoned girl'


So this will be my very last paper about you

I am so happy for you

Let's we meet in another day, me without feel this pain

You with your new family


My very last words..

I love you and thankyou for everything


Good bye

Tuesday, 30 March 2021

Boring

 Entah kenapa hari ini gue demotivation banget. Tanpa perihal apapun, tanpa tahu kenapa, dan enggak ada siapapun yang jadi penyebabnya. Pokoknya hari ini gue cuma mau diem aja, pengen sendiri, dan enggak mau ditanya apapun.

Padahal semalem gue barusan have fun sama Ines dan Nadicun, bisa ngakak dan ketawa sampai jam 10 malam. Kingkong putih gue sampai yang jagain kumpulan bapak Gojek saking bapak parkir udah balik ke rumahnya. Untung gue udah bayar duluan (biasanya dibelakangan kalo sama si bapak parkir karena dia udah kenal gue😂). It was like our very last kumpul bareng before Ines will taken by someone in the next week, with a man who was our friend at the same school in junior high school.

Okey mungkin gue berpikir banyak hal, cuma berusaha gue tahan. Bukan takut masa depan gue mau dibawa kemana, jodoh gue siapa, gimana gue hidup berjalan (of course selain jadi duyung berenang)... it feels like... yah gue cuma pengen refleksi diri entah apapun itu.

Barusan temen kantor gue nanya kenapa hari ini gue kelihatan gloomy. Gue cuma jawab ngantuk karena kurang tidur. Untungnya muke palsu gue ketutupan masker kembang-kembang. Gue sipitin mata gue dikit udah kayak lagi senyum pas ngejawab, tentunya dengan sok-sokan hati tetap berbunga-bunga.

Woi Dugong, lu kenapa sih?😢

Ya enggak tahu woi kenapaaaah. Pokoknya gue tiba-tiba feel so sad aja bambank! Mungkin banyak kenangan enggak enak yang membekas di gue dan sekarang lagi berusaha mengeluarkan ratjun sedihnya. Seharusnya sih salah ya, gue nggak boleh begini.

Btw, dompet gue juga lagi sedih euy. Pengeluaran gue banyak bats. Temen-temen gue satu persatu udah taken by someone or jadi emak. Temen gue si Fidi bilang, "Yaelah Gong, dari gue masih single sampai sekarang anak gue udah mau lahir, lu masih sendirian aja?"

Semprul bet emang sih ini😒😒😒

Hari ini langit juga sama cemberutnya sama wajah gue. Hujan gahabis dari semalem, bikin males mikir dan ngapa-ngapain. Kebetulan hari ini kerja gue juga ga banyak. SPV gue bilang minggu ini memang gue bisa sedikit menghela napas lega. 

Udah gitu aja, gue bingung mau bilang apa lagi

Monday, 14 December 2020

Dugong Curcol

 Fiuh, finally bisa nulis di sini lagi. Tadinya gue panik karena blog sama sekali nggak bisa dibuka. Bahkan gue browser ke google aja juga tetep nggak mempan. Gue udah panic to the max kalau-kalau ini blog diretas orang.😪😪 Tentunya ditemani hujan rintik-rintik favorit dan lagu-lagu mellow (saat ini yang keputar adalah Reflection-nya Disney Mulan) , gue pengen ngobrol sama kalian semuanya.

Dua hari lalu, gue ketemuan sama salah satu temen deket pas SMP. Gue pikir ini orang kenapa yah tetiba ngajak ketemuan yang kayaknya serius banget? Dan feeling ge terjawab ketika dia bilang lagi taaruf ama orang dan minta pendapat gue.

Dari sana, gue lagi-lagi kesentil dengan fakta bahwa gue sedang dalam masanya membicarakan about marriage bukanlah hal yang tabu, sok dewasa, ataupun kejauhan. Justru aneh dan nampak idealis kalo gue yang belum orientasi 'ke sana' koar-koar bilang, "Ahelah gue mah belom pengen.."

Ada dua hal yang selalu gue tanyakan kepada mereka yang akhirnya memutuskan untuk taken by someone.

1. "Apa yang bikin elu yakin this is the right time to do?"

Kebanyakan dari teman-teman gue akan jawab sesimpel, "Gue udah siap." Kesiapan setiap orang dalam melangkah ke sini bisa beda-beda sih. Siap secara mental, siap karena udah ada calon, sampai yang paling ngaco kayak mumpung pandemi nikah murah😂😂😂 Hidup di lingkungan yang relijius, biasanya temen gue pada memilih taaruf sebagai jalan ninja menggapai jodoh. Beberapa diantaranya sebetulnya nggak ingin nikah dulu, tapi karena dihadapkan 'proses' yang jauh lebih cepat dari yang dia duga, kemudian ketemu si cowok dan cucok meong, menikahlah mereka.

Terus terang, untuk step satu ini sepertinya tidak akan gue ambil. Bagi gue akan lebih nyaman menikahi orang yang memang gue kenal dari cycle sosial (meskipun ya taaruf bisa juga kan dari sini). Hanya aja tetep gimana gitulah kalau pake proses taaruf tuh. Sepertinya, mereka yang memilih jalan ini, sedikit banyak memiliki karakter yang sama, terutama di bagian 'ideologi'nya. Of course, siapa yang enggak pengen punya jodoh yang baik? But, it just doesn't fit on me and my world is too different from that.

Belakangan, gue berpikir  mungkin bertemu jodoh seperti surprise juga lebih menyenangkan. Tahu kan? Kayak menikahi seseorang yang lu kagumi dari masa lalu, atau ketemu pelajar bule ganteng di toko buku, nikah ama artis terkenal, sampai nggak sengaja nabrak orang yang ternyata bakalan jadi our future, etc. halu bet😅😅

Terus apa yang membuat gue tidak segera menikah? Hmm.. lebih tepatnya adalah i need to deal with myself first. Gue merasa belum clear dengan diri sendiri, belum dewasa, dan kemungkinan terbesar adalah memang belum siap secara apapun. Seorang temen gue bilang, "Jodoh itu datang bisa kapan saja, enggak melihat lu siap apa belom karena selamanya orang nggak bisa beneran dibilang siap 100%."

Ini ada benernya, tetapi let's we talk in reality. My salary is not enough even for me, so I wont hurt my husband if someday i push him without realizing it. I am still fatty and i keep trying everything to deal with it, and I wont my husband says I am ugly when I knew he is right. Dan masih banyak kekhawatiran gue, again.. sebagai makhluk berenang yang biasa. Boleh dong gue takut dan cemas sana-sini? Kan gue manusia dengan segala keterbatasan yang ada. Asalkan gue tetep on path  enggak jauh dari Tuhan, gue rasa berkeluh kesah sama Allah sampai gue puas curhatnya enggak apa-apa. Kalau kata Ibu, apa-apa mah Allah aja, kalau nggak bisa ke Allah lagi, kalau sedih ke Allah, semuanya pokoknya Allah, entar biar Allah mampukan atau ambil alih.

I just want to love myself first.. Be the new Me.

Pernikahan akan menjadi bad idea for this time. Setidaknya dalam otak gue as human.


2. "Hmm.. bagaimana tentang finansial, adakah elu ketakutan nggak bisa maksimal?"

Mau enggak mau gue akan sampai pada pertanyaan ini. Again, most of time temen gue bakal ngejawab, "Nggak masalah, rejeki bisa dicari." Yep, ini sangatlah benar. Tapi lagi-lagi, gue merasa akan lebih safe kalau ada perencanaan dalam hal ini.

Gue dan adek bungsu gue dididik dalam era yang berbeda, dan parenting yang lain juga. Saat gue lahir, bapak gue lagi merintis karirnya dalam dunia wartawan. Ortu gue Long Distance Marriage antara Yogyakarta-Jakarta. Ibu gue pernah cerita betapa susahnya dulu hidup meski untuk makan. Kami bahkan pernah tinggal di rumah sewa murah tapi ternyata angker yang bikin gue teriak tiap maghrib karena digangguin. Once, my mom was hit me because i drop our very last meal that day. Gue masih tiga tahun, jalan berduyut-duyut. Ibu gue yang masih muda ngegandeng gue di tangan kiri, bawa payung di tangan kanan sambil gendong adek cewek gue yang gendut banget. Sore itu hujan deras dan guelah pembawa rantang makanan yang barusan kita beli di tetangga sebelah. Rantang itu panas dan selalu nyenggol paha gue sampai akhirnya nggak kerasa tumpah di jalan. Sampai rumah Ibu gue cuma bisa nangis dan gue masih nggak paham apa yang terjadi.

Adek bungsu gue lahir dalam kondisi perekonomian yang sangat baik dan terutama Ibu sudah lebih siap. Sekarang dia sudah remaja dan bisa dibilang jauh lebih cerdas ketimbang dua kakaknya. Dia ngerti cara manaj uang, berpikir maju, cenderung lebih sensitif, suka berbagi, dan kaya akan kondisi di sekitarnya. Intinya dia bisa sangat survive.

Mungkin gue nampak bertele-tele, tapi intinya adalah I wont to raise my kiddos when i am in week situation. Gue tidak ingin mendidik mereka dengan bilang, "Nak, jangan beli mainan itu dulu, ibu belum ada uang." which i was. Gue ingin banget suatu saat nanti hanya bilang, "Yes we have money for that, but think about this! You still have more than that. Maybe you can share it first to poor kiddos and then we can buy it if you still want."

Jujur, bicara seperti ini gue merasa bersalah dengan teman-teman yang bilang rejeki sudah ada yang atur. Memang Allah always know the best for us.. namun gue sebagai manusia hanya ingin berusaha lebih siap. Gue tidak mengharapkan seseorang yang sudah mapan seandainya belum. Tidak pula harus udah punya ini itu. Tapi gue berharap dia tahu dan sadar bahwa kalau ini clear, paling enggak kita bisa lebih sehat secara hal lainnya juga. 

Pada akhirnya, larinya ke Allah juga. Kalau aja Allah bolehin gue di posisi yang lebih siap..

Gue sedang belajar dan bertumbuh, mencari apa yang sebetulnya betul-betul gue mau dan ingin diwujudkan. Masih terngiang-ngiang kalimat Aoi dalam benak gue, "Be patient with urself, and put your mind at ease." Gue percaya, Tuhan tuh ngerti banget apa yang paling tepat buat apapun dan siapapun. Jangan sampai keluar kalimat gue enggak layak karena Allah bisa aja memantaskan buat kita.

Aa Gym pernah ngomong, "Berprasangka Allah nggak ngasih ampunan sama dosa kita itu nggak baik. Karena Allah itu Maha Pemaaf. Minta aja, tobat, istighfar, Allah selalu dengar. " while Deny Sumargo juga ngomong dalam youtube-nya, "Manusia suka bertindak seakan Tuhan, sulit memaafkan diri dan memaafkan orang lain. Padahal Tuhan aja pemaaf banget."

Oiya, gue jadi inget momen ini, dimana gue lagi nge down banget (iya lagi-lagi gue ngedown. Emang yah proses pendewasaan tuh sakitnya bukan main). Pas gue sholat, gue nangis sejadi-jadinya dan cuma minta satu hal, gue diberi petunjuk jadi orang yang jauh lebih baik. Nggak main-main, gue lebih ke nodong Allah daripada memelas😂😂 

"Kenapa sih ya Allah, aku tuh capek hidup kayak gini. Aku kurang apa? Kasih tau! Layakin! Aku capek hidup kayak gini! Ya Allah, plis lah, aku ditolong. Aku minta maaf dosaku banyak. Kalau rejekiku habis, kan seharusnya aku mati. Kenapa masih hidup? Seharusnya berarti rejeki ku ada, turunkan dong! Ya Allah aku mau jadi orang lebih baik. "

Kira-kira seperti itu curcol gue waktu itu. Btw emang cara gue berdoa kayak gitu, gue ngerasa biar deket sama Allah layaknya sahabat sendiri.

Dan malemnya gue mimpi sesuatu. Ceritanya gue kayak lagi di sekolah tahfidz gitu, tempatnya di tengah perkebunan, ladang, sawah, apapun itulah. Disitu gue ceritanya kayak nunggu setoran hafalan sambil gendong bayi cowok yang ganteng banget. Wajahnya lucu, badannya gemuk sehat, kulitnya putih bersih, suka ketawa. Tapi setiap digendong orang lain dia bakal nangis jerit-jerit. Akhirnya ini bayi-yang-entah-siapa-bapak-ibunya gue bawa kemana-mana. Kemudian tibalah saatnya gue harus maju hafalan.

Entah kenapa, seorang cowok datang ngehampiri gue untuk gendong itu bayi. (Btw gue sangat mengenal cowok ini karena dia yang hampir selalu jadi lakon utama yang gue ceritakan di blog ini 😌😌). Ajaibnya, bayi ini diem nggak nangis lagi, justru tenang banget di gendongan dia. Serem nggak?

Terus gue buru-buru ke ustadzah gue untuk setoran. Cowo itu ada di sebelah gue, masih dengan bayi ini. Namanya mimpi ya, alurnya nggak terlalu jelas. Yang pasti, ada satu ayat yang selalu diulang-ulang ustadzah gue, dengan kode 88:9. Gue langsung kebangun dan mendapati gue masih di kasur. Jujur gue deg-deg an banget dan badan gue sampe bergetar saking merindingnya.

Setelah gue udah lumayan sadar, gue segera nyari Al Quran (atau search on google, gue lupa), dan ternyata ayat inilah yang ada di mimpi gue..

                                                                         لِسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ

                                         “Mereka senang karena usahanya (sendiri)”

QS. Al Ghasiyah:9

Saat masih di dunia mereka beramal shalih, mereka shalat, berpuasa, membayar zakat, berhaji, mereka membaca Al-Quran, mereka menjaga diri dari hal-hal yang haram, sehingga di akherat Allah menampakkan balasan-Nya dan mereka ridha dengan balasan tersebut.(https://firanda.com/3640-tafsir-surat-al-ghasyiyah-tafsir-juz-amma.html )

Lu merinding nggak? Sama, gue juga😂😂😂 Mungkin sejak itulah gue belajar agama lebih rajin. Kalo dulu males baca buku fiqih, siroh nabi, dengerin ceramah, sekarang udah lumayan keren lah dibandingkan kemarenan wkwkwk. Kajian yang gue paling sering denger dan favorit adalah Aa Gym (biar hati adem),  Dr Zakir Naik (karena dia sering jelasin tentang sains dan teknologi dalam islam. Gue dengerin beliau juga karena temen bule banyak yang belum kenal islam dan sering nanya ke gue ini itu), Syeikh Abderrouf Ben Halima (ruqyah jin),  dan yang baru-baru ini adalah Ust Khalid Bassalamah.

Hei gue versi 5 tahun besok yang mungkin baca ini dan udah gendong anak! Lihat  nih gue lagi berupaya biar kita bahagia besok!

Thursday, 29 August 2019

Suratku di Bulan yang Akan Pergi

Bersamaan dengan bulan baru yang hampir di ujung penghabisan..

Jemari kerdilku menari kembali, mengetuk-ngetuk keyboard baruku yang kini berwarna kelabu
Lagi-lagi 'penyakit lamaku' kambuh tak tahu malu
Diam-diam menyesap rasa dengki yang tidak berkesudahan

Aku lebih menyukai pahitnya kopi sekarang

Cenderung bermimpi sambil memandang langit yang sama dan membosankan
Berandai jika birunya pagi yang kulihat besok akan berbeda dari yang sekarang
Aku marah dengan diriku sendiri
Tak pernah lelah hidup tanpa kepastian apapun
Bisa-bisanya aku menyesali sekarang

Aku hanya memandangi kesempatanku pergi dalam kotak kelabu baruku
Dimanakah rizki Tuhan yang telah dijanjikan Nya?
Aku menangis terdiam lagi

Aku mulai membuka lembar baru lagi
Memberanikan diri untuk bertemu kembali dengan lakon-lakon lawasku
Memasang lagi topengku dan menambah ketebalannya
Memastikan tak akan bocor layaknya perahu yang akan menenggelamkan penumpangnya
Aku bertindak sesuka hati, tertawa dalam getir

Anehnya, aku merasa bangkit lagi
Meragukan pergulatan dalam otakku yang kecil
Kurangkah aku mensyukuri kasih sayang Tuhan saat ini?

Mereka memandangiku dengan takjub
Seolah kecerdasanku tertimbun selama ini, seolah keberuntungan menjadi sahabat karibku
Aku tersenyum kecut dan membuang muka


Bersamaan dengan bulan baru yang hampir di ujung penghabisan..

Aku kehilangan pegangan untuk kuat berdiri
Aku hidup dengan ladang harapan yang mengering
Hidupku habis dengan pengharapan untuk pergi

Tuhan, aku ingin mencintai diriku lagi
Bersamaan dengan bulan baru yang akan menjadi bulan lahirku kembali

Aku ingin beristirahat dengan rasa yang kurindukan
Tanpa seorang pun bersusah payah memperbaiki diriku yang rusak ini
Aku ingin kembali menjadi air biru yang jernih, yang tenang menghanyutkan pesan
Aku ingin menyambut hujan kesukaanku dengan semerbak atsiri yang baru
Bisakah Tuhan?

Doaku kini hanyalah berucap "Tiada yang mampu kecuali Mu.."

Tuhan bangkitkan satu debu tak berarti ini
Dalam dekapan Mu yang terasa begitu nyata
Akukah yang bodoh Tuhan, buta dan tuli akan bagaimana kuasa Mu akan menuntunku



Aku menyesap kopiku yang sepahit hidupku sekarang

Tersenyum hambar pada tokoh-tokoh dalam hidupku sekarang
Yang kini telah berjemari dua tangan..
Yang kini telah membesarkan miniatur mereka dalam kehangatan
Yang sibuk mengilustrasi dirinya menjadi makhluk yang berbahagia
Yang bercerita tentang mimpi-mimpi yang dipanjat satu persatu

Yang secara tiba-tiba memandangku dan bertanya, "Bagaimana kamu sekarang?"
Aku cekikikan dan berkata riang, "Ah pekerjaanku membosankan tapi aku menyukainya."

Di saat yang sama alter egoku menikam dari belakang
"Bohong pecundang! Di bagian mana kamu suka dengan itu semua?"

Aku melengking semakin keras, menekan tikaman dengan bersusah payah
"Aku bahagia dapat melakukan yang sudah lama aku impikan.."

Aku kehabisan napas dan mati sekali lagi


Bersamaan dengan bulan baru yang hampir di ujung penghabisan..

Aku tumbuh menjadi matahari yang penyendiri
Seolah Ia menerangi tapi tersengat sinarnya sendiri

Aku mengadu kembali kepada Tuhan, dan hanyalah Tuhan seorang
Menyayat kulitku sembunyi-sembunyi
Bersenandung gila dalam musik klasik kesukaanku yang kini terasa memuakkan

Mataku melebar, tapi tidak dengan cahayanya
Aku semakin kelam
Membenci setiap pertolongan yang diberikan

Hingga seseorang mengulurkan tangannya dan berkata berulang-ulang
"Tidakkah kamu bosan menyakiti akalmu sekarang?"

Aku menyeringai dengan pisau di tangan
"Pergi dan jangan lagi berurusan denganku!"

Ia tak berhenti mengulurkan tangannya dan berkata berulang-ulang
"Tidakkah kamu bosan menyakiti akalmu sekarang?"

Baju indahnya berkibar seperti Putra Arthur dalam versi perempuan
Aku tercenung dalam satu lembar usang yang lama kutulis dulu
'Dia akan menjadi orang penting dalam hidupmu..' tulisku di sana

Ia kembali lagi, menawarkan tempat yang tidak pernah aku singgahi
"Berjalanlah bersamaku, nanti sulitmu akan ringan dilewati."

Kali ini pisauku jatuh dalam tanah yang retak

Dia tahu, dalam diriku bersemayam potensi jahat yang menakutkan
Ia ketakutan saat berdua denganku
Tapi begitulah jelmaan Putra Arthur ini, kuat tak mau pergi

Katanya lagi, "Meski nanti jemariku tidak lagi sendiri, tapi kamu tetap akan berdiri di sana.."
"Dimana?"
"Di tempat aku menempatkan dirimu setinggi ini.."


Kepada rasa kelam dan pahitnya jalan yang sedang kujalani..
Kuterima tantanganmu dengan berani

Saturday, 24 February 2018

Dugong become adult

Oke, ini cool banget. Dalam dua hari gue nge post 3 dan semuanya long john alias panjang wkwkwk. Ini unyu banget mengingat gue bahkan udah 4 hari stuck masalah pembahasan skripsi dan malah lancar banget nulis di sini.

Anyway beberapa bulan terakhir gue jadi lebih banyak kontakan sama temen temen lama. Which are temen SD, SMP, SMA, dll. Ngobrol dan ngocol sama mereka ini terikat banget sama ingatan gue tentang masa-masa nge blog. Sehingga di saturday morning ini gue udah sibuk buka laptop untuk stalk abad kejayaan gue dulu sebagai Dugong yang lucu. Yes... gue buka hampir semua older post gue. Ngakak ketika baca betapa sinting jalan hidup yang gue pilih, sedikit terharu pas gue liat postingan gue tentang merah jambu dsb. Wow, i can't believe it aja, kalo ternyata 2011 itu udah lama banget dan gue secara konsisten masi nge blog sampe 2018 ini. 

Pembahasan yang kali ini gue pengen banget tulis adalah... eeng ing eeeng.... RELATIONSHIP!

Yes, gue menyadari bahwa di older post gue, postingan yang paling banyak dapat viewer adalah kalo gue udah mulai galau bicara cinta. Entah apa yang menarik dari ini. Gue hanyalah manusia berbadan bulat yang sempet linglung selama beberapa abad, kemudian insaf dan kembali lagi ke jalan kesintingan ini.

Ngomongin tentang cinta, gue selalu ngerasa gak pantes untuk itu semua. Why? Lah gue mawas diri. Dengan bentuk donat gue yang tidak kunjung bertransformasi menjadi churros, ya mana bisa gue pede? Tapi lucunya, terdapat banyak fakta di mana ternyata laki-laki unyu yang bertebaran di dunia ini masih bisa menemukan sisi 'menarik' dari seekor duyung yang berjalan... salah..bukan, tapi berjoget di dunia yang katanya lagi kejam ini.

Gue nggak mau kayak kepedean, tapi emang sejak SD at least adalah satu dua yang menyatakan naksir nya pada gue yang tidak ada apa-apanya ini. Bahkan sampe kuliah ini pun, biasanya mereka punya alasan yang relatif sama.

"Kepribadianmu unik, bisa bikin dunia suram tu berwarna. Wajahmu lucu. Kamu bulet tapi kamu tetep cantik."

Bahkan ada cewek yang secara terang terangan bilang ke gue, kalau dia pengen punya suami kayak gue. Bah! Serem amat. Emang gue segila apasih sampe orang sampe pada begini -_-
Dan lucunya lagi, biasanya yang tertarik sama gue itu rata-rata juga mempunyai kondisi dan sifat yang sama. Biasanya orangnya kalem dan pendiem, atau yang galak dan keliatan susah dijangkau orang. 

Gue sering ngaca di cermin (tentunya bukan sambil akting bego triak triak nanya siapa yang tercantik di dunia ini kayak di Snow White). Gue sering self reflection aja, ih siapa sih yang mau sama orang kayak elo Gong? Udah bulet, berisik, idup lagi.

Gue ngakak tak tertahankan. Di kuliah ini, terhitung mungkin ada ummm.. sekitar 5-7 orang mungkin lebih yang menyatakan kekagumannya sama gue, termasuk temen gue yang foreigner. Buat gue ini prestasi mengingat gue yang ingin mawas diri haha. Gue beberapa juga dikenalin sama anak jurusan teknik sama senior gue. Di rohis, gue baru dikasi atau ada satu cowok yang katanya kagum, tapi orang itu gakmau ngasi tau gue siapa yang kagum itu. Katanya biar kyk secret admirer aja wkwk.

Gue jadi inget waktu temen gue Cabond yang super ganteng dari Thailand dan punya banyak fans (Dia penerima full scholarship dan ambassador kampusnya di sana sodaraaaaa!!!) sering banget ngikutin gue kemana-mana. Kalo ada pembagian tim, pasti dia ada di tempat gue berada. Waktu itu gue ngakak sambil bercanda nanya dia,
"Cabond elu ngapain ngikutin gue melulu. Lu naksir ya sama gue?"
"Gue akan selalu ngikutin dimanapun elu berjalan." kata si Cabond.
Nah terus temen gue yang lain namanya Kim bilang, "Iya dia suka elu."
Gue masih ngakak terus bilang, "Jangan, gue tu jelek, bulet. Gak ada yang menarik pokoknya.."
Eh terus si Cabond bilang, "No, bagi gue elu itu cantik dan ga segendut yang elu pikir."
Habis itu gue cuma bisa ngakak dan tidak ingin melanjutkan perbincangan yang semakin aneh ini -_-

Sometimes gue juga sering dikasih tau senior gue kalo ketua rohis pusat di kampus gue nanyain kabar gue. Namanya Chaidar. Kita berdua dulu sempet dikirim se tim di Jakarta pas ada lomba gitu. Nah, sifat gue berbanding terbalik banget sama manusia yang super kalem ini. Tapi lucunya kita malah akrab dan suka cerita gitu. Nah, konon katanya senior gue, kalo gue melakukan suatu hal yang bagi dia itu luar biasa dan nggak ngabarin Chaidar, dia akan merasa kayak "Wah si Dugong ni tidak ngabarin gue, dsb."  Contohnya waktu gue dilantik jadi Kadiv kemuslimahan di rohis fakultas, lah gue aja nggak pede sama kemampuan gue. Mau gue kasi apa di divisi ini? Mau gue ajarin cara wudhu pake sirup marjan edisi lebaran? Ato cara menarik perhatian lelaki soleh ala Dugong syar'i jejogetan? Intinya ini bukan kabar menggembirakan yang gue sampe harus ngabarin ketua rohis pusat. Yakalik gue jarang nge chat dia tetiba bilang, "Halo Dar, eh gue kadiv lho sekarang. Ciyeee.."
Iya kalo dia merespon sesuai dengan yang gue harapkan, jejogetan bersama misalnya? Tapi kalao ternyata dia cuma nge read? Wibawa duyung gue ilang doooooooooongg!!!

Dan masi banyak drama lain yang gue gakmau cerita karena capek ngetiknya. Intinya, ternyata gue laku juga hahahaha.



But, how about me? Bagaimana dengan gue?😝😝😝😝

Inilah yang complicated to tell. Dalam hidup gue, jujur gue hampir gak pernah kena baper serius tingkat dewa masalah cowok. Iyes hampir, ini berarti sempet ada, dengan rasio seperti burger Bic Mac dengan remahnya, sedikit banget. Tapi sejak baper serius masa lalu itu, gue hampir mati gaya aja haha. Kayak cowo di dunia ini tetap menarik tapi ga untuk hubungan serius -_____-

Sempet sih, duluuuu banget, mungkin smt 3 gue agak pengen nikah. Kayaknya asik juga kalo nikah (meskipun gue ngga ngerti asiknya tu dimananya). Tapi keinginan itu menguap cepet banget dan bahkan, sekarang yang temen temen gue udh beberapa menikah, punya anak, atau punya plan nikah.. gue sama skali ga terusik dengan itu. Gue malah smakin pengen sendirian dulu, nikmatin hidup gue yang baru ini (karena Lupin's effect itu). Gue enjoy dengan impian bahwa gue pengen abroad, dianggap orang cerdas yang aneh (which is gue merasa gak pernah begini selama SD-SMA), nyari teman sana sini, diet sebisanya.. dsb. Di saat ortu dan keluarga gue mulai khawatir dengan orientasi gue yang semakin menjauh dari dunia pernikahan, gue malah merasa sangat senang dengan hidup gue sekarang. Lagipula gue bulet dan ini bukan alasan yang bagus bagi gue untuk membuka diri.

Yes, gue minder banget masalah badan sih. Bagi gue ya tidak deserve enough untuk orang sampe naksir gue. Makanya tiap ada yang gue rasa wadoh ini orang baper ke gue, gue langsung bawa ngakak aja. 😂😂😂

Hal ini menjadikan gue kayak tersugesti kalo gue sulit jatuh cinta, lebih tepatnya membentengi diri gue dari hal-hal yang bagi gue "nggak perlu". Hanya saja, gue sejujurnya juga agak khawatir kalau gue bakal keblablasan karena terlalu nyaman sendirian. Buat orang yang sudah cukup untuk menikah, ini ya bisa jadi problem lah ya. Temen-temen gue udah punya satu anak lho rata-rata, gue malah memproklamirkan diri menjadi Dugong anti Cowok.

Beberapa orang lama bilang masalah gue adalah gue terlalu terikat sama satu orang dan sulit melepaskan. Sulit karena gue yang gabisa, atau karena masih ada yang belom selesai dan minta diluruskan. I choose no one. Karena gue merasa, hei... apakah masa lalu sesulit itu untuk dilepaskan? Gue saat itu mungkin masih terlalu unyu untuk ngerti cinta atau gimana, jadi menurut gue ini nggak masuk hitungan. Tapi, ngeliat postingan lama-lama gue, sejujurnya ini bisa jadi make a sense juga. Terlepas dari fakta apakah gue pernah beneran cinta dia atau gimana, bagi gue it's end. I believe dia juga sudah menemukan jalannya sendiri, atau sedang mencari jalannya dan gue nggak mau mengusik manusia itu barang sedikitpun. Gatau yah... beda dunia aja rasanya. He's too perfect for someone like me and maybe i can't handle it.

Sekarang sih, gue lagi enjoy banget menapaki aura Dugong yang lagi mulai kembali. Sibuk nata diri karena gue pengen sidang bulan depan (ini termasuk sidang terawal di angkatan gue karena masi banyak yang lagi ambil KKN). Gue juga berencana apply master di beberapa negara demi mewujudkan impian abroad gue.

Gue slalu berpikir, dunia ideal pernikahan gue adalah gue tinggal di negara bersalju, tinggal di flat tengah kota dengan view keramaian di segala penjuru wkwkwk. Gue pengen punya kucing gendut, kura-kura, burung, dan ikan. Punya aquarium ato taman kecil di dalem rumah yang ada suara airnya (gue kan suka hujan dan suara air). Rumah gue kecil aja, tapi super bersih dan punya mini library dengan buku dari berbagai negara. Gue punya sepeda yang bisa gue pake tiap hari ke pasar untuk belanja, atau gue lebih banyak jalan kaki menikmati keindahan kota. 

Gue kurang suka dunia luxury, karena bagi gue itu bukan Dugong banget. Jadi gue gak mengharapkan kayak punya kendaraan mobil di awal pernikahan. Gue keinget gimana temen temen gue capek jalan kaki dan prefer grab car di Thai, tapi gue menikmati banget bergelantungan di MRT, jalan keringetan sambil liatin peta jalan. Gue lebih suka nongkrong gaje di taman kota sore hari, sambil ngunyah donat dan baca buku daripada nge mall dan habisin duit beli kopi. Gue memimpikan sama ayang embeb wkwkwk, nonton film komedi bareng pake proyektor di tengah malem atau joget berdua pake musik rock di tengah cuaca yg lagi cerah. Gue juga pengen banget someday ngelukis bareng suami gue di kaca jendela yang berembun atau ngusilin muka suami gue pake spidol pas dia tidur.

Meskipun sekarang gue cukup sulit membuka hati, tapi Dugong tetaplah duyuung yang punya mimpi. Gue pengen punya suami yang hebat, jadi gue juga harus berusaha jadi hebat. Entah gue jadi apa besok nanti, anak anak gue juga harus jadi duyung yang hebat. Gue sering buka Ellen Show dan ngliat tayangan anak anak kecil sekarang pada pinter-pinter banget. Ada yang polyglot, ada yang president expert, geo expert, biochemistry expert, singer dsb. Padahal mereka rata-rata cuma 3 tahun usianya. Pas gue liat ternyata mostly karena full time mother ibunya. Gue gak men generalisasi kalo ga full time gabisa keren, cuma gue ngeliat orang genius bisa dibikin bukan hanya karena bakat doang. Someday gue pengen beli banyak buku dan mainan kayak lego, piano, puzzle, flash card, uno, dsb dan gue main sama anak-anak gue sejak bayi. Yah kebetulan gue juga masi doyan begituan hahaha...

udah deh, gue rasa ini semakin membosankan karena dunia kedewasaan memang membosankan wkwkwk. Gue perlu tutup dulu postingan gue hari ini. 

Makasih udah baca blog gue!!!!!!









Friday, 23 February 2018

Dugong Terkini

Hai Dugongers semua! Lama banget ga jumpa. Gue kangen banget lama ga nulis. Padahal nulis itu kan salah satu refreshing gue yah haha. Yah.. jujur ajah, gue beberapa bulan terakhir rada trauma gitu ama laptop, keinget skripsi wuakkakka. Jadi ngetik apapun itu gue merasa ini skripsi banget.

Anyway, karena inilah gue sekarang lebih sibuk untuk baca buku, muter-muter gajelas sampe kota, ato maen game. Ngegambar di sketch udah gua tinggalin bentar krn gue jenuh dengan hal-hal yang melibatkan gerakan tangan, tapi nggak dengan gerakan mulut ;D

Oke, mulai dari mana ini kayaknya banyak banget yg pengen gue bagi disini. Mungkin gue pengen mulai dari sepulang KKN yah..

Kalo baca lagi my late post, gue sempet cerita tentang temen gue yang bernama Lupin. Dia ni orang yang aneh dan lebih anehnya lagi keanehan dia itu yang merubah banyak hal dalam hidup gue (Nah, mampus deh bingung kan bacanya?) Dalam kamus gue, gak ada temen yang benar-benar stay di dirimu sendiri setelah gak ada ruang ataupun waktu yang maksa kita terus ketemuan, it's truth kok. So is Lupin. KKN selesai, yah selesai juga urusan gue dengan dia. Sometimes masih kontakan tapi gak seakrab dulu lagi. Gak sih, gue ga sakit hati. Ini kan common banget yah di dunia pertemanan. Bahkan, di dunia ini, gue cuma nemu satu orang yang beneran never lost contact sama gue dan beneran tiap hari kita saling sharing cerita, ya Faiz ajah. Selain itu yah.. silih berganti. Tetep banyak juga yang keep in touch sama gue, tapi emang ga serutin Faiz ini.

Oke next..

Jadi, sejak Lupin ini menyadarkan gue, semenjak itu juga gue sering flashback, self reflection, ngalamun, ato apapun itu. Gue sering kebayang masa lalu gue, di mana gue hidup serba berantakan tapi gue cinta banget masa-masa itu. Gue dari dulu dikenal bukan orang yang punya prestasi cemerlang, ranking juga naik turun. Gue pernah dapet ranking 6 di SMP, Gue pernah dapet ranking terbawah pas SMA. Gue pernah dapet nilai tertinggi Biologi di SMA dan ngalahin anak OSN Biologi saat itu, tapi gue juga yang menduduki nilai terendah Fisika. Gue pas SD suka kabur pas pelajaran bhs Inggris karena bego dan susah bedain ini cara ngomongnya kok beda ama cara nulisnya wakakak... Tapi ternyata bhs Inggris yang bikin gue lomba debate sampe di Malaysia. Intinya gak ada yang bener dalam hidup gue wkwkkwk. Dunia yang konsisten melekat jadi sahabat gue selama ini hanyalah keanehan dan bakat gambar. Dua ini aja yang banyak orang sejak kecil sematkan ke gue dan yahp.... gue bangga banget dengan bakat ini haha. Di masa itu, gue gak pernah takut menghadapi dunia luar yang kata orang kejam, karena bagi gue Moriarty itu yang paling kejam muehehehhe.

Turning point pertama gue udah pernah terjadii, jauh sebelum ketemu Lupin. Itu adalah ketika gue gagal untuk SBM yang kedua kalinya, padahal gue udah sampe out dari kampus pertama dan pergi ke Jakarta demi impian gue. Gue bener-bener hancur dan kacau haha. Gue lari dari semua pertanyaan orang. Ngehindari whatsapp dan Line selama dua semester kuliah, dan tiap hari nangis merengek buat Ronin lagi di Jakarta. Gue inget banget sampe diancem babe gue, kalo masi minta balik Jakarta gue gak usah kuliah sekalian. Keadaan gue seketika mampus, hangus, tapi ga kurus kurus wkwkk.

Satu-satunya orang yang gue toleransi untuk ngerti kabar gue cuma satu, ya si Faiz. Bahkan om, nuha dsb gue hindari. Whatsapp numpuk setahun. Line juga. Gue chatting ama Faiz pake sms ato Facebook chat. Ni orang herannya kuat juga nenangin gue yang lagi limbung haha, setidaknya sampe semester 4. Padahal suer gue ngeselin banget masa masa itu. Faiz sampe ngamuk-ngamuk kalo pas gue beneran bego banget kelakuannya.. iye gue kurang bersyukur pas itu. Bener bener kurang. Gue marah sama semuanya, sama diri gue terutama. Gue merasa malu padahal gak ada yang perlu gue maluin. Awal kuliah di tempat baru kepribadian gue berubah. Gue jadi orang yang super pendiem dan gak ramah. No more Dugong yang ceria joget joget wkwkwkw. Gak suka diajak pergi dan gakmau ngeliat realita gue bukan mahasiswa univ yang gue mau. Gue gakpernah berusaha membuka diri atopun berbagi masalah ke orang lain. Saking gilanya masa itu (lah emang biasanya gimana?) di hari pertama ospek gue kena gejala tipes. gabisa masuk dua minggu. Otomatis keluarlah gue dari jalur perkenalan mahasiswa pertama dan hitz-hitz nya. Hidup gue cuma kuliah kampus doang, pengangguran kayak dendeng ikan. Organisasi juga gak gue masukin. Temen deket gue waktu itu cuma 3, heran juga gue masih dapet temen deket pas itu wkkwkwk. Saah satunya namanya Vita. Dia termasuk hitz banget di kampus gue, karena secara fisik dia emg menarik banget dan cerdas juga. Kami satu organisasi juga di AIESEC. Dia Vice President, gue Manager. IPK nya pas masa itu tertinggi di kelas dan gue yang nomor dua. Di angkatan juga kita berdua keliatan menonjol dari akademik. Gue gak memanfaatkan situasi, tapi karena kebetulan kita sahabatan gue jadi cukup dikenal sama anak-anak juga. Kita dianggep kayak duo cemerlang, sama sama pinter, yang satu hitz satunya kalem. Iya, gue yg kalem. Mau muntah? Ambil kresek diujung pintu -_-

Puncaknya pas gue tau sohib deket Gue si Faiz lolos Malaysianya dan gue adalah orang pertama yang dia kabari, bahkan sebelom ortunya. Awalnya gue nangis seneng banget krn gue jg tau impian dia gmn, tapi saat itu juga gue alpa dan ngamuk ke dia karena gue ngerasa ini gak adil. Lah, gue yg abisin waktu sama duit buat ronin di jkt, kok dia yg "cuma" di rumah belajar apply sana sini kok lolos enak banget? Bisa dibilang 2 tahun pertama kuliah gue dan Faiz ini ujian persahabatan banget wkwk. Drama nya banyak, obsesif dsb. Kita baru settle keadaan pas KKN gue itu. Lama banget kan brati?

Back to Topic, gue baru mulai kekumpul nyawanya pas mungkin semester 4 kayaknya yah... pas gue dapet tawaran jadi asisten dosen dan gue lolos AIESEC. Gue kira idup bakal lebih susah karena terikat sama kampus akan semakin dalem, tapi ternyata gue mulai bisa nata diri lagi. Gue belajar cara mencintai diri lagi, mulai ceria lagi. Terutama di AIESEC, karena temen temen gue di situ orangnya blak blakan, gue sering kena yah self reflection yang cukup pedes gitu, yang gue akhirnya sadar emang ini banget kebutuhan gue. Gue masih marah sana sini, tapi gue akhirnya dapet hiburan dan kesibukan yang mengalihkan pandangan gue dari masa kelam #Tsahh..

Dan yeahhpp.. turning point kedua gue adalah Lupin, yang ngebalikin roda di bawah gue menjadi ke atas lagi. Gue masih inget pertama kali ngampus sejak pulang KKN, ada temen gue cowok nyapa gue dan bilang 
"Wah, Dugong kamu sekarang beda yah. Udah gak suram kayak dulu lagi. Kamu auranya jadi beda, aku seneng lah liatnya..lebih glowing."
Gue bahkan ga percaya ada orang yang kita gak deket sampe bicara kayak gitu wkwk. Ini Lupin's effect nya kerasa banget. Gue gak perlu produk kecantikan biar muka gue bercahaya haha.

Gue jadi bersemangat untuk ngembaliin Dugong gue yang dulu, lebih santai ngeliat dunia, gak melulu serius kayak dulu. Gue mulai belajar ngakak lagi, bikin jokes yang unyu-unyu lagi, gue belajar ngelemesin badan dengan joget joget kayak pasa SMA. Temen gue Faiz sering bilang muka gue tambah tua banget, sekarang gak lagi wkwkkw. Gue mulai kontakan lagi sama tmen-temen.. brani buka insta lagi, wa lagi, line lagi banyak lah haha.

Gue mulai nyari lingkaran temen lagi, bikin akrab lagi. Gue braniin diri gue untuk ga jadi Dugong berenang doang tapi meluncur wkwkwk. Gue pengen membuktikan omongan beberapa orang yg simpatik sama gue dan slalu bilang gue itu orang jenius yang terpendam dan lebih nyaman keliatan bego (lah...emang bego -_-). Gue belajar ngelatih apapun yang gue bisa. LATIHAN LUPAIN DIA MISALNYA? (apaan siiiiiiiii).

Smt 6 gue ikut dua progam internasional di univ gue. Acara pertama namanya D'Catch yang intinya bikin film dokumenter bersama gitu trus dipresentasiin di depan publik yang juga byk dari negara laen. Karena kebetulan tahun itu host fam nya di Indo jadi acaranya ya dibikin di jogja. Gue jadi LO buat peserta dari China.  Disitu kemampuan gue diuji... gak cuma bahasa, tapi juga mata wkwkkwk. Yang cowo krispi semua ooooom!!! Dan mereka ni baik baik banget sama gue. Awalnya gue mikir wadoh mampus ini jumlahnya 28 orang, sedangkan LO nya gue cuma bedua sama temen gue. Gue juga awalnya kena sterotype orang China mungkin pelit kali yah... ternyata gak sama skali pas gue kenal langsung. Mereka baek baek banget, saking baeknya gue sempet dikira bocah "gak punya" karena tiap makan keluar gue gapernah makan di situ wkwkwk. Jadi gue kan tinggal sama nenek, otomatis makanan gue ya dimasakin dong, makanya kluar rumah udah kenyang. Tapi mereka mikir gue miskin sampe gakuat beli makan, jadi meskipun gue menolak dsb, mereka sering bgt belikan gue makanan. Gue juga menjalin akrab sama peserta dari Filipina, Jepang, Korea, sama Thailand. Pokoknya seru banget, dengan bahasa monyet gue yang terbatas, ternyata kita bisa tetep ngakak bareng sampe diliatin orang-orang. Di akhir.. ada dua cowok yang ngasi kesan bermakna banget ke gue (tolong Tuhan manusia ini baperrr). Yang satu mahasiswa Korea tp study S2 di Jepang, gue manggil dia Oppa biar kayak ala ala drama korea wkwkkwk. Dari awal dia emg deket sama gue karena gue bisa sedikit (seujung upil) bahasa Jepang sama Korea (hasil pernikahan drama korea dengan doraemon). Sedangkan si Oppa ni lemah bgt bahasa Inggrisnya, gue gatau juga gimana ceritanya dia bisa terdampar di acara ini. Dia ngomong dengan bahasa Inggris belepotan yang gue tau dia usaha bgt buat bikin gue paham, 
" Dugong thank you. Aku nggak bisa bahasa Inggris tapi kamu beneran care dan mau sabar sampe ak nyelesaikan kata-kataku. Aku lagi belajar bhs Inggris karena banyak bgt yg aku mau ceritain ke kamu dan gak bisa karena bahasaku yang buruk. Someday aku akan balik lagi ke Indo dan kita harus ketemu lagi."

Gengs.... inilah kenapa gue yakin penyanyi yang nulis tanyakan pada rumput yang bergoyang itu make a sense! Karena ini yang gue lakukan habis dia ngomong sebaper itu wuakakakkaka..

Cowo yang kedua adalah peserta dari China. Dia juga dari awal akrab sama gue, secara teknisnya adalah dia deket sama gue dan Oppa. Relationship mereka berdua ini juga ga kalah mesra. Mereka pernah berantem karena saling ngotot mau nraktir makan... di depan kasir. Mas nya bingung. Yang satu ngomong bhs inggris pake logat China, satu lagi ngomong gajelas antara korea jepang inggris intinya maksa juga. Mas kasir sampe minta tolong gue untuk menengahi peristiwa yang YATUHAN BANGET DEMI APA BERANTEM KARENA SALING NGOTOT NRAKTIR -_- Gue lupa siapa yang menang tapi gue cuma mau cerita mereka se mesra ini......

Next....

 Si cowok dari China ini nama inggrisnya Ziello, nama aslinya bikin keseleo lidah serius. Nah gue gatau apa yang gue perbuat sampe sampe dia ngomong deep banget ke gue pas dua hari menjelang kepulangan dia ke Nanjing.

" Dugong, someday kamu bakal dikasih cowok yang sangat baik karena sifatmu yang sangat pengertian. Aku berdo'a untuk kebaikanmu."

Ini kalo bukan karena tidak boleh, gue sudah bakal loncat meluk itu orang. Baper banget ga sih ;")  Sampe sekarang kita tetep keep in touch gitu, dan dia udah lulus. Sekarang udah kerja di industri film di sana. Oppa sama Ziello ini kepo banget nanya seputar hijab gue, agama gue. Bahkan Ziello minta gue temenin ke masjid liatin orang solat wkwkkwk. Dia atheis dan kan yah ini common banget di negaranya. 

nEXTTTT...

Acara kedua gue adalah bikin project film dokumenter lagi sama dosen dari Jerman. Ini sebenernya nekat bgt karena gua manusia jurusan Public Relations, tapi nyelundup ke program yang lebih ditujukan ke anak jurusan Broadcasting. Tapi karena jiwa Dugong gue memulih, gue mulai lagi masa bodonya. Udah bego gabisa bikin filem, terus nekad aja daftar program itu. Eh lolos yaudah wkwkk. Di situ gue termasuk peserta yang paling deket sama Lecture nya gara-gara sempet ada kejadian gitu dan gue ditumbalin dosen untuk nemenin si dosen galak ini selama 2 jam --_-- Untungnya gue masih hidup sampe sekarang dan dia gak doyan makan daging duyung. Gue cuma cuap cuap dgn bahasa kuda seadanya berharap dia memahami basa basi gue ini selama dua jam.... iya... basa basi dua jam.... dan jangkrik jadi backsound gue banget masa masa itu. Ga sangka moment ini berkesan banget sama dia karena dibahas melulu pas di presentasi. Di akhir perpisahan dia ngomong "We are friends." Gue berjoget lantai saat itu juga.

Pas liburan mao naek smt 7, ini pertama kalinya gue kayak produktif wkwkkw. Biasanya guling guling galau....... berharap koko krans gak lagi menyalahkan dunia ladang gandum, mikirin gimana nasib kebersihan di Gunung Fuji kalo Nobita masi sering ngumpetin nilai ulangannya di situ, dsb. Tapi karena gue mau berevolusi.....#tsahh... gue ngisi liburan gue sebelum KKN dengan magang jadi guru TK wkwkwk. Kata ibu biar sisi wanita gue terbangun dari tidurnya dan ber erupsi. Gue juga sempet nyambi jadi tour guide buat klien tamu univ adek gue kuliah. Lumayan, gue ngasah bhs inggris gue sambil nyari link orang kantoran, jalan jalan, makan gratisan, mobil tumpangan... dan an an an yang laen.

Beberapa minggu lalu gue cauw ke Thailand, ikut kayak exchange program gitu selama 10 hari, kita bikin film dokumenter di sana. Yes,,,, ini D'Catch lagi dan taun ini host fam nya Univ terbaik di Thailand. Di situ gue kenalan lagi sama banyak orang dari berbagai negara. Nah untuk cerita yang ini gue sambung ke next post aja yah biar gak kepanjangan.


neeeeexttttt..................

Sunday, 24 September 2017

Hujan Pertama di Bulan September

Selamat pagi dunia
Selamat lahir kembali diriku
Lihatlah engkau ke dalam lusa lalu
Adakah yang telah engkau capai saat itu?
Selamat menjadi pribadi baru

Pagi ini aku dibangunkan oleh suara gemericik air di loteng rumah
Ah! Jadi hari inikah aku berulang tahun?
Terimakasih sudah memberikan ku hadiah terindah Tuhan
Engkau sungguh romantis memberikanku ucapan selamat lewat hujan favoritku
Aku tidak berharap banyak orang mengingat ada apa hari ini
Aku hanya ingin berdiam diri saja di kamar
Mendengar senandung mesra "Aku Ingin" milik Sapardi Djoko yang kukagumi
Tersenyum manis sambil menulis bersama lagu "Mesin Penenun Hujan" oleh Frau

Kado terindah hari lahirku tahun ini

Semakin dewasalah aku
Semakin banyak beban yang tertanggung
Meskipun senyumku akan semakin pudar dengan menuanya diriku,
aku ingin tidak lagi lupa bahwa aku berhak menjadi anak-anak lagi
Tertawa oleh guyonan receh dan menangis karena terparut luka di kaki
Aku ingin menulis sajak puisi murahan sebanyak-banyaknya seperti masa lampau
Menggambar matahari dan bukitnya..

Asal aku terus bahagia

Hujanku berhenti sejenak sepuluh menit kemudian
Seolah sedang sibuk dengan urusannya sekarang
Hanya mampir sebentar mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku
Daun bergoyang air dan bau tanah dengan anggun menjadi jejak terakhir hujan pergi
Kini hanya sajak berlagu yang mengiringi hari istimewaku
Berderu bersama detik ketikanku yang menari menulis sesuatu

Kisah baruku akan mulai lagi hari ini

Selamat ulang tahun penyuka hujan di Bulan September.....

Saturday, 9 September 2017

dugong dan temennya bernama babe

Helauuh helauuhhh!!! Lama bangaats gue nggak menggila di sini melainkan menggalau -___- Ya plis gue udh remaja dewasa tanggung woy. Kalo beberapa silam omongan gue cuma dibatasi ampe pacaran (yang GILANYA ampe sekarang tetep berstatus jombloh), sekarang umur gue udah dalam tahap "Si anu udah kapan lu nyusul??"

Oke guy, let me make a clarification di sini---> meskipun nggak ada yang minta di clarify sih.
GUE-MASIH-BETAH-JOMBLO. Dengan dua pilihan yang rancu : satu, emang sengaja jomblo, dua. terpaksa jomblo T.T

Iya brayy... GUE TERPAKSA JOMBLOOOOOOO AAAA!! Mao nyari kaga bedaya, tapi kaga ada yang mencari juga *nangis bombay. Jadi gue bener bener tanggung banget sekarang ni posisinya. Kalo ditanya kenapa nggak berani marry, gue jawab "Ah saya masih mau ngebahagiain diri sendiri doloh tante." yep... THE BEST BULLSHIT AND NGELES WORDS EVER IN DUGONGWORLD! Jadi selain nyekripsi (alhamdulillah mau nyombong udah nyekripsi dong skrg muehehe), kegiatan gue cuma ngeglundung-glundung gaje. Gue kan udah officially nih ya gak di AIESEC lagi ni, lalu kegiatan gue di rohis gak seberapa sibuk amat. Yah paling buat nambah duit jajan gue ngasisten dosen gitu kalo lagi ada penelitian (naikin kerah baju tapi ternyata gada karena leher nya masi double chin banget). Yah, seharusnya lebih gampang dong yak nyari jodoh? kan gue berarti punya waktu maen lebih banyak. Gue emang berusaha lebih banyak maen keluar sekarang biar nggak cupu cupu amat. Kan kalo temen bilang "Ahelu, maen kurang jauh, pulang kurang malem." Jadi sekarang gue berusaha buat menghadiahi perjuangan gue selama 6 semester yang dulu nyaris jarang maen karena sibuk ngampus ama organisasi dengan semester 7 yang gue bikin atmosphere nyah fun, yuhu, santai, dan nggak maen kurang jauh pulang kurang malem wakakak.

Kadang sih gue galo ya tentang jodoh, karena temen-temen gue udah mulai ngelepas lajang satu persatu. Kadang juga terus gue mikir ah bodoamat gue kan emang belom siap. Tapi gini lho, at least nih gue udah ada 'calon' gitu kek. Jadi gue ngerti mau dibawa kemana ntar gue...(lah emang dibawa gimana sih?)

Hmmmm.......... apa sebaiknya gue nekat nyari pacar? Wakkks jangan salah, biar gue dugong, lumayan juga tuh beberapa ngantri gue.. iya, ngantri diuyup udelnya pakek belalang -___- Tapi gue pikir ah belom perlu kalo sekarang deh. DULU sih begitu. Ya habis gimana dong, sama temen-temen deket gue aja gue gakpernah kekurangan happy nya. Karena emang sih, to be honest emang temen deket gue cowok lebih banyak daripada cewek. Ada si mom bule jawa yang meskipun orangnya cuek tapi sukses jadi diary gue setiap hari dan konsisten bertahun-tahun, si dukrik yang orang biasa kenal coki- orang ini kelewat suka tebar pesona ke cewe-cewe tapi asyik banget kalo udah jalan bareng, ama om yang meskipun sekarang jauh di Ibukota tapi kesetiaannya sebagai seorang temen gak pernah berubah turun dan masih suka nyempetin main sini... trus dua orang lagi yang maybe not so close tapi termasuk dalam lingkaran penting juga karena tetep suka kontakan. Si Lupong yang sekarang udah keren kerja di PLT* dan suka cerita galo tentang kehidupannya, sumpah nih bocah cowok tapi receh banget kek cewek.. cerewet. Trus yang terakhir sulhan yang gue biasa manggil Babe. Ni orang sumpah kek om tu sebelas dua belas banget wataknya. Jutek, misterius, sama cewe kesannya cool (kalo buat gue si sosoan tu para bocah karena udah ngerti aslinya), padahal kalo udah kena putus cinta, behhhh.... bisa kayak bayi kehilangan dot. Orangnya baek banget tapi emang suka gengsi gitu.

Btw ngomongin Babe gue jadi pengen nulis banyak tentang dia. Jadi dulu pas gue pre College setaun di Jakarta habis SMA, gue cuma punya temen deket di sekolah itu si Om. Kebetulan dia juga yang  ikut bantu gue ngurus kepindahan dari Solo ke Jakarta dsb. Nah di Jkt akhirnya gue dapet temen cewe yang lumayan deket, salah satunya namanya.. sebut saja Dulce Maria. Ni cewe tertutup banget masalah pribadi tapi ceria banget. Karena gue sendiri lumayan introvert masalah pribadi jadi gue happy banget bisa kenal ama orang yang nyaris setipe. Ternyata, si Dulce Maria ini udah punya pacar yang dulunya temen deket sendiri, ya si Babe ini. Babe juga lucunya temen deket om. Makanya kita kadang kayak barengan berempat karena relationship babe ama Dulce Maria trus gue yang posisinya temen deket om. Gue ngakak banget karena babe ama om kok mirip mirip gitu sifatnya. Oke, mungkin babe ni not so popular gitu di sekolah kita karena kan udah punya cewe, tapi om ni karena jutek banget, cewe-cewe malah banyak banget yang penasaran sama dia. Makanya dulu anak cewe suka deketin gue karena pengen tau banyak tentang om sekaligus kepo kok bisa sih kita deket... (lah kok malah jadi cerita si curut om si gue).

Oke back to topic yak, singkat cerita begitu kita udah dapet kuliah masing-masing kan kitaa nyebar tuh. Gue sendiri jadi jarang ngobrol ke babe ato dulce maria. Tapi setahun kemudian kira-kira, babe hubungin gue nangis nangis gitu lah intinya. mereka ternyata putus karena something tapi babe belom nerima karena masih sayang dsb. Yah pokoknya dari situ kita jadi sering ngobrol lagi, gila-gilaan lagi, yah gue ngehibur dia juga kalo pas keinget si dulce maria lagi. Sedangkan dulce maria nya udah beneran jarang lagi ngobrol sama gue, tapi dia tau gue kontakan ama mantannye ini.

Then, back to topicnya topic nih. Jadi dengan segudang cowo di sekeliling gue ini, gimana bisa gue mikir butuh cowo jadi pacar coba? Ini mah gue ibarat punya pacar lima wakakkak.

Sekarang beberapa dari mereka udah pada punya cewek, tapi gue tetep nggak merasa kekurangan care gitu. Yang pasti, gue emang kadang berguling-guling galau karena gue sendiri gatau gimana nasibnya. Pacar gue yeng beneran real sekarang cuma line play, para novel fantasy kesayangan gue, dan para boneka raksasa gue yang setia nemenin gue bobok dimangsa piranha.

Okelah, kayaknya sekian dulu gue bercerita. Gue mau bertapa dulu nyari bahan cerita yang seger lagi dan nggak kalah ama buah yang dijual di BS* City. Selamat membaca tulisan jorki jangan salahin gue kalo terjadi komplikasi. Salam cinta rupiah! MERDEKA!!! (apaan si)
 
Catatan Lebay Seorang Dugong Blogger Template by Ipietoon Blogger Template