Showing posts with label sad. Show all posts
Showing posts with label sad. Show all posts

Monday, 24 November 2025

i Miss You, Cicung

Udah gue bilang memang ini bulan sedih.

Hari ini relapse kangen tante gue.
Dia meninggoy cuma selisih 4 hari sama ultah gue😂

Bahkan, alamatnya di Sardjito waktu gue syopifut sesuatu, enggak gue hapus sampe sekarang. Padahal udah sejak 2022.

Gue masih inget percakapan terakhir kami di ICU. Di tengah ketidaksadarannya, dia ngamuk ke semua nakes. Nyopotin semua selang di tubuhnya. Gak tau, mungkin sesakit itu, ya?

Begitu gue masuk setelah dibangunin suster di ruang jaga pasien, dia melunak. Cuma minta gue keluar ruangan karena malu. Katanya mau ke toilet tapi gak dibolehin suster😃

Gimana mau dibolehin? Kakinya dua hampir diamputasi. Selang-selang itu nancap karena berusaha ngalirin darahnya...

Biar gak mati kakinya, biar tetep jadi kakinya...

Gue kedinginan di ruang jaga. Gak ada kasur jadi cuma dialasi kardus. Tapi ada keluarga pasien lain yang baik hati berbagi selimut.

Gue minta ibuk gue yang bobok di atas situ.

Gue liat sekeliling. Ruangannya super terang. Tapi semuanya muram. Muka-muka yang tegang dan dikuat-kuatin.

Setiap bel ruangan telepon, semuanya gelisah. Kali ini, suster nyari keluarga pasien yang mana?

Malam itu, 3 kali suster telepon untuk keluarga tante... (gue dan ibuk).

Tante ngamuk gak terkendali di ICU. Satu kali gue, kemudian seterusnya yang boleh masuk cuma ibuk.

Jam 3 pagi yang mencekam dan gelisah. Gue diem sendirian di kursi depan lift. Bangunan Jantung Terpadu sepi banget. Banyak ruangan gelap dan putihnya bikin serem.

Ibuk tiba-tiba telepon. Tapi suaranya tante gue. Suaranya kayak kesetanan.

Ibuk nangis, minta ditelepon semua sodara di Jakarta dan Bekasi.

"Minta doa, tantemu kesakitan."

Di antara sedikitnya momen gue nangis di depan banyak orang...

Gue nangis banyak di hari kematiannya.

Gue elus-elus kakinya yang kaku. Yang mana biasanya minta tolong dicariin tips cara bikin halus kakinya.

Ini patah hati yang gue gak bisa move on.

I miss you, Cicung..

Wednesday, 16 July 2025

Selamat malam, Tuhan

Selamat malam, Tuhan..

Maafkan 17 sujudku yang singkat hari ini. Tak kujemput pula waktu duha dan sepertiga malammu karena aku begitu layu.

Padahal, seperti yang kukatakan, aku sedang layu.

Aku membutuhkan Engkau, ya Tuhanku..


Hai, Tuhan..

Maafkan doaku yang begitu cepat hari ini. Bahkan, selepas olahragaku, dalam sujud Isya-ku, tetap saja tak kuperlambat doaku.

Sebaliknya, cepat-cepat kubuka laptopku, mengetik di sini doaku hari ini.

Kulantunkan urusan duniawiku pada-Mu.


Tuhan, Engkau pasti tahu sebab aku menahan tangis hari ini.

Pada hal-hal yang tidak kusukai dan aku takuti.

Engkau paling tahu kedalaman hatiku sebelum aku tahu terlebih dahulu.


Engkau tentu tahu sebab aku kesal dan mengeluh pagi hari ini.

Hanya saja, tak berani kuminta apa-apa kepada-Mu, Tuhan.

Sebabnya aku malu pada ribuan manusia-Mu yang bermimpi menjadi sepertiku (mungkin).

Aku duduk termenung, melawan perasaanku dalam diamku.


Ah, Tuhan! Engkau mengerti saja yang jadi kebutuhanku.

Kau kirimkan dua pesan indah dari dua orang kesayanganku.

Aku tercekat, membaca hiburan 'kecil' yang Kau kirim agar aku tersenyum lagi.


Tuhan... hari ini rasanya begitu cepat berlalu.

Pada urusan duniaku yang begitu berat, aku terkadang lupa kepada siapa aku harus berpegang erat.


Adalah Engkau, Tuhanku..

Engkau yang memberi rasa bahagiaku satu menit lalu.

Kau juga yang mengambil rasa senangku satu menit kemudian.

Engkau yang mempertemukan aku dengan manusia di sekitarku.

Kau juga yang telah dan kelak akan memisahkan mereka dariku.

Mengapa pula aku risaukan hal-hal kecil padahal Engkau lebih besar?


Tuhan, aku lemah pada dunia.

Aku mulai kehilangan arah pada ketakutanku yang manusiawi.

Kutahu Engkau banyak maklum dan pemaaf padaku.


Tuhan, banyak hal terasa mulai berat, sekuat apapun aku berjalan dan melawan.

Senyumku mulai memudar lagi, entah mungkin lupa pada begitu banyak karunia-Mu untukku.

Hari ini, biarkan aku jujur pada Engkau Tuhan..

Sebab, percuma saja aku menutupi, Kau telah tahu isi kedalaman hatiku sebelum aku sendiri.


Biarkan aku jujur kepada-Mu..

Bahwa tantangan-tantangan yang Kau minta agar aku berani dan lebih kuat, kini mulai goyah.

Seringkali aku lupa bahwa menengadah meminta bantuan-Mu harus sesering mungkin kulakukan.

Aku sibuk menerobos jalan tanpa tujuan dan petunjuk.

Yang aku tahu benar... yang aku rasa benar.. yang aku kira benar..


Padahal, Engkau Maha Pengasih.

Sebanyak apapun kesalahan yang kulakukan, Engkau tak pernah egois.

Maafkan aku Tuhan.. menggunakan logika manusiaku yang terbatas dengan tak meminta bantuan-Mu.


Padahal, semestinya untuk satu tarikan napas pun aku tak boleh sungkan meminta.

Untuk satu suap nasi, aku tak boleh takut meminta-Mu.


Tuhan... pada hatiku yang punya banyak kecemasan, leburkan malam ini.

Pada keyakinanku yang mulai bimbang, kuatkan mulai hari ini.


Tuhan, pada ketidaknyamananku, nyamankan mulai detik ini.

Pada hal-hal yang aku lupa syukuri, ingatkan aku mulai saat ini.


Tuhan, aku tahu Kau tak pernah bosan mendengar ceritaku, urusanku, orang-orangku, itu-itu saja.


Terakhir Tuhan sebelum kututup laptopku,

bangunkan aku nanti malam.


Hari ini, tak sedang kumintakan doa untuk orang-orang yang kusayang.

Bolehkah aku memanjatkan doa nanti malam hanya untuk diriku seorang?


Selamat malam, Tuhan.

Mimpikan yang indah untukku.

Saturday, 16 April 2022

Embraces me!

 Embrace....


Pada malam ramadhan ke-14 hari ini, gue entah kenapa pengen banget ngegalau di sini sambil dengerin lagu 'Embrace' dari Yoon Hyun Sang.

Yeah, this anxiety feeling embraces me. Btw, lagu ini enak buat didengerin, especially for people like me, who really is into ballad k-drama song.

Apa kabar Dugong?

Well, i'm fine. It's a very good time for me to do anything i want, with this knowledge, work place, position, financial, my freedom, my own condition, everything..


Tapi kenapa? Kenapa gue merasa hampa banget? Kayak ada sesuatu yang mungkin di lubuk hati sana pengen banget dicapai, atau diselesaikan, atau disentil, sesuatu yang kosong. I have no idea.

What's wrong Dugong?


I know, perjalanan menjadi dewasa, even baru beberapa tahun napaknya, ternyata emang berat kan? Ternyata emang ga semudah atau sebebas yang dipikir dulu.

And you know, me as a feeling person, entah kenapa ngerasa pilu banget hari ini. I try my best to do anything good today. Beberes meja belajar, kamar, semprot wewangian udah kek kemenyan, ngecek portofolio saham, ngecek essential oil yang ternyata varian flu udah abis, everything... 

Rasanya malam ini pengen terjaga, entah dengan pemikiran apa. Gue cuma pengen dengerin lagu 'Embrace' berulang-ulang. Meresapi entah apa arti liriknya, meresapi kesenduannya, dan suasana malam ini yang tenang banget.


Kapan lu nangis buat diri lu, Dugong?

Lupa.

Meskipun keliatan rame di luar, gue dididik sama bapak yang tampak kurang empati dan jarang punya ekspresi. gue besar sama ibu yang berusaha jadi ibu yang baik, tapi juga strict at the same time, memperlakukan gue sebagai "anak pertama yang harus kuat dan gaboleh nangis."


Dan milestone usia 20-an ini, membuat gue sadar, gue pun tumbuh jadi orang yang nirempati, cuma ramah di luar, tp yah seperti film-film, rapuh dan dingin di dalam. Cuma buku diary atau blog yang jadi pelarian. Ada sebagian dari diri gue yang menghibur diri dengan tertawa sekeras mungkin, bikin orang ketawa, dan sebagian lainnya cuma meringkuk di sofa, seolah menunggu seseorang mampu meredam marah dan sedih gue tanpa kata-kata.

Blog ini memang menjadi membosankan sejak berdirinya gue di usia yang uzur. Kehilangan sense humor, lebih penyendiri, berusaha menyenangkan semua orang, berlaku kurang adil sama diri sendiri, dan begitulah.


Kalau pas jaman remaja, gue sering dinilai sebagai anak abege yang ga takut apapun, unplanned, semua dibawa haha hihi, sekarang gue beda. Orang sekitar akhir-akhir ini  bilang ke gue dengan gambaran yang opposite banget,

"Lu kerja sampe kayak gini biar apa?"

"U okay, Pul?"

"Lu terlalu keras sama diri sendiri."

"Adik-adik lu dah gede, pikirin dulu aja diri elu."


Blog ini memang bener-bener jadi sampah sekarang. Sampah untuk siapapun yang masih ingin mampir, membaca, atau memastikan kabar Dugong terkini.

Blog ini udah dewasa, semakin dewasa dengan segala permasalahan yang ada

Entah masalah yang dibuat, diciptakan, atau memang ada...


Blog ini telah melalui banyak hal, menjadi saksi atas segala hal.

Blog ini saksi bisu dan sejarah gue bertumbuh.

Blog ini harapan gue, doa, tangis, bahagia, kemarahan, jatuh cinta, patah hati, kekecewaan, dan apapun perasaan yang mungkin enggak tersampaikan secara spesifik, selain dalam untaian kata.


Dan... blog ini tidak akan pernah berhenti berjuang, mendengarkan dengan setia si empunya.

Meski Dugong telah bertransformasi..


Gue ingin tutup tulisan ini dengan perubahan mood yang lebih happy. Sambil dengerin "With" dari k-drama terbaru, "Twenty Five Twenty One".


Apa kabar?

Baik.

Domisili?

Masih di rumah, gue kerja semua WFH.

Kerja di mana?

Gue kerja di dua tempat, satu content writer dan internship coordinator di kantor M***ill dan Community Editor di GN**.

Kerja dua, kok bisa? Bagi Waktunya gimana?

Bisa, gue butuh cuan biar stabil. Dont ask me how to do, gue jg bingung bisa kuat dari mana.

Kegiatan yang berguna?

Well, gue berusaha bikin konten yang isinya poems gitu di tiktok, meskipun lagi mandeg. Kemarin ditawari temen jadi penulis skrip buat YouTube dia.

Hobi baru?

Belajar investasi hahaha. Gue mulai main saham, reksa dana, sama investasi emas, diajarin sepupu, temen, medsos.

Nikah?

Belum tahu, masih orientasi karier.

Single?

I am single, but my heart is into someone now (Cha Eun Woo, Hyun Bin, Song Joong Ki, u can count them too!)

Target tahun ini?

Langsing (again?), tabungan dengan nominal tertentu, move out from home to be independent.

Target terdekat?

Beli hape baru hahahaha!

Friday, 10 April 2020

What I learned From Past I (0-12 years old)

Dearest my 0-12 years old...

Terimakasih telah bekerja sama dengan baik.
Aku bersyukur kamu telah mengisi hari-harimu dengan hal yang mengasyikkan.
Kamu mungkin belum tahu makna sakit dan kesedihan, sehingga kamu hanya tahu bagaimana membuat dirimu bahagia.
Kamu belum paham arti cinta, sehingga tidak ada rasa cemburu di hatimu.

Aku ingat kamu sering menangis sendirian di tangga belakang sekolah di lantai tiga.
Kamu menatap langit dan terdiam lama.
Kamu bertanya-tanya kenapa kamu dicemooh karena punya teman laki-laki lebih banyak.
Kamu mengeluh kenapa kamu begitu gemuk.
Di waktu lain kamu masih menatap langit dan tersenyum.
Hanya bahagia karena melihat awan begitu indah hari itu.

Seorang teman laki-lakimu berkata "Sebetulnya aku suka kamu, tapi kamu gendut sih."
Tapi kamu hanya tertawa dan kemudian kalian menjalin persahabatan.

Seorang laki-laki yang lain sering ikut menemanimu duduk di tangga itu.
Kalian bercerita apa saja. Tapi tak sekalipun cerita sedih dan susahnya.
Kalian belum paham banyak hal di kehidupan ini.

Belakangan kamu baru tahu, bahwa kamu adalah cinta pertamanya.

Kamu tidak tahu bedanya sahabat dengan sekadar teman.
Kamu anggap semua adalah sahabatmu.
Hingga suatu ketika kamu mulai belajar rasanya disakiti.
Itu terjadi saat dirimu di usia 12 tahun, kelas 6 SD.
Saat kamu dipanggil ke ruang BK karena dituduh oleh teman-temanmu perempuan.
Semua wanita yang kamu anggap sahabat tidak ada yang membelamu.
Yang tahu kebenaran hanya diam saja.

Justru sahabat-sahabat lelaki lah yang membela kamu dan berkata,
"Nanti aku bilang ke bu guru yang sebenarnya. Kamu tenang aja!"
"Aku tau yang salah siapa. Itu bukan kamu."
"Aku habis dari BK, kamu nggak akan dihukum lagi karena aku udah dihukum nulis tadi."

Dari situ kamu tahu bahwa sahabatmu yang terbaik adalah laki-laki.
Kamu benci sahabat perempuan, meskipun kamu masih bermain bersama mereka.

Dearest my 0-12  years old...

Kamu sangat baik.
Kamu sangat cantik.
Kamu suka bersepeda.
Kamu suka bermain kelinci di kebun tebu tetangga.
Kamu belum berjilbab sempurna.
Kamu sudah rajin shalat 5 waktu.
Kamu tahu ibadah sunnah favoritmu adalah duha.
Kamu sering bersembunyi di ruang kosong di masjid sekolah setiap pagi, untuk shalat duha sebelum masuk kelas.
Kamu suka Doraemon dan Conan.
Kamu suka membaca buku dan komik.
Kamu suka bola.
Kamu suka perpustakaan.
Kamu benci ditanya masalah pribadi.
Kamu tidak tahu bahwa kamu orang yang tertutup.
Pemain bola favoritmu adalah Kaka.
Kamu benci Bahasa Inggris.
Kamu tomboy sekali.
Kamu benci acara renang.


Kamu suka memanjat pohon.
Kamu sangat suka berpetualang di kebun orang.
tapi dari situlah kamu mulai takut berlebihan dengan ular, ulat, cacing dsb.
Kamu suka keju.
Kamu suka minum air putih.
Kamu tidak punya handphone.
Kamu benci belajar, tapi mulai suka Matematika saat kelas 6 SD.
Kamu maju panggung saat wisuda karena mendapat penghargaan.

Kamu tidak takut ketinggian, tapi kamu takut tidur sendirian.

Kamu punya masalah dengan kelebihanmu.
Kamu tahu dari kecil kamu bisa melihat sesuatu yang menyeramkan.
Kamu melihatnya di tangga, terbang di atas langit setiap maghrib, di pohon, di kamar, di mana saja.
Kamu diobati karena itu.
Kamu kembali melihatnya sesekali.
Kamu tidak tahu, bahwa di usiamu beberapa tahun kemudian, kelebihanmu kembali dan bertambah kuat.

Kamu suka warna biru dan ungu.
Kamu suka berbicara sendiri dengan boneka.
Kamu menempel poster bola di sekeliling dinding kamarmu.
Buku pertamamu di bangku SD bergambar Teletubbies.
Kamu mendapat seratus saat menulis khot.
Kamu suka menggambar dan sering ikut lomba menggambar.

Kamu tidak mau masuk SMP.
Kamu suka pelajaran IPS dan Qiroaty
Kamu suka Batman.
Bajumu selalu bergambar Batman.
Kamu sering dikira laki-laki.
Kamu jarang menangis di depan orang.

Kamu ditaksir beberapa orang.
Salah satunya teman sekelasmu, kamu benci dia menyukai kamu.
Kamu bilang boleh suka kamu jika dia ranking satu.
Sehari kemudian dia bilang tidak lagi suka kamu.

Kamu suka menjahili kakak kelasmu, melempar sepatunya atau menyembunyikannya di dalam tong sampah kepala sekolah.

Kamu anak yang ceria.
Kamu anak yang manis.
Kamu suka hujan-hujanan.
Kamu anggota termuda remaja masjid.
Kamu suka menonton film horor sampai tengah malam.
Kamu suka begadang.


Terimakasih telah menjalani harimu dengan penuh bahagia.
Kamu membuatku mengenang banyak memori hingga hari ini.
Terimakasih telah menjadi orang yang jujur.
Sampai jumpa lagi masa kecilku.

Aku mencintaimu dengan sepenuh hati...
 
Catatan Lebay Seorang Dugong Blogger Template by Ipietoon Blogger Template