Monday, 24 November 2025
i Miss You, Cicung
Wednesday, 16 July 2025
Selamat malam, Tuhan
Selamat malam, Tuhan..
Maafkan 17 sujudku yang singkat hari ini. Tak kujemput pula waktu duha dan sepertiga malammu karena aku begitu layu.
Padahal, seperti yang kukatakan, aku sedang layu.
Aku membutuhkan Engkau, ya Tuhanku..
Hai, Tuhan..
Maafkan doaku yang begitu cepat hari ini. Bahkan, selepas olahragaku, dalam sujud Isya-ku, tetap saja tak kuperlambat doaku.
Sebaliknya, cepat-cepat kubuka laptopku, mengetik di sini doaku hari ini.
Kulantunkan urusan duniawiku pada-Mu.
Tuhan, Engkau pasti tahu sebab aku menahan tangis hari ini.
Pada hal-hal yang tidak kusukai dan aku takuti.
Engkau paling tahu kedalaman hatiku sebelum aku tahu terlebih dahulu.
Engkau tentu tahu sebab aku kesal dan mengeluh pagi hari ini.
Hanya saja, tak berani kuminta apa-apa kepada-Mu, Tuhan.
Sebabnya aku malu pada ribuan manusia-Mu yang bermimpi menjadi sepertiku (mungkin).
Aku duduk termenung, melawan perasaanku dalam diamku.
Ah, Tuhan! Engkau mengerti saja yang jadi kebutuhanku.
Kau kirimkan dua pesan indah dari dua orang kesayanganku.
Aku tercekat, membaca hiburan 'kecil' yang Kau kirim agar aku tersenyum lagi.
Tuhan... hari ini rasanya begitu cepat berlalu.
Pada urusan duniaku yang begitu berat, aku terkadang lupa kepada siapa aku harus berpegang erat.
Adalah Engkau, Tuhanku..
Engkau yang memberi rasa bahagiaku satu menit lalu.
Kau juga yang mengambil rasa senangku satu menit kemudian.
Engkau yang mempertemukan aku dengan manusia di sekitarku.
Kau juga yang telah dan kelak akan memisahkan mereka dariku.
Mengapa pula aku risaukan hal-hal kecil padahal Engkau lebih besar?
Tuhan, aku lemah pada dunia.
Aku mulai kehilangan arah pada ketakutanku yang manusiawi.
Kutahu Engkau banyak maklum dan pemaaf padaku.
Tuhan, banyak hal terasa mulai berat, sekuat apapun aku berjalan dan melawan.
Senyumku mulai memudar lagi, entah mungkin lupa pada begitu banyak karunia-Mu untukku.
Hari ini, biarkan aku jujur pada Engkau Tuhan..
Sebab, percuma saja aku menutupi, Kau telah tahu isi kedalaman hatiku sebelum aku sendiri.
Biarkan aku jujur kepada-Mu..
Bahwa tantangan-tantangan yang Kau minta agar aku berani dan lebih kuat, kini mulai goyah.
Seringkali aku lupa bahwa menengadah meminta bantuan-Mu harus sesering mungkin kulakukan.
Aku sibuk menerobos jalan tanpa tujuan dan petunjuk.
Yang aku tahu benar... yang aku rasa benar.. yang aku kira benar..
Padahal, Engkau Maha Pengasih.
Sebanyak apapun kesalahan yang kulakukan, Engkau tak pernah egois.
Maafkan aku Tuhan.. menggunakan logika manusiaku yang terbatas dengan tak meminta bantuan-Mu.
Padahal, semestinya untuk satu tarikan napas pun aku tak boleh sungkan meminta.
Untuk satu suap nasi, aku tak boleh takut meminta-Mu.
Tuhan... pada hatiku yang punya banyak kecemasan, leburkan malam ini.
Pada keyakinanku yang mulai bimbang, kuatkan mulai hari ini.
Tuhan, pada ketidaknyamananku, nyamankan mulai detik ini.
Pada hal-hal yang aku lupa syukuri, ingatkan aku mulai saat ini.
Tuhan, aku tahu Kau tak pernah bosan mendengar ceritaku, urusanku, orang-orangku, itu-itu saja.
Terakhir Tuhan sebelum kututup laptopku,
bangunkan aku nanti malam.
Hari ini, tak sedang kumintakan doa untuk orang-orang yang kusayang.
Bolehkah aku memanjatkan doa nanti malam hanya untuk diriku seorang?
Selamat malam, Tuhan.
Mimpikan yang indah untukku.
Saturday, 16 April 2022
Embraces me!
Embrace....
Pada malam ramadhan ke-14 hari ini, gue entah kenapa pengen banget ngegalau di sini sambil dengerin lagu 'Embrace' dari Yoon Hyun Sang.
Yeah, this anxiety feeling embraces me. Btw, lagu ini enak buat didengerin, especially for people like me, who really is into ballad k-drama song.
Apa kabar Dugong?
Well, i'm fine. It's a very good time for me to do anything i want, with this knowledge, work place, position, financial, my freedom, my own condition, everything..
Tapi kenapa? Kenapa gue merasa hampa banget? Kayak ada sesuatu yang mungkin di lubuk hati sana pengen banget dicapai, atau diselesaikan, atau disentil, sesuatu yang kosong. I have no idea.
What's wrong Dugong?
I know, perjalanan menjadi dewasa, even baru beberapa tahun napaknya, ternyata emang berat kan? Ternyata emang ga semudah atau sebebas yang dipikir dulu.
And you know, me as a feeling person, entah kenapa ngerasa pilu banget hari ini. I try my best to do anything good today. Beberes meja belajar, kamar, semprot wewangian udah kek kemenyan, ngecek portofolio saham, ngecek essential oil yang ternyata varian flu udah abis, everything...
Rasanya malam ini pengen terjaga, entah dengan pemikiran apa. Gue cuma pengen dengerin lagu 'Embrace' berulang-ulang. Meresapi entah apa arti liriknya, meresapi kesenduannya, dan suasana malam ini yang tenang banget.
Kapan lu nangis buat diri lu, Dugong?
Lupa.
Meskipun keliatan rame di luar, gue dididik sama bapak yang tampak kurang empati dan jarang punya ekspresi. gue besar sama ibu yang berusaha jadi ibu yang baik, tapi juga strict at the same time, memperlakukan gue sebagai "anak pertama yang harus kuat dan gaboleh nangis."
Dan milestone usia 20-an ini, membuat gue sadar, gue pun tumbuh jadi orang yang nirempati, cuma ramah di luar, tp yah seperti film-film, rapuh dan dingin di dalam. Cuma buku diary atau blog yang jadi pelarian. Ada sebagian dari diri gue yang menghibur diri dengan tertawa sekeras mungkin, bikin orang ketawa, dan sebagian lainnya cuma meringkuk di sofa, seolah menunggu seseorang mampu meredam marah dan sedih gue tanpa kata-kata.
Blog ini memang menjadi membosankan sejak berdirinya gue di usia yang uzur. Kehilangan sense humor, lebih penyendiri, berusaha menyenangkan semua orang, berlaku kurang adil sama diri sendiri, dan begitulah.
Kalau pas jaman remaja, gue sering dinilai sebagai anak abege yang ga takut apapun, unplanned, semua dibawa haha hihi, sekarang gue beda. Orang sekitar akhir-akhir ini bilang ke gue dengan gambaran yang opposite banget,
"Lu kerja sampe kayak gini biar apa?"
"U okay, Pul?"
"Lu terlalu keras sama diri sendiri."
"Adik-adik lu dah gede, pikirin dulu aja diri elu."
Blog ini memang bener-bener jadi sampah sekarang. Sampah untuk siapapun yang masih ingin mampir, membaca, atau memastikan kabar Dugong terkini.
Blog ini udah dewasa, semakin dewasa dengan segala permasalahan yang ada
Entah masalah yang dibuat, diciptakan, atau memang ada...
Blog ini telah melalui banyak hal, menjadi saksi atas segala hal.
Blog ini saksi bisu dan sejarah gue bertumbuh.
Blog ini harapan gue, doa, tangis, bahagia, kemarahan, jatuh cinta, patah hati, kekecewaan, dan apapun perasaan yang mungkin enggak tersampaikan secara spesifik, selain dalam untaian kata.
Dan... blog ini tidak akan pernah berhenti berjuang, mendengarkan dengan setia si empunya.
Meski Dugong telah bertransformasi..
Gue ingin tutup tulisan ini dengan perubahan mood yang lebih happy. Sambil dengerin "With" dari k-drama terbaru, "Twenty Five Twenty One".
Apa kabar?
Baik.
Domisili?
Masih di rumah, gue kerja semua WFH.
Kerja di mana?
Gue kerja di dua tempat, satu content writer dan internship coordinator di kantor M***ill dan Community Editor di GN**.
Kerja dua, kok bisa? Bagi Waktunya gimana?
Bisa, gue butuh cuan biar stabil. Dont ask me how to do, gue jg bingung bisa kuat dari mana.
Kegiatan yang berguna?
Well, gue berusaha bikin konten yang isinya poems gitu di tiktok, meskipun lagi mandeg. Kemarin ditawari temen jadi penulis skrip buat YouTube dia.
Hobi baru?
Belajar investasi hahaha. Gue mulai main saham, reksa dana, sama investasi emas, diajarin sepupu, temen, medsos.
Nikah?
Belum tahu, masih orientasi karier.
Single?
I am single, but my heart is into someone now (Cha Eun Woo, Hyun Bin, Song Joong Ki, u can count them too!)
Target tahun ini?
Langsing (again?), tabungan dengan nominal tertentu, move out from home to be independent.
Target terdekat?
Beli hape baru hahahaha!