Thursday, 17 October 2019

Dugong, Happy Tua Day ke 25

Happy Birthday to me!!

Yes, gue telah menapaki milestone ke 25 tahun sejak gue dirobohkan ke dunia ini. Malam menjelang berkurangnya usia gue menuju 25 tahun terasa berat banget. Gue gelisah gakbisa tidur, tiap denger jam di ruang tengah menggema manggil setan, gue makin kalut. Duh 2 jam lagi gue tua, duh sejam lagi gue tua... sampe akhirnya gue bener bener mendengar dentang jam nakutin maling sebanyak 12 kali. Without any celebration from my family or myself, i decide to sleep.. so fast.

Dampak dari gue mengurangi kegiatan social media 3 tahun lalu kerasa banget. Di masa lampau gue, ulang tahun itu udah kayak berita selebritis, nyebar cepet banget dan sooon after that beragam kalimat selametan bikin hape gue nge hang dengan sempurna. Tapi sekarang bener-bener cuma temen deket gue yang masih bener bener inget kapan gue diusir dari surga dan dibrojolkan di dunia.


Gue inget banget waktu SMA, gue dikerjain temen sekelas gue dengan ngediemin gue seharian. Bodohnya, kepala duyung gue juga nggak berpikir ini pasti akal-akalan surprise. Karena waktu itu gue demam tinggi, kepala pusing tingkat SMA, dan gue bahkan lupa hari itu ulang tahun gue. Untuk seukuran gue yang slalu hebring luar biasa mengguncang sekolah gue, didiemin orang rasanya aneh banget, sedih banget. Gue memutuskan ngungsi ke kelas sebelah yang waktu itu lebih welcome nerima duyung terabaikan. Of course, lucunya temen-temen menggila gue dari kelas sebelah ikutan cuekin gue entah mengapa. Gue yang saat itu beneran sakit dan keringet dingin akhirnya gamau cari masalah dengan nanyain daripada semaput dan gak ada yang kuat gotong badan duyung gue -_-

Sampe pas gue balik ke kelas yang berasa kayak neraka banget, temen gue Ais yang waktu itu ketua ospek senior-senior unyu nan lucu menggemaskan nyemprot gue dengan kata-kata yang.... waduh gue gak bisa bayangkan sampe sekarang deh (karena lupa -_-) Bayangin aja, ketua ospek yang galaknya ngalahin buaya di kebon binatang dengan sukses membuat gue terpana. Doi nunjuk-nunjuk muka gue, which was di belakang dia, temen gue Jae Anget yang ter feminin seangkatan nangis tersedu-sedu. Kata Ais gue intinya nyakitin si Jae Anget. Gue bingung apalagi temen-temen gue yang lain mendukung aksi itu dengan memasang tampang terjutek sejagat pertelevisian Indonesia๐Ÿ‘พ๐Ÿ‘พ

Gue lupa gimana ceritanya tapi akhirnya mereka hepi besdey in gue, gue nangis karena lega gak dimusuhi tapi sakit kepala banget jadinya, dan PLOT TWIST nya adalah si Jae Anget itu nangis karena gaktega gue dimarahin. Yastaga, lu bayangin aja deh seanget apa hati dia๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—


Back to the topic..

25 years old, it feels so damn old for me, damnit. Dari kecil gue selalu ngitung, apa yang terjadi kalau gue udah berusia 10 tahun, 12 tahun, 17 tahun, 20 tahun and now 25 tahun. 

Kalau gue bisa kembali ke masa lalu, gue mau minta maaf sama diri gue yang hingga usia ini, gue belum balance dalam hal apapun. Seriously. I am still living with my parents which i was expected to myself i wouldn't. I cant even earn my own money enough for my monthy expense dan bukan berarti gue boros, tapi emang gue sebokek itu. Oh yes im working and fortunately its my passion but not with this way. All i can say is i am totally broke Dugong.

I got the biggest achievement in my life when i was 23 years old. And i was down to the lowest and darkness life one year after that, 24 years old. Usia 24 tahun gue habis dengan mencaci maki diri sendiri, frustated, membenci diri sendiri dan semua orang di sekitar gue, dan yeah... intinya gue gila banget kala itu. I was born at 24, and i hate my 24 years old.

Tapi, yang gue sangat syukuri hingga saat ini gue nulis, gue dapat dua kado terindah dari semua yang gue alami setahun belakangan. Dua kado terindah yang bikin gue bangkit lagi dari keterpurukan. 

First, gue kemudian tahu bahwa emang kita gak akan pernah bisa expected kita dapat pertolongan dari siapapun selagi kitanya gakmau ditolong. Then i start to love myself and yes... everything was okay then. Next post gue bakal ceritain gimananya.

Second, friends. I have friends. Okey, mungkin ini rada aneh karena sebetulnya gue punya banyak sekali kawanan pecinta Dugong yang setia menjadi sarana dan media kebokekan gue. Tapi, di usia serenta dan tua bangka ini, gue dianugerahi sekelompok pecinta sebuah game yang malah bikin kita tambah deket.

Gue baru-baru ini main game bernama Call Me Emperor. Ini bukan karena gue korban iklan ads, tapi karena gue emang kebiasaan uninstall game pas udah bosen dan nyari game lain yang sesuai mood gue. Dan saat itu gue lagi pengen game yang RPG gitu. But, gue sadar diri bahwa hape gue serenta usia gue, dan kalo gue paksa main mobel lejen ato pabji, we pastikan dia meninggal kena serangan jantung dan CPR tidak akan cukup membantu kecuali pangeran berkuda (nil) putih datang membawa bunga (bangkai) dan mencium hape gue.......๐Ÿ’ฃ๐Ÿ’ฃ๐Ÿ’ฃ๐Ÿ’ฃcukup Dugong. Back to topic.


Intinya gak kuat dan gue harus mencari game online lain yang seru, memungkinkan gue berinteraksi sama banyak orang lagi, dan kuat di hape. Lalu ketemulah si CME ini. Gue lagi gak endorse atau review game jadi gue skip. Intinya ni game okey. Dan karena game ini ga terlalu populer di Indonesia, otomatis players di sini kebanyakan orang luar negri semua, paling deket Surabaya sampe Switzerland dan US (gue gatau jauh mana dan males buka peta jadi gue tulis aja apa adanya๐Ÿ’). Dan dari situlah gue ketemu dan ngobrol sama banyak orang. Totally ngobrol yang dari ngomongin strategi game, sampe ke ranah ranah pribadi (senggol bacok). Rasanya ini lucu dan indah aja. Kita basically gakpernah ketemu, tapi deket banget kayak keluarga, dengan berbagai bahasa. Dan orang-orang Indo yang main game ini rata-rata orang yang udah settle dengan kerja atau abroad kemana gitu. Kita bisa share banyak hal sampe galau-galaunya kerja.

Disana gue pakai lagi jurus bodoh Dugong sok akrab, dan justru itu yang bikin orang semakin kenal dan deket sama gue. When i was out from my social media 3 years ago, no one cares about that, but here, ketika gue ilang sehari dua hari orang akan nyari gue, mereka yang sama skali gak pernah ketemu gue haha. Oh yeah of course, gue juga bukan duyung yang sebodoh itu sampai gaktau semu nya pertemanan online kayak apa.

Gue belajar banyak dari mereka. Ada temen gue dari Denmark yang sekarang stay di Swiss dan kerjanya berat. Tapi dia ngasi tau how to balance ur life yang gue cocok banget dengan itu. Next post gue tulis (kebanyakan janji lu). Ada juga temen gue dari Bangladesh yang semenjak gue tau dia depresi dan hampir bunuh diri, gue malah jadi deket sama dia padahal tadinya kita udah kayak musuh bebuyutan, next gue juga pengen banget bahas tentang ini. Intinya banyak banget ilmu yang gue serap. Thanks God, semua miracle ini gue dapat di penghujung usia 24 tahun. This miracle was made me to move from this broken door to another good one.

Now i can see how precious i am, and i start to love myself. Yes, gue menjalani awal 25 tahun ini dengan ketakutan. Apa yang akan gue lakukan besok? Perubahan apa yang harus gue ubah? Akan jadi apa gue tahun ini? Gaktau... belom tahu. yang jelas gue selalu bilang dengan diri gue, "Be Strong Dugong, Be brave.." everyday... after my morning and before i go to bed, gue tambahin shalawat (gue masi beragama ๐Ÿ˜‘๐Ÿ˜‘)


Gue nulis hari ini untuk sekadar reminder untuk gue sendiri, bahwa seorang Duyung berusia renta ini berusaha mengais secercah harapan untuk perubahan yang akan datang. Bahwa seekor duyung ini berusaha engga lagi lari dari kenyataan (lari buat diet aja gitu) dan enggak lagi takut sama dunia manusia (berenanglah kau wahai ikan duyung ke tepian).. Nanti gue pengen setahun lagi baca tulisan ini, and see apakah gue udah bisa ketawa-tawa bodoh kayak dulu dan sukses, atau gue masih aja nangis dan nulis galau galau lagi buat dibaca next year lagi (amit amit yaaah).

Gue dugong sampai ketemu di next post!๐Ÿ’ช๐Ÿ’ฉ

Thursday, 29 August 2019

Suratku di Bulan yang Akan Pergi

Bersamaan dengan bulan baru yang hampir di ujung penghabisan..

Jemari kerdilku menari kembali, mengetuk-ngetuk keyboard baruku yang kini berwarna kelabu
Lagi-lagi 'penyakit lamaku' kambuh tak tahu malu
Diam-diam menyesap rasa dengki yang tidak berkesudahan

Aku lebih menyukai pahitnya kopi sekarang

Cenderung bermimpi sambil memandang langit yang sama dan membosankan
Berandai jika birunya pagi yang kulihat besok akan berbeda dari yang sekarang
Aku marah dengan diriku sendiri
Tak pernah lelah hidup tanpa kepastian apapun
Bisa-bisanya aku menyesali sekarang

Aku hanya memandangi kesempatanku pergi dalam kotak kelabu baruku
Dimanakah rizki Tuhan yang telah dijanjikan Nya?
Aku menangis terdiam lagi

Aku mulai membuka lembar baru lagi
Memberanikan diri untuk bertemu kembali dengan lakon-lakon lawasku
Memasang lagi topengku dan menambah ketebalannya
Memastikan tak akan bocor layaknya perahu yang akan menenggelamkan penumpangnya
Aku bertindak sesuka hati, tertawa dalam getir

Anehnya, aku merasa bangkit lagi
Meragukan pergulatan dalam otakku yang kecil
Kurangkah aku mensyukuri kasih sayang Tuhan saat ini?

Mereka memandangiku dengan takjub
Seolah kecerdasanku tertimbun selama ini, seolah keberuntungan menjadi sahabat karibku
Aku tersenyum kecut dan membuang muka


Bersamaan dengan bulan baru yang hampir di ujung penghabisan..

Aku kehilangan pegangan untuk kuat berdiri
Aku hidup dengan ladang harapan yang mengering
Hidupku habis dengan pengharapan untuk pergi

Tuhan, aku ingin mencintai diriku lagi
Bersamaan dengan bulan baru yang akan menjadi bulan lahirku kembali

Aku ingin beristirahat dengan rasa yang kurindukan
Tanpa seorang pun bersusah payah memperbaiki diriku yang rusak ini
Aku ingin kembali menjadi air biru yang jernih, yang tenang menghanyutkan pesan
Aku ingin menyambut hujan kesukaanku dengan semerbak atsiri yang baru
Bisakah Tuhan?

Doaku kini hanyalah berucap "Tiada yang mampu kecuali Mu.."

Tuhan bangkitkan satu debu tak berarti ini
Dalam dekapan Mu yang terasa begitu nyata
Akukah yang bodoh Tuhan, buta dan tuli akan bagaimana kuasa Mu akan menuntunku



Aku menyesap kopiku yang sepahit hidupku sekarang

Tersenyum hambar pada tokoh-tokoh dalam hidupku sekarang
Yang kini telah berjemari dua tangan..
Yang kini telah membesarkan miniatur mereka dalam kehangatan
Yang sibuk mengilustrasi dirinya menjadi makhluk yang berbahagia
Yang bercerita tentang mimpi-mimpi yang dipanjat satu persatu

Yang secara tiba-tiba memandangku dan bertanya, "Bagaimana kamu sekarang?"
Aku cekikikan dan berkata riang, "Ah pekerjaanku membosankan tapi aku menyukainya."

Di saat yang sama alter egoku menikam dari belakang
"Bohong pecundang! Di bagian mana kamu suka dengan itu semua?"

Aku melengking semakin keras, menekan tikaman dengan bersusah payah
"Aku bahagia dapat melakukan yang sudah lama aku impikan.."

Aku kehabisan napas dan mati sekali lagi


Bersamaan dengan bulan baru yang hampir di ujung penghabisan..

Aku tumbuh menjadi matahari yang penyendiri
Seolah Ia menerangi tapi tersengat sinarnya sendiri

Aku mengadu kembali kepada Tuhan, dan hanyalah Tuhan seorang
Menyayat kulitku sembunyi-sembunyi
Bersenandung gila dalam musik klasik kesukaanku yang kini terasa memuakkan

Mataku melebar, tapi tidak dengan cahayanya
Aku semakin kelam
Membenci setiap pertolongan yang diberikan

Hingga seseorang mengulurkan tangannya dan berkata berulang-ulang
"Tidakkah kamu bosan menyakiti akalmu sekarang?"

Aku menyeringai dengan pisau di tangan
"Pergi dan jangan lagi berurusan denganku!"

Ia tak berhenti mengulurkan tangannya dan berkata berulang-ulang
"Tidakkah kamu bosan menyakiti akalmu sekarang?"

Baju indahnya berkibar seperti Putra Arthur dalam versi perempuan
Aku tercenung dalam satu lembar usang yang lama kutulis dulu
'Dia akan menjadi orang penting dalam hidupmu..' tulisku di sana

Ia kembali lagi, menawarkan tempat yang tidak pernah aku singgahi
"Berjalanlah bersamaku, nanti sulitmu akan ringan dilewati."

Kali ini pisauku jatuh dalam tanah yang retak

Dia tahu, dalam diriku bersemayam potensi jahat yang menakutkan
Ia ketakutan saat berdua denganku
Tapi begitulah jelmaan Putra Arthur ini, kuat tak mau pergi

Katanya lagi, "Meski nanti jemariku tidak lagi sendiri, tapi kamu tetap akan berdiri di sana.."
"Dimana?"
"Di tempat aku menempatkan dirimu setinggi ini.."


Kepada rasa kelam dan pahitnya jalan yang sedang kujalani..
Kuterima tantanganmu dengan berani

Wednesday, 20 February 2019

TAHU DIRI- MAUDY AYUNDA

Hai, selamat bertemu lagi
Aku sudah lama menghindarimu
Sialkulah kau ada di sini

Sungguh tak mudah bagiku
Rasanya tak ingin bernapas lagi
Tegak berdiri di depanmu kini

Sakitnya menusuki jantung ini
Melawan cinta yang ada di hati

Dan upayaku tahu diri
Tak selamanya berhasil
'Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bisa bersama
Pergilah, menghilang sajalah lagi

Bye, selamat berpisah lagi
Meski masih ingin memandangimu
Lebih baik kau tiada di sini

Sungguh tak mudah bagiku
Menghentikan segala khayalan gila
Jika kau ada dan 'ku cuma bisa
Meradang menjadi yang di sisimu
Membenci nasibku yang tak berubah


Dan upayaku tahu diri
Tak selamanya berhasil
'Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bisa bersama
Pergilah, menghilang sajalah lagi

Berkali-kali kau berkata
Kau cinta tapi tak bisa
Berkali-kali 'ku telah berjanji menyerah

Dan upayaku tahu diri
Tak selamanya berhasil

Dan upayaku tahu diri
Tak selamanya berhasil
'Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bisa bersama

Pergilah, menghilang sajalah
Pergilah, menghilang sajalah
Pergilah, menghilang sajalah lagi






Songwriters: Dewi Lestari

Friday, 9 November 2018

Dalam Do'aku



Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit
yang semalaman tak memejamkan mata,
yang meluas bening siap menerima cahaya pertama,
yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara



Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa,

yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin
yang mendesau entah dari mana



Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung
gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu,

yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu



Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin,
yang turun sangat perlahan dari nun di sana,
bersijingkat di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku



Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit
yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia demi rahasia,

yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku



Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
keselamatanmu







Makasih ya Om Sapardi Djoko Damono,
Saya suka banget sama puisi ini sampai diputer berkali-kali

Sunday, 9 September 2018

Laki-laki Tanpa Suara

Kamu hampir tidak pernah tertuang dalam ceritaku
Terabaikan begitu saja pada lakon lawas masa laluku
Yang biasa kamu lakukan cuma berdiam diri, menerima semua sakitmu sendiri
Memang untuk mengekspresikan perasaan bagimu tidak perlu dengan hal yang biasa saja
Kamu cukup diam, agar aku mengintrepetasikan rasamu suatu saat nanti
Kamu, lakon dekat yang tidak pernah dipandang
Tetapi di balik hingar bingar dunia, kamu berjuang
Kamu mengatur strategi perang
Sampai-sampai aku berpikir bisa jadi kamu yang akan menang

Aku begitu kangen sama si Dilan, sampai-sampai malam ini aku membaca buku sastrawan
Sebut saja Pram atau Kahlil Gibran
Bahasanya begitu menawan
Mataku tertuju pada satu sajak Gibran
Ia menggambarkan Si Gadis Pujaan dengan bahasa yang begitu surgawi
Dia sedang jatuh cinta, kuyakin itu
Bahasanya tidak bisa divisualisasikan oleh orang manapun
Ia tidak mendeskripsikan cinta dengan kata sederhana
Kupikir itu namanya usaha yang berada di taraf tertinggi
Menghargai Sang Gadis Cantik dengan buaian setinggi nirwana

Ingin kulakukan yang demikian kepadamu...

Kamu begitu tabah, sedikit rasa benci
Yang pernah kamu bilang, "Apapunlah yang bikin kamu happy, nanti aku ikutan."
Memang bukan sifatmu untuk terus berkata manis
Kamu bilang takut aku overdosis
Aku pernah bilang kepadamu, "Aku perlu bukti kamu cinta aku."
Katamu, "Dengan apa?"
Jawabku, "Dengan kata-kata."
Kamu menyangkal, "Ah nggak perlu, buat apa? Kamu sudah tahu."

Kamu bukan cowok seperti Dilan, yang mampu membiusku dengan keanehannya memandang bumi
Bagimu seluruh semesta hanyalah partitur yang membosankan
Satu-satunya cara untuk menghadapinya hanyalah dengan ketenangan
Nantinya itu semua menghasilkan kedamaian

Aku menghela napas berat, mengerang ringan
Jika begitu caramu memandang dunia ini, tentu kita sangat berseberangan
Bagiku membayangkan sesuatu yang nyaris tidak mungkin justru mengasyikan
Gajah tidak bisa terbang, tapi bisa saja dengan berbagai kemungkinan
Kalau dia pergi dengan pesawat, tetap saja namanya terbang
Kamu tertawa saja, bagimu itu guyonan
Kuanggap kamu sedang melontarkan satire kepadaku

Bagimu dunia perlu dipandang dengan skeptis, jangan terlalu dibuat-buat
Karena yang teoritis lebih aman
Aku tidak setuju, kamu hanya kurang imajinasi

Ahh... mungkin itu sebabnya kamu bilang membutuhkan aku

Aku masih menimbang-nimbang, seharusnya seperti apa aku menyikapimu
Hidupmu serba macho dan dingin
Bagimu "Grow old with you" adalah tagline sepanjang masa
Ingin kubantah saja dengan "Stay young with you" agar kamu sadar

Kamu berbeda
Kamu selalu memaksa aku untuk terus bertanya
Dengan keterusteranganmu kamu berkata, "Kamu terus mengganggu dengan banyak pertanyaan yang bikin pusing kepala."

 Alasanmu untuk tertarik kepada orang seperti aku tidak pernah terjawab puas olehmu
Aku memilih untuk masa bodoh saja

Sampaikah hatiku bila suatu saat berkata, "Kamu jangan pergi dulu, tunggu."
Bagaimana jawabanmu? (aku akan terus bertanya.)


Friday, 7 September 2018

Surat Rahasia Untukmu

Hai kamu, apa kabar?
Lama tidak berjumpa membuatku rindu
Pada Bulan September favoritku, kini aku telah kembali dari perantauan
Membuatku terpaksa mengenang jejakmu di mana-mana
Apakah kamu masih suka diam-diam membaca tulisanku?
Atau hanya angan semata aku masih merasa kamu berusaha menanyai kabarku?
Kamu menghilang dalam waktu
Dan aku kehilangan celah untuk mencari tahu

Aku masih tetap sama seperti yang lalu
Mencintaimu diam-diam dengan lagu-lagu dalam tulisanku
Entah mengapa, aku rasa kamu sudah benar-benar pergi
Duniamu begitu luas di sana
Kamu permata yang sempurna
Kudengar kamu begitu banyak yang suka
Aku hanya bisa tersenyum samar di sudut-sudut memori

Suatu ketika aku menaiki kingkong putihku yang dulu
Tanpa sadar aku berdegup kencang melihat kaca spionku
Melihat seseorang dalam refleksimu di masa lalu
Kamu, ya.. kamu..
Hingga bertahun-tahun lamanya dalam sepi yang bisu, ternyata kamu tidak juga menyerah dalam otakku...

Aku tidak pernah lagi menghitung tahun dengan jemari
Aku takut hanya akan semakin terluka menunggu sebuah penantian panjang
Bisa jadi kamu bahkan tidak tahu apa yang terjadi setelah kepergianmu
Mungkin saja kamu tidak sadar, bahwa jauh di tempat sunyi, seseorang masih saja berharap kepadamu

Bulan ini adalah bulan favoritku
Langit rupanya sedang mulai mempersiapkan hadiahnya untuk ulang tahunku
Kamu bisa melihat mengapa hari-hari mulai terus biru kehitaman
Kamu ingat kan, aku suka hujan? Saat hujan kembali turun nanti, habis sudah rasanya
Rindu kepadamu akan menari lagi seperti dentuman air di genteng
Hujan memang bukan salah satu lakon kisah-kisah kita
Hanya saja... hujan selalu menjadi penyampai pesanku untukmu di masa dulu

Dengarkan, aku ingin mengaku sesuatu
Aku telah jatuh cinta pada seseorang yang menyenangkan
Ia bernama Dilan, lakon dalam salah satu novel favoritku sepanjang musim tanpa hujan
Bagiku ia begitu berarti
Dilan yang membuatku tersenyum tanpa mengingat perih dalam hati
Berminggu-minggu hatiku buncah oleh namanya
Hariku habis dalam ilusi yang semu, bahwa Dilan suatu saat nanti akan menghampiriku
Dilan... Dilan... Dilan...
Oh sungguh, aku begitu jatuh cinta padanya
Jika sebenarnya aku mengharapkan kamu cemburu, sebetulnya benar
Dalam imajinasiku, kamu segera mencari buku Dilan segera setelah membaca suratku ini
Dia memang bukan cowok pecinta hujan, tetapi dengannya aku merasa kegilaan beterbangan

Ya, kamu memang sangat berbeda dengan dia, hingga membuatku menghela nafas lega
Setidaknya kali ini aku tidak lagi membandingkan cowok manapun dengan dirimu
Ini salahmu, terlalu melekat pada hampir setiap aspek kehidupanku

Jika kamu bukan takdirku, kuharap jodohku nanti bukanlah orang seperti kamu
Bayang-bayangmu harus hilang selamanya bukan?
Aku ingin berhenti membandingkan kamu dengan siapapun di bumi ini
Aku ingin bertatap muka denganmu tanpa cinta, bersama pria tampan di sebelahku
Aku ingin suatu saat nanti bisa menjabat tangan istri cantikmu
Aku ingin berbisik untuk terus menjagamu dan bayang-bayangmu

Jangan lagi lari-lari menghampiri aku
Tahu tidak? Sebetulnya sejak kepergianmu aku selalu bermimpi tentang kamu
Kamu akan datang setiap malam ulang tahunku, mengucapkan sesuatu dengan senyummu
Kamu selalu datang saat aku menangis
Kamu selalu datang saat aku memutuskan untuk berhenti menunggumu
Kamu selalu berhasil menghentikan langkahku dari apapun upaya itu untuk menghapus ceritamu

Kamu, tidakkah kamu kasihan terhadapku?
Dalam diam aku selalu mereka-reka segala kisah kita 
Aku akan menangis jika terlalu marah kepadamu
Aku akan tertawa jika merasa kamu masih memperhatikanku
Bahkan aku bisa sulit tidur semalam jika bertemu dengan manusia mirip kamu
Dalam diam, seolah-olah kamu hidup dengan nyata di sampingku
Padahal, aku pun tak tahu sedang apa kamu di sana
Bahkan, keberadaanmu pun aku enggan bertanya pada siapapun

Kamu bukan takdirku kan?
Aku yakin kamu sedang mempersiapkan dirimu sebaik mungkin
Yang aku dengar, kamu ingin segera menjemput cinta sejatimu
Yang aku tahu, sepertinya itu bukanlah aku......

Sunday, 13 May 2018

dugong jadi sarjana

Oit gengs helaw semua! Seneng banget di akhirnya gue di wisuda. Duh ampe sekarang gue masih gak bisa percaya bahwa gue sudah jadi sarjana๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ Banyak banget hal yang terjadi dalam hidup gue sekembalinya gue balik dari abroad kemaren. Pandangan gue jadi lebih luas, lebih semangat mikirin karir internasional dsb. Intinya gue lebih percaya aja gue gak sepayah yang gue duga gitu.

Sepulang gue dari Thailand dsb maren gue ngebut skripsi. Tapi sejujurnya pun gue gak merasa se stress itu gitu. Padahal tadinya gue nge plan mundur Juli aja wisuda karena gue ngerasa kaga mungkin mau berenang luncur skripsinya selepas abroad. Lucu banget tapi bersyukur parah, gue akhirnya udah mendarat aja di pendaftaran sidang, masi ga percaya aja gitu sampe sampe makan upil aja ga terasa asinnya (paan si jorook ๐Ÿ˜ง๐Ÿ˜ง). Pas sampe akhirnya gue sidang, boom!!!! Astaga gue dikasi sesajen kembang ama makanan banyak banget dari temen-temen gue wkwk. gue sampe gak sanggup bawa make motor karena total ada 3 plastik gede plus beberapa kardus cuy! Gak sangka para Dugongers masih mencintai duyung tua ini.

Waktu itu gue masih kayak gimana yah, melayang di udara aja gitu kayak balon udaranya Sherina. Sidang kelar, revisian... gue ga menyangka dikasih A ama dosen. Seketika dunia penuh dengan warna unicorn beserta poopnya๐Ÿ’ฉ๐Ÿ’ฉ๐Ÿ’ฉ  Waaaww gitu lah wkwkwkk. Itu pun tadinya gue masi pesimis kayaknya tetep gadapet wisuda Juli karena gue banjir revisian dan kena hoax dosen penguji mau umroh sehingga  menyebabkan gue stress dateng ke kantor pagi buta (ala mahasiswa) untuk ngeceng dosen gue yang (katanya) mau umroh. Yah intinya gitu lah jadi pas akhirnya toga baju dan sesajen wisuda lainnya udh di tangan gue, gue langsung merosot langsing karena shock๐Ÿ’จ๐Ÿ’จ๐Ÿ’จ

NAH GUE MAU PAMEERR NIIIII PAMERRR WKWKKWKWKKW!! Tapi sebelom pamer gue pidato dulu sebentar. Jadi setelah per-drama-an selama ketemu Lupin, abroad, dsb gue merasa kan gue banyak berubah nih. Makin gimana ya pede aja gitu, come back lagi edannya, makin dewasa, minum susu nya udah naik satu level dimana tadinya buat usia mental 0-2 tahun sekarang upgrade jadi 3-5 tahun. Yah intinya gue mulai mencintai diri gue, percaya kalo nekad itu emang senjata gue, tidak takut lagi (Karena takutnye ama Tuhan aja mbak jangan ame yang laen), dsb. Gue jadi banyak bersyukur. Keinget lagi tulisan gue 5 tahun lalu pas di masa gue nge down parah karena gagal SBM dan nulis "PLAN 5 TAHUN KE DEPAN" gue sambil nangis, dendam, kaga ada doanya sama skali. Sudah banyak yang kecentang, meskipun yang masi stay hinggap kayak kupu-kupu tu ya satu itu "LANGSING!".

Gue masi inget banget beberapa yang gue tulis di situ dan masuk kategori impossible adalah:

1. Lulus Cumlaude
2. Abroad sebagai perwakilan kampus
3. Balik visit lagi ke Malaysia
4. Nambah belajar bahasa asing

Waktu itu harapan gue untuk dapet cumlaude langsung kekabul karena sejak smt 1 IPK gue udah cumlaude meski dengan tingkat kepintaran secuil ini -_-. Gue pas itu ga percaya karena gue merasa pola belajar gue masih begitu gitu aja kayak pas SMA, malah lebih parah sekarang karena hobi game gue yang semakin menggila. Tapi lama kelamaan gue menyadari bahwa terkadang ya, lu dapet nilai tinggi itu bukan karena pinter ato rajin tapi karena elu menemukan passion lu yang sebenernya meskipun kadang elu ga sadar. Gimana ya, ini menurut pendapat gue aja sih. Gue ngeliat temen temen gue yang emang terlahir berotak encer ya mungkin menguasai banyak bidang gitu lho, apalagi yang rajin. Gue demen banget sama orang rajin karena artinya mereka itu emang niat punya tujuan gitu kan makanye nyari tau, rajin rajinlah dia kayak Ani dan Budi di buku gue jaman SD. Nah, berhubung gue bukan kategori keduanya (si Pinter atau si Ani Budi) gue bingung dong kenapa IP gue bisa tinggi. Apalagi mengingat tubuh bulat gue, gue tidak punya kans untuk flirting ke dosen wkwkkwkwk candaaa.. dan akhirnya gue tau apa yang sebetulnya terjadi di dalam diri gue๐Ÿ’ฃ๐Ÿ’ฃ๐Ÿ’ฃINI KARENA GUE MENEMUKAN PASSION GUE entah sadar atau tidak.

Inilah yang terjadi ketika elu merasa dulu dulunye nilai segitu gitu aje tetiba loncat nggatau diri. IT'S ABOUT YOUR PASSION dude! Sehingga karena gue mulai settle dengan keadaan, menggapai harapan ke 4 yaitu nambah belajar bahasa asing jadi hal yang menyenangkan buat gue. Di kampus gue ikut bimbingan Bahasa Korea yang tutornya foreigner, Oppa Oppa asli dari Korea Selatan. Gue manggilnya Park seongsengnim. Mau gue panggil Oppa pake nada manja takut dijitak pake gayung karena dia sugar daddy beranak satu๐Ÿ˜•. Dia ngajar pake bhs Indo tapi seadanya juga dan formal banget. Kadang miss pronouncation. Kayak misalnya pas gue nanya apa dia pernah makan ayam penyet, dia ngira gue nawarin dia makan "ayam monyet".๐Ÿ˜‘

Gue di kelas itu tadinya paling banyak dimarahin ya karena gue bego banget Bahasa Korea dan kaga paham-paham cara nulis ama baca huruf Hangeul. Kebalik balik mulu gitu lah. Ya gimana dong? Secara gue masuk kelas itu tu karena murni mao belajar korea (dan pedekate ama Oppa). Sedangkan murid-murid disitu rata rata udah bisa baca hangeul duluan sebelom kelas mulai karena mereka tu KPoPers gitu. Mampus kaga, niatnya mau melesat licin malah kejepit di peranakan -_-. Tapi gue malah jadi deket ama tu bapak bapak karena pada akhirnya kelas tinggal dikit yang ikut, final exam gue inget banget cuma 4 orang! Lainnya minggat ntah kemana termasuk yang tadinya gue kesel banget karena keliatan sok sok an mentang mentang udah pinter Korea kwkwk. Si Pak Oppa ini kayaknya appreciated karena gue tadinya bego tapi bodoamat jadi belajar teros ampe akhir penghayatan wkwkwk.

Pun dengan doa gue untuk abroad jadi perwakilan kampus. Gue tu hopeless banget secara udah semester 7 pas itu, yakalik gue minggat ke luar negri. Ke luar kota aja kaga mungkin kan semester tua gini, siapa yang mau ngirim wkwkwk. Eh tapi yaudah akhirnya dapet juga ke Thailand yang kemudian mengantarkan gue mencapai doa yang lainnya yaitu ke Malaysia lagi buat nostalgia wwkkwk.

Oke langsungan aja jadi setelah gue melewati itu semua, gue merasa "Oke Tuhan, gue sudah puas deh dengan apa yang gue dapat sekarang." Bukan karena ngerasa udah di atas, cuma karena lebih kepada gue gak percaya aja bakal dapet tulisan takdir yang sebegini hebatnya untuk ukuran orang seperti gue. Pokonye kayak waduh mimpilah. Tapi ternyata Allah tu punya kejutan lain buat menutup cerita gue di kampus. Tebak deh apaan?

YES! GUE DAPET PREDIKAT LULUSAN TERBAIK COY! Wah ini nih yang gakpernah gue tulis di manapun doa gue wkwkwk. Karena gue menyadari betapa lemahnya dugong berenang ini kalo masuk dunia akademik begituan. Kagapernah remidi aja gue udh bersyukur gengs, jadi gakperlu bermimpi lagi takut kesandung timbangan badan๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜… Tapi pokoknya dengan proses panjang dsb, gue malah berhasil naikin ortu gue ke panggung pas wisuda karena gue kena lulusan terbaik. Dikasi duit, piagam, patung gitu, tablet, bolpen gedongan dsb. Karena alasan itu jugalah gue yang mindahin pita langsung rektor gue karena biasanya dekan yang mindahin kan. Map gue juga dicetak gold bukan biru donker kayak mahasiswa yang laen. Ini yang ampe sekarang gue masi melotot aja gakpercaya, dicubit baru nyadar... nyadar gue barusan kentut wkwkwk๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Dan sudah hampir sebulan berlalu sejak momen terkeren dalam hidup gue itu. Gue masih betah berleha-leha di rumah which is ini penyakit gue banget dan berbahaya karena gue tipe bocah yang telanjur santai jadi orang. Padahal temen-temen gue udah sibuk nyari kerja padahal ijazah ni belom di tangan.  Gue baru akan ambil minggu depan, sengaja kaga diambil cepet biar kalo ditanya masih berhak bilang "Masi kuliah tante, smt akhir.." wwkwkk. Ya kan dengan begitu gue tidak menambah statistika pengangguran kan di Indonesia๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Tapi gue punya alasan kenapa gue mau rehat bentar sebelum gue akhirnya bertarung lagi nyari kerjaan. Yah, ini kan bentar lagi ramadhan yak, ini ramadhan pertama kali dalam hidup gue ngga diberatin sama urusan duniawi kayak kudu kuliah, sekolah, ujian dsb. Intinya otak gue lagi kosong banget sekarang, jadi gue pengen fokus banyakin doa ama ibadah buat sebulan puasa ini. Gue mau bersyukur sebanyak-banyaknya ama Tuhan karena dikasih banyak banget hadiah tahun 2018 ini, padahal baru 4 bulan pertama kan. Ntar abis itu baru gue deh berenang lagi, kalo perlu sambil merem dan jejogetan wkwk.

Oke segitu dulu dari gue. Pengen tidur siang bentar rasanya.

BTW gue punya dua informasi ga penting.

1. Karena gue gak punya kamar lagi di rumah sejak kuliah di luar kota, gue beralih mendirikan tenda di ruang tamu. Iye serius, tenda! gue dibelikan tenda di toko gunung karena gue gabisa lagi mengusir makhluk yang kini permanen menghuni bekas kamar gue (dia adalah adek gue).

2. Gue lelah dengan dunia per skincare an dan udah 2 minggu males malesan cuci muka lagi -_- dasar pemborosan

BABAYYYY 

Tuesday, 24 April 2018

Dugong dengan Cinta nya yang Baru


Heloooww semua! im back!

  
Gila ini lama bangats gue ga nulis. Actually gue pengen banget nulis guys but terpendam selama berabad-abad kejayaan. Why? Salahkan si Bobi alias laptop gue, yang mungkin karena kelelahan menahan beban skripsi, terus begitu teken kontrak sidang skipsi dia langsung semaput setting internetnya ๐Ÿ˜‘๐Ÿ˜‘ Yes, gak tau kenapa setting an internet gue mati suri. Di status tu connected, tapi dibrowsing kaga bisa. Kaya si dia..... statusnya cinta, tapi aksinya nggak ada.. katanya suka tapi imaji belaka.. katanya.... wkdbfbiuhuohfejiei??!!๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”
 
Gitulah pokoknya. Gue berencana masukkin Bobi ke servis skalian update software nya. Jadi gue ini numpang laptop adek gue yang lebih canggih ini (bisa buat internetan๐Ÿ’ฉ) buat nulis mumpung dia nya masi molor.


Anyway gengs, gue mau kasi pengumuman keren. What's daaaaat? Tarik napas..

1............

2............

3............


Mampus, lu kentut yak?


Okey, so here it is............................ GUE SEKARANG MULAI MENCINTAI SKINCARE GEEEEEEEEEENGS!๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ 

Sumpah gue sendiri juga speechless. Gue sebagai wanita untuk suka skincare ato make up ato beauty vlogger itu rasanya asing banget. Karena gue pikir, sementok-mentoknya, mungkin someday gue bakal cinta ama sepatu teplek bunga-bunga aja dan gak lebih. Gue bukannya nyinyir sama dunia cewek, gue juga gak separah dulu tomboynya, tapi jujur gue lebih menggilai dan menjiwai hal-hal unyu kayak boneka (which is gue emg gila boneka dari dulu), baju aneh-aneh atau barang bergambar disney dsb gitu. Oke singkatnya gue lebih suka something yang childish dan fantasy daripada hal untuk wanita seusia gue. Tapi ini gila dan keren gengs. Gue bahkan udah punya beberapa skincare, ditempatin di satu pouch, dan rajin menonton para byuti byuti itu di youtube. Tapi awal mulanya gimana sih? Oke gass...


Jadi ceritanya gini, once upon a time ketika gue lagi ribut ngerjakan skripsi, gue selalu barengan sama dua manusia yang terkenal hits di kampus gue. Gue waktu itu kan skripsinya bantuin dosen penelitian (tsaahh) nah trus dua temen gue ini belakangan juga ditawari proyek yang sama. Gue waktu itu seneng banget karena finally gue kaga sendiri lagi seperti status gue๐Ÿ˜’ jadinya bareng lah kita. Nah awalnya gue ni minder gitu sama dua temen gue ini yang kalo di KTP namanya Ririn sama Harnum. Karena gimana yah... mereka ni emang otaknya encer si, kalo presentasi bagus banget public speakingnya.. dan cantik modis! Catat itu! Mereka emang termasuk kekinian gitu guys. Nongkrongnya ke tempat yang kalo kita order kentang goreng misalnya, itu bisa buat nge full in bensin Kingkong gue (lebay).

Intinya gitu lah. Suatu ketika, Ririn ini nginep di rumah gue (sampe sekarang gue gak percaya anak konglomerat mau bobok di kasur doraemon gue yang budug wkwk). Dia emang salah satu wanita yang mencintai skincare seperti gue yang menggilai doraemon atau novel fantasi. Jadi sebelom bobok, dikeluarkan lah segala sesajen dia dari pouch nya. Gue emang bukan penikmat gituan, cuma gak anti kok jadi gue bongkar itu isi pouch nya dan menemukan berbagai dunia fantasi per skin care an. So Disney banget kan? Dan salah satu hal keajaiban yang menarik perhatian gue dari situ adalah aloevera nya. Temen gue kulitnya putih gengs dan bersih, jadi pas diaplikasikan aloevera dia ke mukanya, itu rasanya kayak elu dikasih paket kuota unlimited gratis seumur hidup! Indah banget dunia pokoknya. Baunya wangi juga. Gue nanya itu apaan sambil berusaha menyembunyikan kekaguman gue pada aloevera pandangan pertama wkwk. Dia ngasi tau itu Nature Republic yang Aloevera (habis ini gue ngomongnya Aloe NR aja yak). Trus gatau kenapa gue langsung interest banget. Ririn yang selalu baek hati dan tidak pernah sombong ini nawarin gue untuk nyoba, tapi gue tolak aja karena itu kan skincare, mosok gue barengan wkwk.


Gara-gara itu gue akhirnya memutuskan oke nyoba deh gitu. Apalagi itu gak terhitung heavy skincare karena cuma soothing gel. Karena aloe nya NR tu terhitung mahal guys untuk standar pemula kayak gue (min 100an ribu gitu) gue memutuskan beli yang share in jar harga 40k. Jadi ini produk tu dari Korea dan jujur aja belom ada resminya masuk Indonesia, Cuma orang dah pada seneng banget make ini dan udah booming banget di dunia skincare karena khasiatnya lidah buaya yang ember bagusnya. Biasanya sih bisa beli di jasa titip, beauty shop atau di online shop gitu sekarang banyak banget. Harganya bervariasi gengs cuma kalo di Indo yang ori diatas 100an (soalnya banyak yang jual murah produk ini tapi ternyata palsu). Gue waktu itu kan lagi ada dapet jerawat beberapa di pipi (napak tilas KKN). Eh pas gue coba pertama kali besoknya yang mau jerawat jadi kempes. Karena bekas jerawat KKN lumayan banyak, gue pakein ini juga bekurang banyak banget, bahkan yang pipi kiri ilang tanpa bekas wkwkwk. Akhirnyaaaa terbukalah pikiran gue tentang skincare yang ternyata gak seserem itu. Emang sih tetep serem di dompet (duit segitu bisa buat jajan semingggu kaaan kalo buat anak rumahan), tapi di wajah gue ternyata gak ada efek yang bikin breakout. Pouch gue akhirnya terisi jugaa wkwkkwk.


Anyway ngomongin pouch, jadi ceritanya gue dinasehatin ibu buat naruh skincare gue di satu wadah. Waktu itu gue ngebantah aja, why? Soalnya gue merasa gak penting banget. Dulu barang kecantikan gue tu hanya ponds facial foam yang oxygen gel dan gue taroh di kamar mandi, day cream nya (yang gue dengan bodohnya pamer ke temen-temen gue kalo gue juga pake BB cream padahal beda banget), dan bedak marcks. Itu doang. Oiya sama minyak zaitun. Jadi dengan 4 biji itu ditaroh di pouch kan berlebihan banget kan? Tapiiii, karena hadirnya si NR ini akhirnya gue make pouch, biar kekiniaan getwohhh. Gue pake pouch yang sifatnya kayak termos, jadi pas gue masukin ke kulkas tu langsung dingin dan enak banget. Iya, gue manusia dingin banget, jadi biarpun hujan dingin sekalipun, gue slalu mengaplikasikan para cecunguk dingin itu di muka gue.


Back to the topic..


Singkatnya gue cocok banget dengan aloevera ini. Gue jelasin ya muka gue tu kondisinya sebetulnya nyaris ga pernah bermasalah Alhamdulillah. Kulit gue normal cenderung dry skin, berwarna terang kemerahan which is kalo gue kena panas berlebih bisa gatal gatal banget, dan jarang banget punya jerawat. Hanya aja gue dulu sempet sombong aja. Kan gue gasuka aer, jadi gue benci mandi, bahkan foto ijazah gue Cuma foto SD yang mandi! Parahnya kalo gak mandi muka gue pun juga ikut gak kena sabun wakakka. Jadi kalo gue gak mandi 2 hari, ya 2 hari juga gue gak cuci muka. Dan yes karena gue gak pernah bermasalah, sampe mau lulus kuliah juga gue masih aja pake kebiasaan gitu. Apalagi omongan orang pada selangit yang envy sama wajah gue yang termasuk mulus Alhamdulillah.

Tapi terus gue ditegur sama Allah gegara KKN wkwkwk (Alhamdulillah gue disadarkan kalo gak gitu sombong ampe tua gue). KKN tu super parah aer di posko gue, buat mandi pesta para tomcat serius. Temen gue pada merah merah herpes di minggu pertama dan sukses bikin jerawatan para cewek, kecuali gue. Bahkan sampe KKN mau slese kulit gue gak ada masalah apapun sehingga gue semakin besar kepala, nggak mandi seenaknya haha. Tapiiiii… minggu terakhir gue KKN jerawat gue langsung tumbuh dengan parahnya, gak cuma satu tapi beraninya keroyokan gengs! Wah gue waktu itu terkedjoet banget. Yang noticed ini pertama kali itu babe gue yang teriak teriak dikira gue abis jatoh kenapa pipi anaknya merah merah. Di situ gue baru sadar yatuhan jerawat!! After KKN was finished gue langsung disibukkan dengan ngasisten, skripsi, dan prepare ke Thailand yang akhirnya bikin gue semakin berjerawat pipi kanan kiri.

AWMAYGAAT! Padahal niat gue mau nyari cowo ganteng di Thailand kok malah begini๐Ÿ˜“๐Ÿ˜“ Ibu gue sampe ngamuk dan suruh gue ke dokter kulit sebelom gue berangkat ke Thailand ato bakal semakin parah. Gue tadinya masih ngeyel karena gue anti banget sama skincare waktu itu, tapi akhirnya nyerah juga. Gue dikasih facial foam sama krim krim an gitu lah. Gue pake sekitar 3 minggu dan bukannya sembuh malah semakin parah. Gue kesel banget rasanya karena mau foto juga kayak gak pede dengan pipi kanan kiri berjerawat. Intinya itu episode dimana gue baru sadar kalo sombong tu bener-bener rugi dan ngerawat wajah tu penting banget. Gue decided to stop my skincare from si dokter dan balik make ponds lagi dengan varian yang paling ringan menurut gue(yang pinkish white). Alhamdulillah karena emang sebetulnya gue dari awal puber udah make varian yang ini, hasilnya gak breakout dan stop in jerawat gue. Gue emang make yang oxygen gel kemaren sebetulnya karena yang pinkish white yang biasa gue pake lagi pas abis.


But bekasnya tu parah banget gakmau ilang. Kan kayak merah merah gitu lho. Sampai akhirnya Negara kekinian menyerang dan memperkenalkan gue dengan aloevera NR kecintaan gue banget (sok sokan suhay). Efek di gue bekas pipi kiri ilang tanpa bekas alias mulus, jerawat pipi kanan karena lumayan banyak belom sepenuhnya ilang tapi lumayanlah. Jerawat yang tadinya mao kluar malu malu diusir dengan brutal sama si ijo besar ini. Gue udah repurchased sih, kebetulan nitip temen yang lagi di Korea jadi murah banget. 75k doang! Mantap kali ini aloe gue timang-timang dengan sayang wakakka.


Setelah gue merasa surgaa bersama aloevera, akhirnya gue mulai suka buka byuti vlogger kayak Suhay Salim, Tasya Farasya, beberapa chanel luar negri dsb untuk ngerti produk-produk laen. Dan ketemulah gue dengan maha makhluk masker bernama Freeman. Ini salah satu masker popular yang banyak banget variannya, mulai dari mud mask, clay mask dsb dan berasal dari USA. Gue  baca review orang terutama mbak Suhay yang sampe berbusa-busa nge endorse produk ini. Freeman kalo di Indo juga belom masuk sebetulnya secara officially, cuma udah banyak di olshop gitu. Gue kebetulan nemu beauty shop namanya CF Beauty yang emang udah terkenal trusted dan murah katanya di Jogja. Di sana mereka nyediain share in jar nya tapi gak semua varian, dan akhirnya waktu itu gue beli yang detoxifying black carcoal nya gitu sama super clay mask dari Innisfree. Masing-masing harganya 20k ama 25k buat 10 ml. Ya bisa gue pake sekitar 5-7 kali kalo gak salah. Pas pemakaian yang Innisfree, gue ngerasa ketarik banget muka gue karena emang ini buat ngencengin kulit gitu katanya. So far sih gak bikin yang alergi ato gmn gitu tapi juga gak ada efek yang bikin better. Biasa aja intinya. Masker gue ini pada akhirnya gue hibahkan ke babe gue karena beliau kulitnya berminyak dan menurut gue masker lumpur ini nyerap minyak banget, di gue jatohnya emang bikin kering soalnya. Untuk yang freeman, ini salah gue sih, karena gue kan sebetulnya emang kurang cocok pake yang berbau carcoal, make varian ini gue kemaren rada merah cekit cekit gitu di awal, sempet tumbuh jerawat satu juga, tapi after that gak bikin breakout karena komedo gue di hidung malah super teratasi. Intinya gue gak merasa breakout di kedua produk ini, Cuma juga gak ada hasil yang bikin gue sejatuh cinta ama NR, jadi gue gak akan repurchased lagi. 


Masih penasaran sama freeman gue beli lagi yang avocado oatmeal sama diamond. Ajegile gue cocok bangats sama yang avocado! Wah gue gabisa membayangkan deh betapa bahagia hidup gue saat menemukan satu makhluk lagi yang cocok di gue. Bekas gue berkurang lebih banyak daripada yang NR lakukan jadi gue udah repurchased share in jar nya dua kali. Kalo yang diamond gue make biasa aja sih hahah cuma sensasi dinginnya gue suka banget. Dan terus….. lalu….. kemudian… kenapa gue jadi byuti blogger gini -_-

Intinya gitu lah, gue baru merasakan banget sekarang yang namanya kena batu “Benci jadi Cinta”. Alhamdulillah sejauh ini gue kaga patah hati (semoga emang kagapernah). Gue jadi suka alay megang-megang pipi gue yang semut aja bisa kepleset. Ngerasa beda aja gitu sama yang dulu-dulu. Ternyata dapet muka yang bagus kaga perlu juga kudu nge dokter kulit wkwkwk, skincare perlu Cuma sebutuhnya aja kalo gue bilang sih. Mahalnya yang bagimana dulu, kalo lu make sebutuhnya ya jatohnya mungkin gapapa karena toh habisnya juga lama ini. Tapi kalo semua dicobain dipakein ya…. -_- Ibaratnya elu makan mau mahal sekalipun kalo berlebihan akhirnya kekenyangan dan bikin sakit. Makanya make sebutuhnya aja kalo gue. Gue belom beli lagi freeman sama NR nya karena nunggu temen gue si Faiz balik dari malay dan bersiap gue penuhin bagasinya dengan titipan gue nanti wkwkwk๐Ÿ˜ˆ๐Ÿ˜ˆ di sono udh official dan murah banget gitu daripada Indo. Kalo dia kaga mau gue pecat jadi temen๐Ÿ’ช

Oke segini dulu lah postingan gue. Ntar next gue bakal cerita lagi tentang WISUDA gueeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee jeng jeeng!
 
Catatan Lebay Seorang Dugong Blogger Template by Ipietoon Blogger Template