Thursday, 21 September 2017

Tahukah kamu?

Tahukah kamu apa yang ada dalam diriku?

Satu, aku adalah wanita tetapi tanpa kadar anggun yang cukup
Dua, aku bukan seseorang yang memahami cara memasak dengan begitu mudah
Tiga, aku butuh seseorang yang kuat di sampingku

Dan sementara ini (kurasa akan menjadi selamanya) orang itu adalah kamu..


Warna biru adalah warna favoritku
Menulis adalah sahabat terdekatku
Aku benci sore hari
Aku mencintai malam yang ramai
Aku sedikit egois
Aku orang yang keras kepala
Aku tidak suka berlari jarak jauh
Aku suka musim salju
Aku lebih suka kedinginan
Wah... aku tidak menarik bukan?
Sama saja dengan yang lain

Aku suka memandangmu dari sudut manapun...
Melihatmu tertawa, berpikir, dan tersenyum dalam tenang
Kamu bilang aku terlalu periang
Lalu kamu katakan berhentilah seperti itu bila memang sedang lelah menjadi riang


Kurasa kamu yang terbaik memahami aku...


Bagi kita berdua rumah bukanlah tempat singgah, melainkan kitalah rumah itu
Kamu bilang memperjuangkan aku tak semudah yang lainnya
Kamu es batu dan aku apinya
Jika kamu pecinta pagi aku maniak malam
Hidup seperti apa yang akan kita jalani, aku kira ceritanya tak sesederhana cara kita saling menyayangi...

Kamu menawarkan sebuah bentuk perasaan yang baru

Rasanya abstrak dan rumit
Mungkin melebihi dari sekedar kepeduliaan yang tinggi
Lalu kamu mulai menggunakan polesan merah muda untuk menggambarkan diri kita
Secara tak disangka aku pun mendefinisikan kamu sebagai kata bernama ' cinta'

Iya.... cinta.






Kamu membawa aku berlari dengan harapan sebesar hati
Aku bilang padamu cukupkan saja seperti ini
Tapi kamu katakan jangan berhenti sedekat ini
"Hei, aku benci lari-lari!", aku membentakmu di sela napas berlari
"Ah sudah lah.. ikuti saja aku kali ini.", kamu berkeras hati







Aku ingin sekali lagi mempercayai cinta

Dan sementara ini (kurasa akan menjadi selamanya) orang itu adalah kamu..






Friday, 15 September 2017

senja dan dunia bukumu

Senja di sore ini seindah rona di wajahmu.
Rasanya hangat menerpa jiwaku.
Kamu berkata bahwa langit inilah kesukaanmu.
Warnanya bercampur rupa hingga aku menyerah untuk berhenti mengaguminya.
Senja.... senja.. dan senja...

Dia hanya diam dengan buku favoritnya.
Sesekali ia tertawa dengan apa yang sedang dibacanya.
Bersandar pada pohon tinggi aku menatapnya dalam-dalam.
"Yang aku punya hanyalah duniaku bersama buku.", katamu lima tahun lalu.
"Ahh.. kalau begitu jadikan aku bukumu, agar aku bisa masuk ke dalam duniamu."
Kemudian sampailah pada senja sore ini.
Duduk denganmu menikmati angin lembut membelai rambutku.
Kamu bahkan tidak sadar sebuah daun layu hinggap di kepalamu.

Senja di sore ini seindah jemarimu membuka halaman buku.
Suaranya menimbulkan gerakan halus seperti gesekan lemah biola
Buku....adalah duniamu



*sori gaje. gue lagi malas mikir.


Sunday, 10 September 2017

dialog di tengah hujan



"Tebak, jika kita orang terakhir di dunia ini yang hidup, menurutmu apakah aku akan memilihmu untuk kunikahi?", aku bertanya padanya pada suatu sore.
"Ya, tentu saja, kenapa tidak? Bahkan aku yakin meskipun aku bukanlah yang terakhir, jika kamu sudah lelah dengan semua lelaki di dunia ini kamu pasti akan tetap memilihku, kan?", ia bertanya dengan wajah yang datar.
"Kenapa kau bisa yakin begitu?", aku merapatkan diri di sebelahnya.
Ia menghela napas, "Hmm.. bukannya sudah jelas? Mana mau kamu memilih hidup didampingi orang yang kamu sama sekali tidak kenal? Jangankan mencintai, kamu kan orang aneh. Bukankah lebih mudah bagimu menjalani hidup dengan yang sudah kamu kenal dekat meskipun tanpa cinta?"


Aku terdiam menatap wajahnya lekat-lekat.
"Memangnya kamu rela melakukan itu untukku?"
Dia tertawa ringan, "Yah, anggap saja aku beruntung juga karena tidak perlu cemas lagi memilih masa depan seperti apa yang akan aku jalani, kan?"


Aku memandang kelabu yang mulai menangis rintik-rintik.
"Mau pulang?"
"Tidak, aku ingin tinggal."
"Aku tahu kamu akan menjawab begitu", sambil berbicara ia mengamitkan jaketnya ke pundakku.


"Bagaimana jika kamu ternyata jatuh cinta dengan orang lain? Aku kan cuma sahabatmu, memangnya kalimatmu ini masih berlaku?", tanyaku.
"Masih..", ia mulai memainkan kubik kesukaannya, "..lagipula hal itu tidak akan terjadi kok."
"Kenapa?"
"Karena aku tidak mau", ia menjawab sesederhana itu. Aku merebut kubik di tangannya, ia melepas pasrah.


"Kamu jangan bercanda."
"Memang tidak."
"Lalu?"
Tangannya merebut kubiknya di jemariku, "Mari kita mencoba saling mencintai sedikit demi sedikit. Memangnya kamu mau mencari yang seperti apalagi sekarang? Kita sudah sangat sempurna, kamu kan tahu itu. Sedikit-sedikit saja, biarkan semuanya mengalir."


Hujan mulai deras menari, menimbulkan genderam indah di setiap sudut.
"Mengapa harus sedikit?", aku menengadah langit.
"Bukankah itu menguntungkan? Dengan begitu kita bisa menjelajahi semua dengan penuh ketelitian bukan? Jangan tergesa-gesa membuktikan, nanti lelah sendiri di tengah jalan", seperti biasa ia berteori seakan cinta adalah sebuah mata perkuliahan.


Aku mengedikkan bahu, sedangkan dia tersenyum ringan.
"Mau pulang?", tanyanya lagi.
"Kuanggap kamu baru saja memintaku menjadi teman hidup.", aku berkata seraya bangkit dari tempat dudukku.


Kami berlari-larian dengan payung di tangan


kopi untukmu dan susu coklat untukku



Mari bersamaku, menyesap kopi berdua
Ceritakan yang kamu lalui hari ini
Entah itu cerita yang baik atau tidak, aku akan duduk bersamamu mendengarkan
Jangan takut untuk berekspresi apapun di depanku
Kamu kan tahu, itu adalah kelebihanku... bersabar menunggu kamu hingga usai bercerita

Mari bersamaku, menyesap kopi di sore hari
Kamu kan lelah setelah pergi seharian
Jadi mari ke sini, di dekapku
Nikmati minuman hangatmu selagi aku bercerita tentang hebatnya aku memasak menu malam nanti
Kamu boleh menertawaiku kali ini, aku tidak akan marah
Mana bisa aku marah? Aku tahu kamu perlu tertawa saat ini
Tapi... jangan harap lain waktu kamu bisa lolos dariku

Mari bersamaku, menyesap kopi di tengah hujan badai
Kamu kan kedinginan, jadi mari biar kuhangatkan
Perhatikan apa yang aku lakukan sekarang
Aku menggambar kita di embun jendela kamar
Kamu pasti tahu aku suka sekali suasana hujan, karena itu kamu diam saja bukan?
Ahhh.. kamu memang sungguh pengertian
Sesaplah minuman itu secara perlahan
Aku tidak ingin kau segera tertidur kebosanan dengan lukisan di jendela kamar

Lalu suatu hari kamu bertanya padaku
"Hey.. mana kopi di cangkirmu? Apakah selama ini kamu biarkan kosong dan berpura-pura minum bersamaku?"
Aku meringis menggaruk kepala

"Ya, selama ini aku tidak pernah mengisinya.
Aku tidak suka kopi, perutku bisa sakit.
Aku lebih suka minum susu coklat dingin."

Kamu bertanya lagi
"Kenapa tidak kau isi saja cangkir itu dengan minuman kesukaanmu?"
Aku mengedikkan bahu

"Entahlah.. tapi bagiku terasa lebih menyenangkan untuk mengatakan minum kopi berdua
daripada minum kopi dan susu berdua."


Kamu terheran
"Bukankah ini hanya sekedar minuman?
Mengapa kamu harus berpikir sejauh itu?"
Aku tertawa ringan menyentuh wajahmu

"Yaa..tapi dengan begitu aku bisa terus bercengkrama denganmu"

"Kamu aneh.", katamu
"Ya, benar...", aku setuju
"Apakah ini juga caramu untuk mencintaiku?", tanyamu
"Ya, benar..", aku mengangguk
"Mengapa?" kau mendesakku

"Hmm.. aku ingin menghargaimu.
Kamu tidak suka berbagi cerita kan? Tapi demi aku kamu berusaha seperti ini
Jadi ini sekadar minuman kesukaanmu, kenapa aku harus mengeluh?"

"Wah.. kamu memang brilian yang aneh", kamu mengacak rambutku dan tersenyum lebar
"Tapi berjanjilah kepadaku..", katamu,
"Minumlah susu coklat dingin kesukaanmu dan aku minum kopi panas kesukaanku.
Mari menjadi diri sendiri mulai sekarang, meskipun begitu aku akan tetap bercerita kepadamu."




Mari bersamaku, menyesap kopi dan susu di sudut rumah kita
Berceritalah! Aku mendengarkan...



Saturday, 9 September 2017

dugong dan temennya bernama babe

Helauuh helauuhhh!!! Lama bangaats gue nggak menggila di sini melainkan menggalau -___- Ya plis gue udh remaja dewasa tanggung woy. Kalo beberapa silam omongan gue cuma dibatasi ampe pacaran (yang GILANYA ampe sekarang tetep berstatus jombloh), sekarang umur gue udah dalam tahap "Si anu udah kapan lu nyusul??"

Oke guy, let me make a clarification di sini---> meskipun nggak ada yang minta di clarify sih.
GUE-MASIH-BETAH-JOMBLO. Dengan dua pilihan yang rancu : satu, emang sengaja jomblo, dua. terpaksa jomblo T.T

Iya brayy... GUE TERPAKSA JOMBLOOOOOOO AAAA!! Mao nyari kaga bedaya, tapi kaga ada yang mencari juga *nangis bombay. Jadi gue bener bener tanggung banget sekarang ni posisinya. Kalo ditanya kenapa nggak berani marry, gue jawab "Ah saya masih mau ngebahagiain diri sendiri doloh tante." yep... THE BEST BULLSHIT AND NGELES WORDS EVER IN DUGONGWORLD! Jadi selain nyekripsi (alhamdulillah mau nyombong udah nyekripsi dong skrg muehehe), kegiatan gue cuma ngeglundung-glundung gaje. Gue kan udah officially nih ya gak di AIESEC lagi ni, lalu kegiatan gue di rohis gak seberapa sibuk amat. Yah paling buat nambah duit jajan gue ngasisten dosen gitu kalo lagi ada penelitian (naikin kerah baju tapi ternyata gada karena leher nya masi double chin banget). Yah, seharusnya lebih gampang dong yak nyari jodoh? kan gue berarti punya waktu maen lebih banyak. Gue emang berusaha lebih banyak maen keluar sekarang biar nggak cupu cupu amat. Kan kalo temen bilang "Ahelu, maen kurang jauh, pulang kurang malem." Jadi sekarang gue berusaha buat menghadiahi perjuangan gue selama 6 semester yang dulu nyaris jarang maen karena sibuk ngampus ama organisasi dengan semester 7 yang gue bikin atmosphere nyah fun, yuhu, santai, dan nggak maen kurang jauh pulang kurang malem wakakak.

Kadang sih gue galo ya tentang jodoh, karena temen-temen gue udah mulai ngelepas lajang satu persatu. Kadang juga terus gue mikir ah bodoamat gue kan emang belom siap. Tapi gini lho, at least nih gue udah ada 'calon' gitu kek. Jadi gue ngerti mau dibawa kemana ntar gue...(lah emang dibawa gimana sih?)

Hmmmm.......... apa sebaiknya gue nekat nyari pacar? Wakkks jangan salah, biar gue dugong, lumayan juga tuh beberapa ngantri gue.. iya, ngantri diuyup udelnya pakek belalang -___- Tapi gue pikir ah belom perlu kalo sekarang deh. DULU sih begitu. Ya habis gimana dong, sama temen-temen deket gue aja gue gakpernah kekurangan happy nya. Karena emang sih, to be honest emang temen deket gue cowok lebih banyak daripada cewek. Ada si mom bule jawa yang meskipun orangnya cuek tapi sukses jadi diary gue setiap hari dan konsisten bertahun-tahun, si dukrik yang orang biasa kenal coki- orang ini kelewat suka tebar pesona ke cewe-cewe tapi asyik banget kalo udah jalan bareng, ama om yang meskipun sekarang jauh di Ibukota tapi kesetiaannya sebagai seorang temen gak pernah berubah turun dan masih suka nyempetin main sini... trus dua orang lagi yang maybe not so close tapi termasuk dalam lingkaran penting juga karena tetep suka kontakan. Si Lupong yang sekarang udah keren kerja di PLT* dan suka cerita galo tentang kehidupannya, sumpah nih bocah cowok tapi receh banget kek cewek.. cerewet. Trus yang terakhir sulhan yang gue biasa manggil Babe. Ni orang sumpah kek om tu sebelas dua belas banget wataknya. Jutek, misterius, sama cewe kesannya cool (kalo buat gue si sosoan tu para bocah karena udah ngerti aslinya), padahal kalo udah kena putus cinta, behhhh.... bisa kayak bayi kehilangan dot. Orangnya baek banget tapi emang suka gengsi gitu.

Btw ngomongin Babe gue jadi pengen nulis banyak tentang dia. Jadi dulu pas gue pre College setaun di Jakarta habis SMA, gue cuma punya temen deket di sekolah itu si Om. Kebetulan dia juga yang  ikut bantu gue ngurus kepindahan dari Solo ke Jakarta dsb. Nah di Jkt akhirnya gue dapet temen cewe yang lumayan deket, salah satunya namanya.. sebut saja Dulce Maria. Ni cewe tertutup banget masalah pribadi tapi ceria banget. Karena gue sendiri lumayan introvert masalah pribadi jadi gue happy banget bisa kenal ama orang yang nyaris setipe. Ternyata, si Dulce Maria ini udah punya pacar yang dulunya temen deket sendiri, ya si Babe ini. Babe juga lucunya temen deket om. Makanya kita kadang kayak barengan berempat karena relationship babe ama Dulce Maria trus gue yang posisinya temen deket om. Gue ngakak banget karena babe ama om kok mirip mirip gitu sifatnya. Oke, mungkin babe ni not so popular gitu di sekolah kita karena kan udah punya cewe, tapi om ni karena jutek banget, cewe-cewe malah banyak banget yang penasaran sama dia. Makanya dulu anak cewe suka deketin gue karena pengen tau banyak tentang om sekaligus kepo kok bisa sih kita deket... (lah kok malah jadi cerita si curut om si gue).

Oke back to topic yak, singkat cerita begitu kita udah dapet kuliah masing-masing kan kitaa nyebar tuh. Gue sendiri jadi jarang ngobrol ke babe ato dulce maria. Tapi setahun kemudian kira-kira, babe hubungin gue nangis nangis gitu lah intinya. mereka ternyata putus karena something tapi babe belom nerima karena masih sayang dsb. Yah pokoknya dari situ kita jadi sering ngobrol lagi, gila-gilaan lagi, yah gue ngehibur dia juga kalo pas keinget si dulce maria lagi. Sedangkan dulce maria nya udah beneran jarang lagi ngobrol sama gue, tapi dia tau gue kontakan ama mantannye ini.

Then, back to topicnya topic nih. Jadi dengan segudang cowo di sekeliling gue ini, gimana bisa gue mikir butuh cowo jadi pacar coba? Ini mah gue ibarat punya pacar lima wakakkak.

Sekarang beberapa dari mereka udah pada punya cewek, tapi gue tetep nggak merasa kekurangan care gitu. Yang pasti, gue emang kadang berguling-guling galau karena gue sendiri gatau gimana nasibnya. Pacar gue yeng beneran real sekarang cuma line play, para novel fantasy kesayangan gue, dan para boneka raksasa gue yang setia nemenin gue bobok dimangsa piranha.

Okelah, kayaknya sekian dulu gue bercerita. Gue mau bertapa dulu nyari bahan cerita yang seger lagi dan nggak kalah ama buah yang dijual di BS* City. Selamat membaca tulisan jorki jangan salahin gue kalo terjadi komplikasi. Salam cinta rupiah! MERDEKA!!! (apaan si)

Thursday, 7 September 2017

...................

selamat datang lagi cinta...
setelah sekian lama kamu menghilang beberapa tahun lamanya
terimakasih cinta telah menyelamatkanku lagi
sebelum semuanya terlambat dan aku hanya bisa menunggu seperti orang bodoh
mungkin akan sedikit aneh, tapi lama-lama aku pasti terbiasa...
terbiasa tanpa kehadiran masa lalu yang lama

aku harus bersenang-senang juga bukan?
semoga mimpi burukku segera berakhir saja
bukankah menyakitkan selalu bertemu dengan orang yang kamu tunggu,
sedangkan kamu sendiri sudah lelah?
bukankah menyakitkan bila aku harus selalu lari menghindarimu,
sedangkan kamu mungkin telah lupa siapa yang menunggu?

ahh.. aku perlu segera mengakhirinya kan?
menyambut cinta lain yang ternyata menungguku dengan sabar untuk disadari

aku tidak lagi ingin bersembunyi darimu, dari masa lalu
aku tidak mau menangis lagi
memohon kepadamu untuk berhenti mengahantui tidurku selama beberapa malam

aku telah menemukan debaran hatiku yang lama sudah membatu
kupikir itu sulit, ya...meskipun tadinya memang sulit

"you know where to find me..." katanya
lalu seketika ak tahu aku harus bangun dari mimpi kelabu
jangan katakan aku kejam..kamu yang terlalu kejam
karenamu aku harus berusaha membunuh semua kenangan kita
aku tidak ingin lagi menjaga cerita kita yang kosong terlalu lama
aku mau cerita baru lagi
aku harus tertawa lagi bukan?
aku harus menangis karena diberi bunga mawar dan bukannya menangis karena menunggu bukan?
aku ingin paham bahwa aku telah tulus dengan ceritaku yang baru

"kumohon berhentilah menggangguku...aku hanya ingin berhenti mencintaimu"

aku sudah benar begini bukan?
katakan aku sudah benar... kumohon...

Untuk Seseorang yang Suatu saat Nanti akan Hidup Bersamanya

Untuk seseorang yang suatu saat nanti akan hidup bersamanya,

Jika di dunia ini ada kata sempurna, maka dia bukanlah satu di antaranya.

Maka sebelum kamu bertanya tentang dirinya, ijinkan ia yang akan bercerita.

Orang yang ada di hadapanmu sekarang adalah seorang pemimpi.

Dia senang berbicara dengan bonekanya setiap pagi, mengatakan 'pagi' seolah mereka adalah benda hidup.


Dia akan tertawa melihat burung di atas dahan, baginya terbang tanpa batas tentu sangat menyenangkan.

Dia menyukai ikan yang berenang di kolam, karena kecipak air adalah melodi yang menenangkan.

Dia sering menari di tengah hujan saat masih kecil, sedangkan orang di sekitarnya memandang ia seakan gila.

Orang yang ada di hadapanmu adalah seorang pemimpi.

Bermimpi untuk bersamamu pergi mengelilingi setiap belahan bumi.

Di bawah malam menara Eifel ia akan melihatmu dengan penuh cinta.

Di tengah Venesia ia akan mengganggumu mendayung sampan.

Di musim salju Jerman yang dingin ia akan melemparimu dengan boneka salju.

Dia akan melepas payungmu saat hujan telah turun membasahi tanah dan daun, mengajakmu membentangkan tangan dan berdansa hingga terang.

Orang yang di hadapanmu sekarang adalah seorang pemarah.

Ia terbiasa menahan amarah seorang diri.

Ia terbiasa memukuli dirinya sendiri.

Ia akan menangis keras sekali atau tanpa suara sama sekali.

Ia bisa menjelma seolah ratu paling egois.


Bisa jadi kamu akan kesulitan mengenalinya.

Bisa jadi kamu kelelahan untuk melindunginya.


Bisa jadi... kamu hanya bisa memeluknya tanpa tahu apa yang harus dilakukan.

Suatu saat... kamu akan melihatnya tertidur di pangkuanmu dengan wajah yang sembab.

Karena baginya, kamu adalah obat paling sempurna untuk menyembuhkan lukanya.

Orang yang di hadapanmu sekarang adalah orang yang kekanak-kanakan.

Kamu akan melihatnya bersenandung riang setiap hari di dapur.

Kamu akan terganggu dengan goyangan kakinya saat duduk di kursi.


Barangkali kamu kewalahan mengajarinya bagaimana menjadi seorang ibu yang bijaksana.

Barangkali melihat dia dan anakmu, yang tampak olehmu adalah dua bayi yang sulit untuk diatur.

Barangkali kamu akan sering menahan malu karena dia akan mengajakmu bermain seolah dunia hanya miliknya.

Barangkali kamu akan marah karena kamarmu akan penuh dengan boneka-bonekanya.

Jika kamu yang telah dipilihnya, pasti kamu sangat dewasa hingga bisa mengimbangi tingkah lakunya.

Orang yang di hadapanmu sekarang bukan seorang wanita yang lembut.

Kamu akan tertawa menatap tegang wajahnya menggunakan sepatu ber-hak tinggi.

Kamu akan melihat betapa anehnya cara ia memelihara kebun di rumahmu.

Jika kamu orang yang dia pilih, pasti kamu jauh lebih hebat untuk memasak dibandingkan kemampuannya.


Kekurangannya seolah mengelilingi dunianya.

Hanya satu kekurangan yang ia yakini sebagai kebanggaannya, saat ia sedang jatuh cinta.

Jika kamu adalah orang yang telah dipilihnya, pahami baik-baik.

Karena cinta begitu melemahkan setiap bagian jiwanya,

Kamu akan menjadi orang satu-satunya untuk ia damba dan ia kasihi.

Kamu akan menjadi satu-satunya yang akan dia pilih sebagai buku diary-nya.


Kamu akan dicintai sebegitu besarnya.

Karena cinta begitu melemahkan setiap bagian jiwanya...

Maka hatinya akan selembut angin saat tiba waktunya.


Ia akan menjelma sebagai bidadari tanpa sayap di dunia.

Kamu akan merasakan bagaimana hatinya memancar saat kamu berada di dekatnya.

Bagi dia, kamu adalah anugerah paling mulia yang wajib ia jaga.

Kamu bisa jadi akan kebingungan memahami cara ia memperlihatkan ketulusannya.

Kamu bisa jadi ingin pergi saja saat melihatnya larut dalam kemarahan yang luar biasa.

Seringkali kamu ingin memukul dirimu karena seolah kamu tidaklah berguna di samping dia yang sedang bersedih.


Kamu akan sulit memahami di mana bukti cintanya.

Kamu akan melihat betapa abnormal jalannya ketika berusaha mencintaimu.


Akan kubisikkan padamu rahasia besarnya.

Karena selalu akan ada alasan dan pertanyaan di setiap tingkah dan lakunya.

Baginya, kamu adalah harta terpenting dalam hidupnya.

Maka orang di hadapanmu sekarang akan melakukan segala upaya untuk membuatmu paham betapa orang yang tak sempurna ini memperjuangkan cintanya.

Kamu tidak akan merasa takut membangunkannya tengah malam hanya untuk sekadar meminta air minum.

Kamu tidak akan ragu untuk meminta kesetiaannya, karena kamu akan menjadi segala untuknya.

Jika kamu mendekapnya dengan erat, maka ia akan mendekapmu lebih erat..

Karena cinta begitu melemahkan setiap bagian jiwanya,

Dia tidak bisa memelukmu saat kamu menangis, melainkan ikut menangis bersamamu.

Dia akan memaksakan diri untuk terus merawatmu yang sedang sakit, karena setiap sakit ia akan ikut merasakan sakitnya.

Karena cinta begitu melemahkan setiap bagian jiwanya,

Dia bersedia mati untuk membuatmu tetap berbahagia.

Karena cinta begitu melemahkan setiap bagian jiwanya,

Dia akan menjadi orang yang bisu, tuli, dan buta karena cinta.

Jika kamu tak bisa melindungi cintanya, maka dia akan hancur karena cinta.


Karena cinta begitu melemahkan setiap bagian jiwanya...

    

Dia begitu mencintaimu..

Dan kelemahannya ini dilahirkan untuk membuatmu merasa beruntung untuk saat ada di sisinya...


She will be the one who growing old with you

Tuesday, 20 June 2017

you are my everything (ost. descendant of the sun)


[Verse 1]
When I see stars, I think of you
Then I always pray for you
And I know what my heart was made for
To love you forevermore

[Verse 2]
When I feel you in my heart
The I hear your voice from your eyes
I'll always love you
And I'm waiting for you until the end of time

[Chorus]
Here I am, way to you
I hope that someday you will realize
That I can see forever in your eyes
And I'm wishing my dream will come true
I am lost without you
You are my everything

[Verse 3]
When I feel you in my heart
The I hear your voice from your eyes
I'll always love you
And I'm waiting for you until the end of time

[Chorus]
Here I am, way to you
I hope that someday you will realize
That I can see forever in your eyes
And I'm wishing my dream will come true
I am lost without you
You are my everything

[Verse 4]
Isn't it clear to see
You belong with me
We are meant to be
In love eternally
My love

[Chorus]
Here I am, way to you
I hope that someday you will realize
That I can see forever in your eyes
And I'm wishing my dream will come true
I am lost without you
You are my everything



......................................................................................................
Hai dugongers! Gils gue baper banget dua minggu ini. Why?? Jadi ceritanya gue emang telat banget liat DOTS. Awalnya gue beneran ga niat karena nanya genre-nya aja udah romance. Bukan sok gimana ya, gue tu suka bikin love poems tapi bukan berarti gue suka romantis. Nah makanya pas temen-temen kampus memaksa dengan lebaynya nonton drama ini, gue malas manjay. Tapi emang sih, DOTS ini sempet meledak banget yah kalo ga salah? Karena gue denger dari perbincangan para pecinta drama, ini film termasuk recommended banget di tahun... 2016 atau 2017 gitu kalo gak salah.

Nah, lalu apa yang melatar belakang gue untuk akhirnya menonton drama ini sampe baperrrr?? Once upon a time, karena gue kehabisan stok film di hdd, akhirnya gue mencoba nonton DOTS yang teronggok ganteng di pojokan. Bagi gue ga masalah sih untuk nonton ini, mana Song Joong Ki kan ganteng ya wkwkkwk. Jadi gue gaperlu yang namanya beralay-alay gila untuk memutuskan apakah gue akan menonton drama ini atau jadikan ia sebagai film bertepuk sebelah tangan --" Ini terjadi sekitar 2 minggu yang lalu. Telat? banget! asal ga telat datang bulan -_-

Dari eps pertama gue menonton langsung sukakkk! Apalagi yang main Song Joong Ki (maap sebagai non k-drama lovers IQ gue jongkok sekali masalah ini. jadi barometer pertama k-series romantis gue adalah ganteng). Song Hye Kyo juga yuhu banget sumpah. Gue suka gaya dia yang tomboy-tomboy kucing (apaan dah). Drama ini punya dua cerita romantis, wich are yang pertama antara si tentara sama dokter, dan kedua tentara lain sama tentara yang lain juga. Sorry gue malas bat nyariin lagi siapa namanya...Pokonye gitu. Gue rasa ini beda banget plot nya sama film lain (soktau). Karena gue gak merasa picisan, justru malah chemistry-nya dapet, cuco! Yah, karena kan drama ini lebih banyak ngambil tempat di daerah konflik.. secara.. tentara gitu lho. Menurut gue kalo misalnya pemainnya kaga dibikin LDR, sedih bombay, galo pengen putus ga karena ga kuat pacaran sama tentara yang katanya banyak rahasianya, sampe nyari es teh yang enak di tengah gurun tu dimana (yang terakhir boong deng)... ya nggak extraordinary dongsss. Buat gue ini so meant banget, tulus, dan pokoknya wuuhhh banget. Jokesnya juga ga norak.

Gue nonton drama ini total cuma 2 hari yah, emang kayak kuker banget. Di saat tugas bejibun melanda, persiapan UAS semakin menjanda, gue butuh asupan gizi dari cowok cakep pinter baik penyayang.

Ini gue sisipin text ost drama ini yang selalu diputer-puter terus dan anehnya gue ga pusing meskipun diputer-puter wkwkk. Gue juga berencana mungkin sebentar lagi akan ngasi backsound blog gue dengan lagu Gummy ini kalo tidak ada halangan. Pokoknya gue baperrr baperrr baperrr. Minta banget yang beginian satu Ya Allah

Friday, 27 January 2017

Good bye




Ada seseorang menunggu kamu untuk segera menjemput
Mungkin dia tidak tahu bagaimana proses dirimu berjuang untuk membuat segalanya siap pada waktunya
Dia... hanya bisa mendo'akanmu..
Mengatakan rindu hanya dengan untaian kalimat sederhana
Menyatakan cinta dengan lembaran digital yang sedianya hanya bisa membisu
Berharap suatu nanti kamu akan membaca dan mengerti
Bahwa nun jauh di sini ada seseorang berharap untuk dijemput


Hujan selalu mengenang dirinya akan dirimu
Karena sejatinya hujan mempunyai makna yang sama seperti kamu...
Hujan dan kamu adalah dua hal yang paling dia sukai


Hanya saja... ia rasa kamu semakin sulit untuk didekati
Kamu semakin tinggi dan jauh berlari, meninggalkan harapannya untuk layak dijemput
Terkadang, dia memohon untuk berhenti berdo'a lagi
Memohon Tuhan untuk tidak lagi diberi rasa-rasa tidak masuk akal dan hanya terlihat menyedihkan


Kamu semakin pudar di matanya...
Saat bayangmu datang di mimpi dia hanya bisa meminta maaf
Maaf untuk berniat merajut mimpi yang baru
Maaf untuk mengusirmu jauh meskipun mungkin... kamu sendiri menunggunya
Dia ingin hidup tidak dalam kenangannya lagi



Sunday, 6 November 2016

aku dan cerita



Biru...
Pagi mengangguk penuh arti
Menyimpulkan langit mengapa begitu sumringah menanti cerita

Sepi...
Bulan baru penuh elegi
Ada harapan membuka di setiap lembaran embun
Berdoalah agar hujan yang menetes tidak ingin menyakiti
Berdoalah agar hujan bermaksud menjelma sejuk dalam kalbu

Pergi...
Hanya untuk merefleksi
Tidak ingin melarikan diri
Hanya mencari mimpi-mimpi yang tersembunyi
Memaksa makna keluar dari persembunyiannya
Berusaha bernyanyi dengan nada semiotika

Lapislazuli...
Selalu hangat dirasakan
Meski tidak tahu pasti bagaimana bentuknya
Yang dirasa hanyalah sunyi yang damai

Kamu...
Adalah hadiah yang Tuhan ciptakan
Semoga ditujukan pada orang yang tepat
Dan semoga itu adalah aku

Friday, 14 October 2016

i miss my past time

hi dugongers!

Di tengah persiapan promed, studi kasus, dan uts next week gue merasa butuh banget nulis di sini. Yah, in this Month, begitu banyak yang terjadi-entah itu yang bikin seneng maupun bikin baper. But, i'm not talkin about love, boyfriend, or somethin like that, no. Ini masalah sekitar gue dan diri gue sendiri. Dimulai dari organisasi gue di AIESEC yang lagi yah, semacam ketimpa masalah. I lost 3 people in one day only, dan ini pun dengan cara yg menurut gue sungguh tidak menyenangkan-dan terjadi di depan mata gue sendiri. Sekarang kondisi gue liat seakan semua saling tuding dan saling membenarkan, mencari jawaban atas apa yang terjadi tapi sebetulnya seakan mencari pembelaan. Entah deh, kayak sebetulnya gue tak merasa ngaruh dengan menuangkan opini gue dalam situasi ini. Tadi gue ditanya VP gue tentang kondisi gue sendiri dan gue berbohong dengan bilang " I don't care about what was happened yesterday.." Yahp bcs orang orang yang telah pergi ini bukan sekadar temen.. tapi seakan kayak termasuk orang yang cukup sering berinteraksi dengan gue. Lucunya juga, gue gatau juga sebetulnya apa tanggapan gue atas masalah ini. Kayak gue ini seakan peduli tapi kalo dipikir pikir.. engga juga. Tapi dibilang ga peduli, ya ternyata mengganggu juga. I mean like this is my very 1st new term and gue langsung dapet situasi kayak gini. Sedangkan tidak banyak juga yang bisa gue ajak diskusi.

Dan masalah kedua adalah... diri gue. I dunno exactly what's wrong with me now? gue merasa sejak semester 5 ini, gue lebih seneng apa apa sendiri. Gue pikir tadinya karena gue masih sibuk project, jadi akhirnya gue mengurangi free time gue untuk lebih fokus sampe project selesai dan ngurus kuliah yang sempet keteteran juga gitu. Gue bersyukur temen temen akrab gue disini juga gada yang memprotes. Kadang gue memaksakan diri untuk tetep ngumpul biar dianggap ga sombong, meskipun badan rasanya kek mo copot saking capeknya. Tapi begitu project selesai, gue merasa ternyata lebih enjoy tanpa ada ikatan semacam 'nge geng' gtu. Gue jadi bener bener terbiasa makan di kantin sendirian, lebih sering ke perpus buat baca buku atau numpang tidur, atau yah pokonya semua serba sendiri. Bahkan, gue menemukan temen baru yang menurut gue lebih asyik karena gue ga harus yang bersikap seolah 'gue punya kewajiban curhat atau cerita sesuatu hanya karena gue temen deket lu'. 

 Karena actually, hal sepele semacam inilah yang mengganggu gue dalam dunia pertemanan. Gue memang sebenernya cenderung individualis banget, kalo bener bener bukan closest friend, gue gamau banget cerita tentang hal yang menurut gue privacy meskipun orang bilang itu biasa. Gue merasa capek juga karena dengan adanya kebiasaan temen deket harus curcol, gue merasa terkekang. Tapi gue bukan berarti benci kalo temen deket gue curhat, gue fine fine aja kok. Hanya gue benci diprotes kalo gue g melakukan hal yang sama gtu lho. 

Jadi gue merasa seolah semester 5 ngejungkir balik lagi hidup gue. Dimana yang dulu biasanya kemana mana ada temen skrg gue lebih nyaman sendiri, fokus mikirin diri sendiri. Tas gue juga bertambah beban karena gue mulai suka buku lagi (satu hal yang gue tinggalin semenjak kuliah dan punya temen bareng). Target gue buat selalu habisin minimal 4 buku di tiap bulannya terasa enak bgt buat gue, seolah gue punya temen baru meskipun bisu. Untuk curhat gue tetep mempercayakan curhat ke blog, diary dan temen yang beneran gue anggep deket bgt, Faiz. Gue tahu bahwa blog gue ini dlunya susah juga nyari privacy karena ternyata bocor ke tmen tmen SMA. But gue yakin sudah banyak yang melupakan blog ini dan seisinya. Jadi gue pikir gue lebih bebas juga bereksplorasi di sini.

Gue sibuk banget di semester 5 ini dan gue akui itu. Seolah waktu santai gue itu hanya ketika gue bisa bebas nonton film, nulis blog, dan baca buku tanpa pikiran dikejar tugas untuk sementara waktu gtu. Acara ngobrol gue dengan Faiz juga gue anggap sebagai hiburan, yah karena emang dia aja yg beneran bertahan jadi tmen deket gue dari SMA dan kita emg gapernah lost contact. Kadang memang kita suka berantem sampe diem-dieman, tapi memang dia udh semacam diary gue yang hidup gitu. Oke, memang senengnya punya diary adalah karena kertas selalu sabar mendengarkan cerita gue, tanpa batas waktu dan syarat. Gue hanya perlu menulis menulis dan menulis. Dan temen gue Faiz ini semacam kayak diary hidupnya, yang memang sabaaarrr banget dengerin smua cerita gue tapi dia bisa kasih feedback gitu.

I dunno apa yg membuat gue kyk kesulitan lagi nemu org yg bisa jadi tmen dket gue. Se-picky itukah gue? Atau mungkin emang gada yg mau deket gue? kwkkwk... gatau deh.


Okey so beginilah kehidupan gue sekarang. Gue merasa super bosan di sini. Kayak rutinitas yang biasanya gue sambut dengan penuh kepolosan ( tolong mandiiin orang ini dengan air comberan -_-) sekarang menjelma jadi kehidupan yang penuh kebosanan. Gue mulai kembali ke diri gue yang dulu tapi hanya bener bener di kelompok tertentu aja. Yeah... gue baru ngerasa kalau gue emang rindu masa masa alay SMA. Di mana gue gak banyak banget mikir tentang perputaran dunia. Di mana gue masih dianggap unyu jadi masih ditoleransi dengan kesalahan. Di mana saat gue deket cowo, ortu tidak ingin kepo atau menganggap ini adalah hal yang serius utk dibicarakan.  Gue agak terganggu juga krn kuliah ini ortu gue semacam baper yang sangat tiap gue akrab dengan cowo dsb... tentang masa depan gue apakah akan menikah dengan dia siapapun itu dsb. Memang bener dunia orang dewasa itu super jenuh banget. Gue pikir dengan dilepasnya kita ke dunia kita sendiri, gue lebih bebas. Nyatanya gue malah ga ngerti arah juga...

Pengen rasanya balik lagi ke masa kecil. Pas gue mikir yang bikin sakit cuma karena dijewer ibu kalo nakal atau jatoh habis lari lari. Pengen banget balik di mana dulu pas SD gue hobi banget ngilang ke ruang jemuran di atas, senyum senyum sendiri kek org gila ngeliat langit (ruang jemur gue gada atapnya), trus nulis diary di sana...gue emang terbiasa nulis diary sejak kelas 3 SD. Sayangnya diary gue pada ilang pas kita pindahan rumah ;( Nulisnya pun juga kayak bego banget... cerita tentang tadi lupa gosok gigi, si ini naksir sama si itu, tadi main basket tapi mukanya sakit kena bola dsb. Hal hal bodoh inilah yang ternyata sangat gue rindukan. Ga banyak sesuatu yang membuat gue harus nangis dengan luka mendalam dsb haha. Intinya memang masa anak alay dan luculah yang paling ajaib.

Oke, sebenernya masih banyak banget yg pgen gue tulis di sini. Tapi tugas gue menumpuk dan butuh segera dikerjakan. Gue cuma berharap gue beneran kuat ngehadapi ini semua dengan baik, dengan bijak dan ga menimbulkan musuh musuh aja gitu.


gue dugong salam galau begadul  
 
Catatan Lebay Seorang Dugong Blogger Template by Ipietoon Blogger Template