Friday, 13 June 2025

Dugong Goreng dan Rumah Ikan (II)


I dunno, this is so weird to realizing that i'm on hyper mood today to recalling and write everything i could remember these years. 

Kayak gue come back to home after lost for years.. hari ini gue sempet panik karena takut ini blog ilang. Woi, gue udah ngerintis ini blog since my teenage, woi😩 Semua memory jamet, termasuk cerita gue dengan si kalem atau puisi-puisi galau yang dihimpun dari berbagai curcol orang ke gue (yes, not all those poems was about me, duh!), semua ada di sini.

But fortunately i can get it back and it makes me like this.

Hey, i'm back Dugong! Thank you for keeping these memories on you tent to wait me back.

Ini adalah kelanjutan dari postingan pertama gue sebelumnya, Dugong Goreng dan Rumah Ikan.

Btw, asam lambung gue sempet naik tadi siang, tapi udah lumayan sembuh malam ini. Kayaknya, gue mau agak begadang since tomorrow is my free day. I plan to recap my guitar lesson tonight after finish blogging.

Well, as i said before, akhirnya, kami berdua mulai deket satu sama lain (if i can count that as a close one, but for me, it's a yes).

Seinget gue, kami mulai beneran bisa ngobrol pribadi ketika dia nanya tentang ex gue. Saat itu, dia kira gue masih sama dia. Dari situ, pembicaraan mengalir aja gitu, meskipun gue ngerasa, dia masih sering membatasi apa yang boleh gue tahu dan enggak.

I mean, yes, of course everybody does. Tapi, dia adalah tipikal orang yang bener-bener akan ngasih dinding tebal begitu tahu udah too much information, tanpa basa-basi. Like he will suddenly give a gesture like "Stop, let's end this topic."

Begitu gue ngerasa mulai yakin gue deket ama cowok, gue langsung cerita ke sirkel terdekat dan emak gue. Yes, actually, ini pertama kalinya gue beneran terbuka sama ibu dan adek soal 'percintaan'. Dari sejak gue mengenal cinta, gue gak pernah cerita ke siapapun, termasuk temen deket. Diary dan blog ini adalah sahabat gue. Soalnya, rasanya aib banget monyet, kalau ketauan gue suka orang. Kayak merasa lemah.

Gue terbuka sejak putus kemaren. Heart broken changed me a lot. Kayak gue merasa perlu menerima banyak perspektif agar nggak bucin tolol (meskipun again, bulol is like my middle name until now). Jadi, ketika ibu gue bilang acc tentang si Ikan, ketika Babab dan temen-temen lainya bilang "Gass.." gue beneran berani maju mulai buka diri meskipun gengsi banget.

Hal menarik lainnya adalah fakta bahwa dia sangat tertutup (bahkan melebihi gue di fase paling tertutup) dan selektif. Bahkan, untuk sekadar following his IG, i need to asked him like about 3 times (tapi pake style teasing ya, bukan begging). Pada akhirnya, ketika gue udah nggak ambil pusing, dia emang nge-follow gue duluan dan cukup aktif nge-reply story-story bodor gue.

Then, what's the hot things here?

I dunno.. tbh, kalau boleh kegeeran, gue ngerasa there's something between us. Dari gesture dia, tatapan mata dia (meskipun kami jarang ketemu karena beda kota), cara dia memperlakukan gue, dia yang sering tiba-tiba udah di samping gue pas acara kantor di Jakarta, our first dating... bahkan dia ngajakin gue pergi lagi (tapi belum tahu kapan)... it feels so different.

Gue dengan casing super friendly dan obral word of affirmation sana sini, might be harder to be identified if i really love him or not. So it's him. Dia tipe orang yang tenang ( i can say really calm), stecu, dan cool.

But at certain point, i do feel that he knews me, i knew him. We have something spark but can't tell. It's like "Yes we both know, and then what?"

Kalau boleh dibilang, dinamika kami sangat 'dramatis' if i can say. Tarik ulurnya kenceng banget, entah dari gue ataupun dia. Yes, i admit that gue gengsi banget bejir😖 Babab sering bilang "Kalau suka, suka aja. Kalau kangen, chat aja." Gue gabisa kayak gitu, woi. Nanti mahkota gue jatoh gimana kalau kecintaan😩

On the other side, gue ngerasa dia juga gitu (entah gue doang yang rasa-rasa atau emang iya). Ada satu momen yang kampret.... gue kalau inget itu agak emosi😞 Waktu kami mau acara kantor di Jakarta dan salah satu agendanya adalah ke Ancol. Pokoknya waktu itu ada conversation yang nge-lead us into "Kabur aja yok, ke Seaworld!"

Me as a makhluk laut lovers pasti seneng banget. APALAGI KALAU SAMA DIA BERDUA! Gue sampe jejeritan ngomong ke temen gue, "INI GUE HARUS BALES APA? KALAU BALES IYAIN, IH MALU GENGSI NJIR. TAPI KALAU GAMAU, GUENYA KAN MAU." Gitulah intinya.

Akhirnya setelah agak lama, gue memberanikan diri dengan bilang YES. BUT U KNOW WHAT? HE PULLED ME BACK dengan bilang semacam "Ya nanti kalau sempet atau gak panas."

😡😡😡😡 Woi manusia! GUE UDAH TURUNIN GENGSI BILANG IYA😞😞

Maybe juga salah gue gak langsung ngeiyain dan dia kesel atau malu? Lah bodoamat, gue maunya nyalahin dia aja😑

Ended up, kami gak ke Seaworld. Tapi emang pergi ke tempat lainnya di hari lain.

Oh, gue baru inget satu hal lain...

Sebenernya, gue punya satu diary yang bener-bener khusus dia di Ipad. Gue himpun dari tanggal kami pertama kali chatting beserta isinya wokwokokwokwokwok😂 Cuma, karena kami sempet agak jauh (gatau gimana tetiba dia diem gak chat gue dan kayak lebih nyaman ngajak gue ngomong di grup), gue jadi males ngisi lagi karena ngerasa agak patah hati.

A Reflection..

Semakin gue mengenali dia, semakin gue memahami apa yang lagi terjadi (setidaknya dalam POV gue). To be truth, kami punya beberapa sifat yang mirip, kayak sama-sama suka ngebanyol, introvert (tapi kayaknya dia lebih suka main daripada gue), tertarik sama parfum (ini sih dia gara-gara gue), tau skincare, suka nulis, dsb.

Dan... banyak juga hal yang beda di antara kami yang gue notice.

1. Gue tipikal yapping. Dia juga sebenernya suka cerita (kalau dipikir-pikir, pas dia gmeet, sering banget dia yang yapping di obrolan. Gue banyak dengerin). Tapi, gue ini tipikal yapping yang konsisten. I mean, misal yapping gue punya skor 50, yaudah segitu terus. Paling naik turun sesuai kondisi tapi gak begitu jauh skornya.

Nah, si Ikan beda. Dia yapping on off. Kadang yapping score-nya bisa sampe 90 alias cerewet buanget. Tapi, at certain moment (which is it is much), dia bisa beneran ngilang sampe tinggal 20.

Lu paham kan maksud gue? Ini kan ngebingungin banget. Kadang gue mikir, bejir gue salah apa yak? Kok dia tiba-tiba diem? Kok ketikannya jutek? Makanya sesekali gue jengukin dia online, untuk sekadar nanyain kabar dia. Karena kadang gue baru tahu kalau dia lagi sibuk banget, habis sakit, ponakan kesayangannya dateng, dsb.

2. Cara dia memandang menentukan sesuatu, dilakukan dengan saksama, sangat berhati-hati. Ini udah tervalidasi di beberapa situasi, bahkan sesimpel milih parfum kesukaan dia. Sedangkan gue tipikal yang lebih spontan, kadang efeknya dipikir entar. Lakuin aja dulu, nekat aja dulu, gitu. Takut sih, tetep takut. Tapi gue lebih takut nggak ngelakuin masalahnya, karena makin nggak terprediksi, gitu.

3. That he can manage his pocket well, but i don't. Gue ngerasa kayaknya gaya hidup kami lumayan beda because once again, he seems like can manage his money wisely. Sedangkan gue lebih kayak penikmat hidup gitu dan suka banget menafkahi orang woi (Dear God, dont let me poor😩) meskipun on boncos mode. Yang kayak gini, kira-kira dia bakal terbebani nggak ya ama gue?

4. Kayaknya dia tipikal orang yang nunjukin kasih sayangnya via tindakan, deh. Gue tahu ni cowok greenflag, family man, and so. Gue tahu dia suka ngebantuin orang tapi nggak mau keliatan. Dan ini sering juga terjadi karena dia sering bantuin gue tapi gak suka terekspos. Gue ngerasain keknya gesture dia naksir gue juga. Pokoknya gue gak terima aaaaaaa kalau dibilang kegeeran bejir😖😖

AND THE CONCERN IS, gue anaknya verbal banget woi😩😩

If someone never say what they want in a strong line, how could i believe that he loves me? Even if the act talked more, I AM STILL NEED HIS WORDS TO LOUDLY SAYS "I LEFFFF YU."

Gue gabisa hidup di batas abu-abu😑 I keep the answer but i knew my answer. I just need him to ask me directly, pointed on me, then i will give him the answer. That's all (anjay).

Kayaknya segitu dulu, deh.

Beberapa concern ini bukan bikin gue mundur sebetulnya. Karena yang bikin gue mundur cuma kalau gue udah capek. Cuma, gue jujur sangat berharap akan ada momen dan kemajuan di mana kami bisa ngebahas hal-hal yang lebih serius untuk nyamain persepsi dan visi misi hidup (aseec). Soalnya, ini kayak belum pernah terjadi. Kami masih sebatas di permukaan aja.

Gue ngerasa, sepertinya dia maju mundur. Sedangkan gue gamau ngejar duluan. I do believe that man needs to know what he wants. I don't need to teach him what he has to do, but i will teach how i want to be treat by him👸 dan keterbukaan adalah salah satu yang gue harapkan.

Btw, hal-hal keren yang gue dapatkan selama sama dia adalah ketenangan yang gak bisa gue jelaskan. Kayak gue percaya aja gitu dia bisa jadi pemimpin yang baik, gak kasar, biarpun kadang kampret, tapi hal-hal itu masih bisa gue toleransi.

Dan ajaibnya, beberapa wishlist dan celetukan gue di masa lalu, yang gue nggak anggap serius atau gue hapus, entah gimana, ada di dia😂

A Future?

Well, Ikan, you need to know...

Untuk Seseorang yang Suatu saat Nanti akan Hidup Bersamanya


That you're just in a perfect time to meet me at this new version.

Gue versi yang gamau buru-buru nikah, tapi harus ada boundaries yang jelas.

Gue yang tantruman, tapi berusaha nggak ngerepotin siapa-siapa.

Gue yang masih terus berjuang buat jadi secantik Jenny bleping.

Gue yang versi udah bisa dandan dan dress well better.

Gue yang versi gak berpuas diri dan masih mau tingkatin value lagi.

Gue yang versi tahu cara mencintai diri sendiri dan dengan sadar tahu bahwa trauma di masa lalu bukan tanggung jawab siapapun selain gue sendiri yang mau sembuhin.

Gue yang ingin mencintai dan dicintai dengan cara yang sederhana dan tenang..

Tapi juga nggak mau kehilangan sparks of childish things just because maturity.


Gue masih mau blushing cuma karena lu ngirimin pap bangun tidur.

Gue masih mau ketawa bareng karena hal yang jayus.

Gue masih akan salting cuma karena gombalan garing.

Gue bakal mau nyanyiin elu pake gonjrengan gitar tiap lu minta.

Sleep call, video call, any childish thingss...


That i will make sure that i am protect myself well..

That my parents will be a very good in-laws for you..

That i will try my best to be most lovable wife..

And be a good mother to our kids (tapi gue tetep mau seru-seruan kayak gue ke Abuy)..


Gue mau lu arahin.

Lu jadi leader, gue good partner beside you.

Kalau lu gabisa bilang nggak ke orang, gue yang maju ngebela elu.

Kalau lu sakit, biar kata gue cuma bisa jenguk online, gue tetep hadir buat lu.

Kalau lu butuh waktu sendiri tanpa diganggu, gue gak akan ganggu.

Kalau duit kita belum cukup, kita makan garem sama-sama, tapi jangan lama-lama.

Kita kaya raya, kita liburan hepi-hepi berdua.


Of course, meskipun gue masih dengan segala keterbatasan..

Suka ngambek, nanyain hal oon tiap mens, clingy suka nyariin..

Petantang-petenteng padahal kadang banyak sok kuatnya aja.


Kita akan saling meminta lebih suatu saat nanti, tapi untuk kebaikan diri.

Kita bisa saling dukung satu sama lain.

Because i knew, deep inside, we are good match.


Nggak semua peperangan harus dihadapi sendirian.

Gue yakin bisa jadi temen perang lu yang diandalkan.

Gue yakin lu bisa jadi temen perang gue yang paling keren.


All you need to do is... to be bold.

Know what you want.

Know your worth (lu keren banget anjir) and you respect me as a diamond.

Lu harus yakin untuk maju dengan gagah berani.

Lu harus yakin lu capable enough to be my "peace, love, and gaul" man.


But, if these too much for you.

If those all reason still not enough to be your last chapter,



Well, let see...


Dugong Goreng dan Rumah Ikan

Baru minggu lalu gue kepikir, mau hidupin blog ini lagi. Soalnya, Quora menurut gue kurang cocok buat tempat curcol jamet, sedangkan gue lagi mager banget nulis tangan di diary Doraemon.

Cuma, bejir banget dengan kecanggihan mas S's hands, doski nemuin blog ini woi😫 Keinget banget jaman blog gue bocor di kelas anak cowok pas SMA dan isi blog jamet gue pas masih naksir si kalem dibacain di depan kelas😖

Biarpun begitu, gue putuskan gak akan mundur dan kepikir bikin blog baru. Soalnya sayang banget ini blog udah se-ancient itu. Toh, pada akhirnya orang bakal berhenti excited sendiri kan, ya?

Btw, gatau kenapa, gue mood banget ngebahas satu topik. Ini jujur udah pernah gue posting di blog ini. Yah, meskipun kemudian gue archieved lagi karena gelisah banget woi. Gue takut narsis sendiri😂 But, i think it's time for me to open up the story here. Why? Because just because haha. It's just... too beautiful to be keep on my mind only.

Please, don't ever think i'm in love or something (because not yet confirm or too denial?) But, who knows? U may read the story first and keep the conclusion yourself😂


Gue inget, waktu itu 11 Januari 2024. Gue dikasih tahu kalau akan ada leader baru di divisi lain (yang mana akan sering collab sama kerjaan gue). As i know, divisi ini kelihatan serius banget woi😖 Gue akan selalu sakit perut tiap ada hal yang bersinggungan dengan divisi ini (di leader sebelumnya. Bukan karena dia nyebelin, tapi emang nervous aja).

Jadi, ketika gue tahu divisi ini akan ada leader baru dan COWOK, gue merasa harus checking the water untuk ngukur seberapa 'serem' ni orang😞

11 Januari 2024, gue chat dia untuk pertama kalinya. Sebenernya sih, ada dua modusnya. Pertama,  memperkenalkan diri dan kedua, konsultasi masalah kerjaan (buset, belum-belum udah kerja aja gue).

Oke, ternyata gak seserem dugaan gue. Orangnya cepet respond, ketikannya nggak kaku, yah masih ada ekspresinya, lah. Cuma, gue sama sekali gak kebayang mukanya yang gimana. Karena emang sama sekali gak pernah lihat dia.

Luckily, sekitar 10 harian (?) setelahnya mungkin, kami punya kesempatan ketemu karena ada acara kantor di Bandung. Gue inget banget... tolong background dibuat item putih dan bunga-bunga ya..

Gue turun dari gocar, nenteng koper. Masuk ke lobi hotel. Di sana, sebagian besar temen kantor udah pada datang. Gue salam-salaman sama mereka sambil dibawain ayam terkenal di kota itu buat makan siang.

Terus, tetiba, salah satu HR gue (i am freakin scare of him tbh), manggil gue dan bilang, "Jamet, sini aku kenalin sama si Ikan, leader divisi X yang baru."

Gue awalnya biasa aja, jalan ke arah yang dituju. Si Ikan waktu itu duduk ngebelakangi gue. HR gue manggil dia untuk dikenalin ke gue. Begitu dia balik badan...

😳😳😳😳😳😳😳😳😳😳 

NO WAY HE'S SO DAMN HANDSOME!

Lucu banget, tapi gue beneran LANGSUNG have a spark on him😩 Apa-apaan ini bejir. Cha Eunwoo yang gue puja-puja aja, gue gak langsung suka dia.

Tapi ini, ORANG INI, gue langsung naksir di pandangan pertama😩 Detik itu juga. Emejing banget.

Gue kaget, tapi buru-buru menguasai keadaan. Kami jabat tangan buat pertama kalinya. Dan di situlah gue langsung ngambil kesimpulan 4:

1. Dia. ganteng. banget.
2. Dia. super. duper. ganteng.
3. Hah, ini bocil? Mukanya masih muda banget! (tapi terus ter-confirmed dia setahun di atas gue).
4. Dia galak.

Nomor 4 gue kasih kesimpulan kayak gitu karena dia nggak ada senyum-senyumnya, woi. Tapi bukan kayak sombong. Just simply he's a cool man.

Singkat cerita, selama acara di Bandung, woi mata gue gak bisa berhenti ngeliat dia😑 Nggak berani ajakin ngobrol juga, intinya hidup gue di situ cuma bernapas dan ngeliatin dia. Udah gitu doang.

Tapi memang, ada satu momen yang bikin kami meeting satu meja (dia yang ngajakin). Gue nervous banget karena duduknya persis di depan muka gue. Jadi, untuk menghindari ke-nervous-an itu, gue tanpa sadar ngunyah sarapan dua piring.

Damn, itu kalau dipikir-pikir memalukan banget. Orang gila mana yang sarapan dua piring di depan crush-nya? LU MAU DIKATAIN GEMBUL?😑😑

Pernah juga pas kami outing di Bandung puncak, di bus, kami duduk depan belakang. Gue keinget banget ni orang diem banget selama di perjalanan. Buang muka mulu woi ke jendela. Padahal gue di depan sama rommate jejeritan nyanyi sama nge-review bekal makanan pakek bahasa Inggris (pikmi bet emang, aneh).

Habis dari Bandung, dibilang ngobrol banyak juga enggak. Kayak.. yaudah gue memandangi dia dari jauh aja gitu (asek). Gada yang namanya caper, emang bahas seputar kerjaan aja. Tapi, dia emang sesekali suka nge-reply story WA gue (inipun terbilang super jarang).

Nah, dari interaksi-interaksi kecil inilah... gue mulai menyadari ni orang asbunnya gak ketolong. Kocak banget, woi😩😂 Kayak Dilan gitulah dia. Mukanya datar, tapi isi mulutnya kocak banget. Aduh, gabisa gue deskripsiin. Pokoknya, ni orang day by day makin bikin gue jantungan aja.

Suaranya lucu, kayak setelan cowok soft spoken yang gabisa marah. Dia cadel, di mana di mata gue itu malah bikin dia makin eksotik, woi tolong pukul gue!😑

Satu hal lagi yang gue notice di tahun itu, RAMBUTNYA BADAI WOI. TIPE GUE BANGET. Yang kalau kena angin bisa ketiup karena rambutnya ikal dan buanyak! Makanya, setelah itu, gue panggil dia dengan nama yang merepresentasikan rambutnya itu. Gue bayangin rambutnya yang kayak semak-semak itu bisa buat tidur para ikan di lautan (well, hewan favorit gue selain burung adalah ikan. Dia gue kasih nama 'rumah ikan' sebagai simbol dia rumah favorit gue, eaaa eaaa..)

Seingat gue, kami beneran mulai deket karena program nulis yang kami berdua emang incharge di situ. Belum lagi dengan projek-projek lainnya yang memang 'mengharuskan' kami untuk lebih banyak interaksi.

Di sinilah, kami mulai saling terbuka satu sama lain. Bahas keluarga, masa lalu, kerjaan, hobi, dsb..

Buset, belum apa-apa, gue udah salting😖😂

To be continue deh...



Rumah Ikan Sedang Bersedih

 Hai, rumah ikan!

Sepertinya kamu sedang banyak pikiran

Melayang-layang, berdiam diri di sudut duniamu yang tak terjamah itu

Entah apa yang membuatmu begitu

Semoga bukan aku


Hai, rumah ikan!

Aku mulai menangis karena sejenak ragu dengan semua keputusanku di masa lalu

Bila aku kembali, mampukah aku bisa memperbaiki?


Semoga, jarak yang sedang kamu beri, tidak terlalu lama, ya..


Semestinya, kuutarakan saja perasaanku kepadamu

Semestinya, lebih lama kutatapi wajahmu yang sendu di stasiun saat itu

Semestinya, kurekam lebih banyak senyumanmu

Semestinya, dan semestinya semestinya yang lain


Kamu sedang jauh di sana...

Bukannya aku mau menunggu

Sepertinya, sejak awal memang aku tidak pergi ke mana-mana


Tersenyumlah, rumah ikan!

Karena tanpa kamu sadari, ada satu makhluk kecil di dunia ini yang menyukai itu

Wednesday, 19 February 2025

Sungai yang Menjadi Lautan

 Hai, daun yang bergoyang malu-malu

Sudahkah engkau mendengar suara merdu itu kembali bersenandung?


Ia yang sebelumnya berlari ketakutan

Wajahnya penuh dengan kesedihan

Katanya, ia ketakutan akan jatuh pada hati yang salah lagi


Kini, ia berdiri

Menari dan terlarut dalam anomali barunya

Ia khawatir setengah mati

Tetapi sungai itu begitu tenang alirnya

Tak punya celah untuk membuatnya takut akan tenggelam

Ia larut dalam air itu

Sejuk, dingin, tak terprediksi ujungnya


Belum bisa ia mengukur kedalaman sungai itu

Masih terlalu waspada oleh gelapnya di bawah sana

Tetapi sungai tetap memeluknya erat

Menuntunnya perlahan-lahan, memastikannya itu akan berujung menuju cahaya


 Hai, daun yang bergoyang malu-malu

Sudahkah engkau mendengar suara merdu itu kembali bersenandung?


Ia mulai bercahaya

Sebagaimana sungai selalu bangga dan turut serta membuatnya bercahaya


Langit kini birunya lebih cantik dari sebelumnya

Udara kini lebih sejuk dari sebelumnya

Kupu-kupu beterbangan di mana-mana, seolah menyerukan lagu baru


Ia memutuskan untuk berdiam pada sungai itu

Memunggungi udara bebas

Menatap dalamnya sungai yang kini berubah mulai meluas jadi lautan


Ia mulai siap menyusun perahu

Bersatu dalam dunia barunya


Sepertinya benar dugaan manusia

Ia mungkin akan jatuh cinta, sebentar lagi...

Monday, 7 October 2024

Kak Susan, here is for you!

Hari ini, tetiba gue keinget Kak Susan. Beliau adalah salah satu senior di AIESEC yang baik banget. Kayak, apa yah, pengaruh baiknya tuh tinggal dan membekas gitu loh di hati lembut gue ini.

Yang paling gue inget selain she's freakin genius and hard worker, beliau adalah orang yang super religius. Gue keinget pas main di kost-nya, alkitabnya itu penuh sama coretan beliau utk memahami beberapa ayat tertentu. Okay, i dunno if it was wrong or acceptable to put some notes on, tapi yang mau aku tekankan adalah beliau mengimani Tuhannya dengan begitu taat. Gitulah ya...

Setelah kami sama-sama lulus, kami memang udah lost contact. Terutama karena dulu, jalur komunikasi anak di kampus rata-rata masih pakai Line, which is nowadays udah jarang dipakai lagi kan? So, yang tersisa adalah Instagram.

One day, Kak Susan tiba-tiba jadiin aku close friend-nya di sana. Jujur gue agak kaget. Karena selain udah lama banget gak tegur sapa, yah... gue emang sebetulnya gak dekat sama Kak Susan. Emang sebatas junior-senior satu organisasi.

Gue inget banget, waktu itu gue dalam kondisi super down. Pekerjaan belum ada, gak ada uang, takut menghadapi dunia, ahelah pokoknya udah jadi bocah anxiety gitu.

Tiba-tiba pas habis subuhan, gue buka notifikasi hp dan baca apa yang Kak Susan Tulis di situ.

Intinya, beliau bilang, siapapun yang beliau tag di close friend itu, boleh minta doa apapun untuk dia panjatkan. Gue pas baca itu langsung nangis sih😢 Beneran senangis itu. I mean, woi siapa yang akan expected kalau tiba-tiba lu di DM temen yang lama banget gak kontakin, terus dia bilang "Here's a gift for you. Make a wish and i will pray to the God."

Jatuh hati gue elah ya Allah. Nangis dah di sajadah, mukena juga belom dicopot😭😭😭😭😭

Udah bertahun-tahun udah berlalu sejak kejadian itu. Gue merasa kehidupan sedang dalam kondisi lebih baik dan gue bahagia😢 Gue bebas, mencintai pekerjaan dengan segala dramanya, bisa punya uang sendiri, bisa tersenyum...

So, hari ini dengan mengingat kebaikannya, gue DM beberapa orang (semoga bisa berlanjut). Gue bilang gue lagi happy, jadi mau didoain apa?

Ada salah satu temen sekantor gue yang bilang dia sampe nangis karena lagi dalam kondisi sulit.

Kak Susan, look what you did.. your kindness is stay still. You inspired me a lot😢


Wednesday, 28 February 2024

I Hate Falling Love

Siang ini gue merasa kurang produktif banget. Padahal kerja, padahal dari tadi ngetik sesuatu, tapi rasanya kayak nggak ngapa-ngapain.

Oh iya, baru inget belum ngisi diary di form internship...

Barusan gue ngeganti playlist di YouTube, dari yang tadinya lagu Kunto Aji di album Mantra-Mantra, jadi Payung Teduh yang Dunia Batas.

Entah, emang beberapa bulan terakhir, gue sangat menghindari lagu-lagu romantis. Lagi dalam kondisi kurang nyaman.

Gue berhenti bermimpi tentang pangeran berkuda putih yang akan meminta gue memeluknya dari belakang.

Heartbreak... changes everyone, every soul.. wether it will be up or down.

I choose to be somebody that i used to dreamed about, but too afraid to reach up.

Jeez, im crying for none, for alpha, no reason.

I'm looking at the mirror, seeing my new style.

I cut my hair into short, it exposed enough my curly hair.

I try to learned how to put make up on my face.

It doesnt look younger anymore (that's how people describe me tho..)

It looks mature but sad.


I try to laugh louder than the rain

But the tears wont stop...


I hate falling love

It makes me weak

I hate when i am falling love


I have been told you many times

I'm begging to God, please save my heart

I wont it be pieces

Please cheer me up

There are so many things i can thankful for


Good bye everything past behind!

I celebrate my new version

Thursday, 15 February 2024

15 Februari, Sembari Menunggu Quick Count

Hari ini tanggal 15 Februari 2024. Rasanya malas banget beranjak dari kasur. Kualitas tidur lagi gak bagus. Ngecek di smart watch dan bener aja, skor tidur gak cukup oke karena tidurnya nggak nyaman. Belum lagi, mimpi berenang di kolam yang ramai banget. Padahal, kemarin aku seharian emang beraktivitas cardio dan gym cukup melelahkan.

So, bangun tidur berasa nonstop tidak beristirahat😔

Btw, seneng banget, aku beberapa hari lalu di-chat random sama Lia, temen SD-SMP. Ditanyain kabar. Buset, gitu doang aja aku seneng banget wkwkwk😂 Ya emang gitu kan.. Sejujurnya, aku makin dewasa merasa circle pertemanan bukan yang sedikit juga. Makin banyak dan makin meluas. Tapi tetap aja, aku sudah memahami makna people come and go itu tidak semudah yang dibayangkan.

So, it feels like God make sure me kalau Lia, yang aku jarang banget ngobrol, adalah salah satu people yang tidak go, setidaknya untuk saat ini.

Thank you, Allah.

Tadinya setelah kelar buku yang aku baca sekarang, Secret of Divine Love, aku mau purchasing Psychology of Money. Tapi, ternyata barusan dikirim buku dari komunitas untuk edisi lebaran. Jadi, sepertinya aku akan selesein itu dulu aja, baru beli yang lain.

Well, sebagai pembaca buku novel bergenre fantasi, rasanya wow banget ketika akhirnya aku memutuskan untuk membaca buku bertemakan self improvement.

Tapi, akhirnya aku menyadari sesuatu. Ada alasan mengapa buku-buku ini laris di pasaran internasional.

Ilmunya mahal banget ;') Misalnya waktu aku baca Atomic Habits, buku ini sukses bikin aku berkurang banyak banget screen time sampai 50% selama 2 minggu dan fokus ke hal produktif lainnya.

Aku merasa jadi lebih positif dan mindful. Semoga akan terus seperti ini, amin..

Monday, 12 February 2024

Februari Ini Mencekam

Yeah, gue baru nyadar betapa mencekamnya pemilu kali ini. Biarpun gue kira, setiap pemilu (yang setidaknya  pada periode di mana gue udah mulai sadar), selalu punya cerita dan dramanya masing-masing.

Kali ini, dimulai dengan semacam politik yang agaknya berpotensi jadi dinasti dari seseorang yang tadinya dikagumi. Kemudian, yang tadinya kurang dapat respek, sekarang dipuja lagi. Duh, anjir serem banget. Belum lagi, tiba-tiba film dengan judul "Pilihan Kotor" rame digaungin di sosial media. Gue jujur takut nonton inian.

Gue lagi di masa tontonan semuanya isinya ketawa kayak The Big Bang Theory atau Waikiki. Rasanya, gue kayak dipaksa aja nonton film itu dan FOMO gue gak sampe sana😖

Btw, hari ini hujan hampir seharian. Gue nulis ini di sore hari, setengah jam sebelum jam kantor kelar. Gue lagi puasa Senin, padahal kedoknya karena gue lagi puasa gula setelah 3 hari lalu ngamuk gula diajakin makan sama Riqqah perkara libur panjang.

Yatuhan... gue ga sanggup lihat timbangan.

Setelah BB gue 3 hari lalu jadi BB terendah gue sejak 5 tahun ini, tetiba gelombang makanan china datang (vibes imlek) dan hempas sudah perjuangan gue demi itu angka. Huft😓

Alhasil, gue lagi push puasa banget demi nurunin ke angka itu, plus nambah 3 kg lagi biar mencapai target.

But, main sama Riqqah itu sangat menyenangkan. Gue bener-bener kerasa ngelepas stres dan terjebak di kota sendiri. Dia bisa ajak gue eksplor ke tempat-tempat yang gue gak pernah tahu itu eksis. Kami makan ke tempat makan china dua kali, ke Lokananta, dan sisanya ngamatin Riqqah jurnaling dengan stikernya yang seabrek.

Gue juga sempetin main ke mall yang pas lagi penuh parkirannya, so, ada drama gue melorot sama si kingkong perkara ga kuat ngegas ke lantai atas wkwkwk.

Btw, sepertinya gue mau narget selama puasa turun 5kg. Semoga bisa sih, kalau ngeliat pola hidup gue sekarang. Tapi, target khatam Quran bakal tetap satu aja karena mending kelebihan daripada kurang.

Semoga, gue dimudahkan untuk itikaf lagi seperti tahun-tahun sebelumnya..

Apalagi update-nya? Nggak ada, sih. Paling yang baru dari gue adalah gue ambil les gitar. Terus nge-gym sekarang jadi seminggu 6 kali. Lagi ikhtiar rajin zumba tiap pagi meskipun cuma 15 menit.

Terus, gue lagi rajin baca buku lagi, tapi kali ini bukunya yang self development. Bukan novel fantasi lagi. Cie... Dugong bertransformasi ciee!

Anyway, mari disyukuri dengan bahagia hari yang indah ini!

Meskipun... Februari mencekam karena politiknya.

Monday, 29 January 2024

I Reborn

Unsplash by Adrianna Geo


Today and so...

I reborn to be someone new and better (hopefully)

I will not afraid to face the world, this amazing world


I always seing myself, to be someone that..

So, then i will be that person


I will love myself more

I will protect myself more


I always imagine when i play my guitar, playing my favorite song

I play "Romance de amor"

I sit near the window

Seeing my favorite rain and how beautiful the tears


I will be that girl, bringing my "Romantic de amor" in the middle of rain

With my rustic things

With my curly short thing


I sometimes seeing myself

Build my own castil with snow

A thousands snow

I see myself smiling


I see myself reading my favorite book in the middle of cafe

In the corner of that Europe things


I see myself praying to the God with crying

In the middle of night

Begging whatever i want

Only He knows i can crying

While people dont


I reborn

None can dictate who i am


I reborn

Myself first and more

Friday, 26 January 2024

Januari Hujan

Izinkan aku mencintaimu, setelah sekian lama tidak lagi

Izinkan aku mencintaimu, setelah sekian lama hanya doa yang bisa kupanjatkan


Cintaku mungkin memudar, tapi keyakinanku masih di depan


Tidak perlu kamu ajarkan bagaimana aku hidup tanpa kamu

Karena Tuhan yang mengajarkan aku bagaimana aku akan hidup dengan kamu


Bila bukan sekarang, aku tahu itu akan menjadi nanti

Nanti yang selamanya

Monday, 11 September 2023

Senin Slump

 Hari Senin dan huru hara masih berlanjut seputar pekerjaan dan freelance. Tapi, mau gue syukuri aja selagi badan dan pikiran masih mampu melakukan itu.

Gue udah ada di titik pengen liburan banget, wkwkwk. Tapi dompet belum cukup pulih setelah dihajar beli mekbuk awal akhir bulan lalu. Jadi gue harus pikir otak mau nyari tambahan apa lagi?

So far udah ada dua freelance dan rasanya gak sanggup nambah lagi tolong.

Agenda hari ini selain kerja, pengen sedikit tidur setelah ashar meskipun tidur sore kurang baik, dan gym nanti abis isya.

Yes, tidur sore emang gak oke, tapi mata gue udah ga kuat. Gue berencana mau nyuci tas, tapi kepala gue berat banget karena obat. Yaudahlah ya, dilonggarkan dulu wkwk.

Nanti malam mau nonton The Big Bang Theory setelah 3 hari bolos nonton akibat adik pulang ke rumah.

Itu aja dulu karena mau rebahan!

 
Catatan Lebay Seorang Dugong Blogger Template by Ipietoon Blogger Template